Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
286


__ADS_3

Jujur aku gergetan banget mendengar penuturan perempuan ular ini, dengan mulut manis tidak tahu dirinya dia datangan dan berkata begitu kepada ibu, katanya hanya rumah yang di sita tapi kenapa dia tidak tinggal di aperteman atau hotel aja kalau memang semua aset itu masih ada tapi justru datang kesini untuk meminta tempat tinggal tidak punya malu banget.


Karena Ririn anak ini kadang bicaranya agak sedikit benar juga jadi dia tidak tinggal diam dan langsung menjawab perkataan bu Anjani.


"Tunggu dulu nyonya tadi kalau Ririn tidak salah dengar katanya nyonya punya harga diri dan tidak mau menrendahkam diri dengan hal yang tidak penting, Ririn mau tanya apakah nyonya datang kesini hanya minta untuk di berikan tempat tinggal itu apakah tidak memalukan ya nyonya, secarahkan nyonya adalah wanita hebat masa datang kesini minta belikan rumah sama besan gimana sih dan satu lagi, nyonya juga bilang kalau masih ada hotel dan apertemen kenapa nyonya tidak sementara waktu tinggal disitu saja sampai nyonya punya rumah? Tidak etis banget deh.


Dan masa putry nyonya yang satu ini tidak memiliki tempat tinggal bukankah suaminya juga punya banyak uang kok gembel datang ngemis sama keluarga dari adiknya? malu nyonya jangankan nyonya yang malu Ririn saja malu, nyonya mau tahu putry kesayangan nyonya ini empat hari yang lalu hampir sedikit mencelakai kakak ipar di taman dan buruk sekali attitude nya nyonya, biasanya seorang anak itu meniruh sifat buruk orang tuannya semoga nyonya tidak seperti itu."


Aduh Ririn kenapa kamu bicara soal masalah itu sih? mampus aku pasti setelah ini ibu dan ayah marah, anak ini benar-benar deh aku sudah dapat tatapan dari ibu.


"nona Ririn anda sopan ya kalau bicara, apakah kamu tidak di ajarkan oleh orang tua sehingga kamu bicara tidak sopan seperti itu terhadap orang yang lebih tua dari kamu, saya memang masih punya hotel dan apertemen tapi saya juga mau besan harus membayar mahar Dinda dengan seharga rumah, karena saya sudah membesarkan Dinda dari kecil penuh kasih sayang. Dan kalau soal rumah putry sulung saya, ada dong rumahnya sangat besar masa anak orang kaya nomor dua tidak punya rumah sangat mustahil"

__ADS_1


"Punya rumah mewah di kolom jembatan, kalau memang ia kenapa masih minta rumah disini untuk puntri anda tinggal" Sambung Gama, entah kenapa hari ini kedua anak ini garda depan.


Aduh....saat kami mendengar penuturan bu Anjani semua tertawa terbahak-tahak tidak tahan dengan omong kosong yang bu Anjani.


Uawwhhhh...hebat sekali ya kalau Lexza punya rumah mewah, kalau benar seperti itu kenapa dia sampai datang meminta rumah.


"Besan soal mahar yang anda minta jangan takut saya tidak perna lupa karena memang itu harus didapatkan oleh putryku Dinda, dia wanita yang berkelas dan juga anak yang tahan siksaan dari orang tua, tapi maaf besan mahar yang anda minta tidak akan saya berikan untuk anda karena anda tidak berhak mendapatkan itu, mahar sudah saya siapkan sebuah rumah mewah untuk putryku dan ada beberapa berupa aset seperti hotel, restoran dan sebuah butik tapi bukan untuk anda. Sebelum anda datang kesini saya sudah tahu seperti apa sikap dan perbuatan anda dan putry anda ini kepada putryku Dinda.


Saya diam bukan berarti saya tidak bisa melakukan apa-apa dan ingin membalas perbuatan kalian besan tapi saya yakin orang seperti anda tidak puas dengan apa yang anda miliki karena anda adalah orang serakah, jadi anda selalu ingin memiliki lebih dari orang lain dengan cara mulut manis dan tipu daya muslihatmu, masih beruntung saya tidak menjobloskan kalian ke penjara karena sudah berani menyksa putri saya dan sampai dia keguguran anda tidak punya hati nurani besan, apa anda cocok disebut sebagai seorang ibu ha!..


Plakkkkk!.

__ADS_1


Sangking emosi ibu, sampai menampar bu Anjani baru kali ini ibu semarah ini dan sampai menampar orang, membuat ayah benar-benar terkejut dengan reaksi ibu menampar bu Anjani karena membela Dinda dan aku, sangat besar kasih sayang ibu terhadap Dinda kalau aku yang jelas aku mendapatkan kasih sayang tapi Dinda hanya menantu ibu sangat menyayanginya. Ayah langsung memeluk ibu dan menenangkannya karena Dinda melihat ibu menangis sampai tangannya gemetaran Dinda juga ikut menangis dia sangat terharus begitu besar kasih sayang ibu terhadapnya.


Ibu Anjani sampai terkejut dan memengang pipinya mungkin dia tidak percaya kalau ibu bisa melakukan itu.


"Dengarkan baik-baik ya anda bukan ibu dari putry saya, waktu di rumah anda menyiksanya dan mengusirnya dari rumah itu dengan banyak luka di badan sampai di rumah sakit anda tahu dia masuk rumah sakit satu minnggu apakah anda pantas dipanggil seorang ibu? Anda adalah ibu yang memliki hati iblis.


Tapi anda belum puas sampai anda datang kekantor untuk meminta mahar belum sampai disitu karena anda belum dapat apa yang anda inginkan jadi anda datang kesini untuk meminta langsung, anda pikir selama ini saya tidak tahu seperti apa kebusukan anda, saya minta sama anda jangan perna menganggu putry saya lagi kalau anda berani anda akan berhadapan langsung dengan saya, saya diam bukan berarti saya tidak menyelidiki siapa anda, saya tahu siapa anda dan siapa putry sulung anda jadi jangan cobak-cobak menyengol saya kalau anda tidak mau saya yang akan bertindak "


Karena ayah melihat ibu makin emosi sehingga ayah mulai angkat bicara, maksud ayah ingin memberikan pengertian kepada bu Anjani dan Lexza.


"Nyonya Winata dan nona Lexza makasih sudah datang berkunjung kesini, maafkan istri saya karena mungkin istri saya sudah memendam emosinya sejak lama di tambah lagi dengan perkataan anda membuat istri saya makin emosi, tapi disini saya mau membenarkan perkataan istri saya kalau apa yang anda minta saya tidak bisa mengabulkannya karena Dinda adalah putri saya. Jadi anda harus paham itu nyonya lebih baik nyonya pulang karena saya tidak mau ada tindak kekerasan disini saya takut jika nyonya tetap disini saya juga tidak bisa menahan emosi anda harus mengerti kondisi nyonya."

__ADS_1


Karena bu Anjani tidak menerima perkataan ayah dan tanparan dari ibu akhirnya keluarlah aslinya.


"Hahaha...ternyata seperti ini ya sifat asli seorang nyonya Adinata yang katanya orang terpandang dan kaya raya, tapi hanya minta sebuah rumah saja pelit tidak mau berikan, anda menampar saya nyonya hanya karena anak sialan ini, anda tahu saya juga tidak sudih melahirkan dia kedunia ini saya mau melahirkan dia karena ingin menjualnya ke pria kaya biar bisa mendapatkan banyak kekayaan tapi sayangnya dia tidak berguna untuk apa di sayang, aku juga sudah membuangnya hanya saja aku kesini karena aku ingin menuntut bayaran selama ini aku merawatnya sudah banyak uang yang aku keluarkan jadi aku juga tidak mau rugi." ujar bu Anjani


__ADS_2