
Lexza yang mendengar penjelasan dari dokter agak sedikit merasa lega karena untung suaminya tidak kenapa-kenapa kalau tidak bisa ngawat dokter berikan obat untuk di minum oleh Kenedy agar lukanya cepat mengering setelah semuanya selesai sang dokter minta undur diri.
"Nona Lexza karena Tuan Kenedy tidak kenapa-kenapa jadi saya minta undur diri jika nanti terjadi sesuatu tinggal hubungi saja." ujar dokted
"Baik dokter makasih banyak" ujar Lexza.
Dokter gegas keluar dari keluarga Winata dan berlalu pergi sedangkan Lexza masih menunggu Kenedy sadar dari pingsannya karena kata dokter hanya pingsan jadi sebentar lagi sudah sadar. Dan benar saja setelah dokter pergi tak lama kemudian Kenedy sadar tapi masih merasakan pusing.
"Aduh....kepalaku kepana ya kok pusing banget"ujar Kenedy sambil memengang kepakanya.
"Eh.. mas sudah sadar jangan bergerak dulu mas masih pusing lebih baik mas berbaring saja dulu tunggu pusing kepala mas hilang, kata dokter mas hanya pusing saja tidak ada luka serius di kepala mas." jelaa Lexza.
"Dasar adik kamu yang kurang ajar itu kalau aku tidak takut masuk penjara sudah aku bunuh dia bisa-bisanya ia memukul aku dengan vas bunga, gak punya otak atau bagaimana untung aku gak geger otak kalau dia memukul aku dengan kuat terus aku geger otak masa seorang presiden punya penyakit geger otak."
__ADS_1
"Justru itu mas sekarang aku benci kali sama mereka termasuk paman dan bibik lihat saja nanti aku akan membalas semua perbuatan mereka, aku tidak akan tinggal diam aku harus secepatnya tes DNA aku dengan ayah Evan awas saja kalau mereka hanya omong kosong. Bisa jadi mereka sengaja begitu biar buat aku dawn dan pergi dari sini agar mereka yang menguasai semua harta ayah. Padahal aku juga anak ayah kalau nanti hasil tes DNA terbukti kalau aku anaknya ayah Evan akan aku usir mereka semua dari sini tanpa membawah apapun."
"Benar sayang sepertinya mereka sengaja melakukan itu bisa jadi sih Dea sudah bersekongkol dengan tua bangka itu dan istrinya agar mereka ingin membuat mu dawn sayang, secepatnya kamu harus tes DNA kalau benar kamu anak kandung ayah Evan kita usir mereka dari sini, tapi kalau benaran kamu bukan anak kandung ayah Evan bagaimana sayang kita yang akan di usir dari sini kamu tahu sendiri kita tidak punya tempat tinggal"
Itu juga yang aku takutkan sih mas tapi aku percaya kalau aku ini benar-benar anak ayah Evan mereka itu hanya pembohong mas jangan percaya dengan mereka."
"Tapi sayang wajah kamu memang tidak mirip loh dengan ayah Evan apalagi mirip sama Dinda dan Dea mereka berdua mirip sama ayah Evan tapi wajah Dinda sih yang dominan ke ayah Evan ke ibu justru gak ada"
Didalam kamar Dea tidak berhenti menangis karena mengingat kembali semua yang di lihat tadi di hp sang ibu Dea berpikir dalam hati sekejam itukah ibunya hanya demi harta bu Anjani mau melakukan sengalanya untuk menghilangkan nyawa orang.
"Ingat bu nyawah di balas nyawah tapi sebelum itu terjadi ibu harus menderita dulu aku janji demi diriku sendiri aku akan membuat ibu menderita, selama ini juga mana perna ibu peduli sama aku, ibu hanya peduli sama Lexza anak haram itu aku selalu dapat uang karena aku kerja dan juga dapat uang jajan dari ayah itu pun ibu selalu protes tapi coba ayah berikan uang untuk Lexza ibu sangat senang ternyata seperti ini ceritanya baiklah mari kita bermain."
"Ibu main-main dengan nyawakan bu? aku juga akan ikuti permainan ibu. Aku bisa merasakan bagaimana sakitnya di rasakan oleh ayah saat ibu menghianatinya dan merencanakan kejahatan terhadap ayah. Kalau ingat seperti ini aku makin merasa bersalah dengan adikku Dinda maafkan aku ya dik...maafkan aku tapi kali ini aku butuh bantuan kamu dan Dava dik tolong bantu aku untuk kita tumpaskan kedua orang ini." Gumam Dea dalam hati karena Dea belum cerita ke Tahir Dea masih ragu biarpun Tahir suaminya tapi bisa jadi suatu saat Tahir menyerang dia dengan mempergunakan semua bukti itu lebih baik jangan cerita dulu saat ini."
__ADS_1
"Sayang kamu kenapa dari tadi menganis terus sudah dong jangan memikirkan kata-kata mereka lagi bukankah kamu sudah tumpaskan sih mulut busuk itu sampai pingsan di lantai. Jadi jangan menangis terus nanti kamu sakit yuk kita istirahat bukannya tadi katanya mau istirahat kenapa sekarang gak mau istirahat sayang."
"Bagaimana aku gak sedih mas dulu sehelum ayah meninggal dan Dinda bersama Dava disini walaupun sikap ibu jahat dan sangar tetapi kita masih memiliki ketenangan. Tidak ada kekacauan seperti ini saling menyerang satu sama lain tapi lihatlah mas setelah ayah dan Dinda gak ada bukannya kondisi lebih baik tapi justru makin hancur, aku benar-benar menyesal mas memperlalukan adik kandungku seperti itu aku ingin meminta maaf dan memperbaiki semuanya."
"Iya sayang mas juga merasa begitu dan mas juga menyesal dulu sempat melakukan kasar sama Dinda mas sangat bodoh dan bukan menjadi abang ipar yang baik namun justru mas melukai hati Dinda dan Dava. Mas juga ingin meminta maaf sama Dava dan juga Dinda secara langsung tapi kita cari mereka dimana kita saja tidak tahu mereka tinggal dimana"
Saat ini Dea dan Tahir sudah menyesal atas perbuatan mereka dulu lagian mereka lakukan itu karena desakan dan tekanan dari nyonya setan yang sok berkuasa itu. Padahal dulu miskin juga sebelum masuk ke keluarga Winata, sekarang hanya menunggu waktu saja semua akan hancur.
"Apakah aku pergi ketemu dengan Dinda dan Dava mas Tahir ikut saja kali ya biar sekalian minta maaf, ah nanti aja lain kali saja ini rahasia jadi tidak perlu orang lain yang tahu, kenapa Dava ikut gabung karena aku sangat kenal Dava dia laki-laki yang sangat baik, jadi tidak salah adiku memilihnya dan mempertahankan pernikahan mereka".
" Kasian ya waktu itu mereka menikah tidak ada acara apapun bahkan sampai sekarangpun tidak ada resepsi. Ibu memang sangat kejam sekali waku itu aku sudah bilang buat resepsi sederhana saja tapi ibu bersihkeras tidak mau. aku harus hubungi Dinda untuk minta ketemuan semoga besok Dinda bisa ada waktu untuk datang."
Dea diam-diam rencana mau hubungi Dinda tanpa pengetahuan Tahir karena menurut Dea ini rahasia keluarga besarnya jadi Tahir tidak perlu tahu.
__ADS_1