
Ada sebuah nomor asing mengirim pesan kepadaku dengan sebuah ancaman, aku rasa bukan ancaman sih mengarah ke pesan ngejek dan menghina. Karena dari pesan itu mengatakan kalau aku kalah darinya karenadia akan melakukan segalah cara untuk membuat aku malu dan pada akhirnya menikah dengannya.
Aku sudah bisa tebak siapa manusia yang kirim pesan ini, aku sampai heran kok bisa nomor aku tersebar luas aku merasa ada seseorang yang sengaja memberikan nomor aku ke orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Apakah ini kerjaan Lexza yang menyebarkan nomor hp ku. Tapi dari mana Lexza kenal dengan perempuan sinting ini sehingga dia bisa mengambil nomorku danmemerikan kepada perempuan itu.
("Hay Dav, bagaimana bagus tidak videonya semoga kamu menyukai video itu dan segerah menikahi aku, jika kamu tidak mau perusahaan kamu bangkrut mari kita secepatnya menikah agar aku membersihakan nama baikmu dari asumsi publik, karena pasti banyak penanam saham yang akan menarik kembali sahamnya, sekarang kita satu sama makanya jangan main-main dengam aku kalau tidak kehidupan kamu juga akan hancur, bahkan aku pastikan istri dan anak kamu juga ikut hancur. Aku tidak akan tinggal diam aku biarkan video itu viral biar orang menilai kamu buruk, aku menunggu kabar baik dari kamu Dava kekasih hatiku.").
Hahaha....dia pikir aku takut dengan ancaman dia lihat saja nanti siapa yang malu, aku akan membuat kamu malu sampai tidak berani unjuk muka di publik lagi. Sementara waktu aku lupakan masalah ini dulu, aku tidak peduli dengan asumsi publik menilai aku buruk biarkan saja nanti besok baru aku konferensi pers aku mau lihat reaksi mereka seperti apa, sekarang aku harus cepat sampai di rumah sakit karena aku kuatir dengan kendisi Dinda saat ini sekarang sudah jam tujuh malam, jadi aku harus sampai di rumah sakit dengan cepat aku tidak mau Dinda kuatir dengan ku karena jam segini aku belum sampi di rumah.
" Asisten Arfan kita harus cepat sampai di rumah sakit karena nona muda pasti sudah memgkuatirkan aku, dan nanti kalau kita sudah sampai aku punya tugas untuk asisten Arfan." Ujar Ku karena kami masih lumayan jauh masih satu jam lagi baru nyampe rumah sakit, aku tidak pulang ke rumah lagi tapi langsung ke rumah sakit biar nanti aku mandi disana dan ganti pakian di ruangan itu saja karena ruangan itu luas dan ada kamar juga didalam.
"Baik Tuan muda tapi kita tidak bisa ngebut karena ini sudah malam jadi takut kita tabrak sesuatu di jalan kita harus hati-hati juga."
__ADS_1
Ujar asisten Arfan mulai kami tidak saling bicara apa pun, baik aku, Gama dan juga asisten Arfa pada akhirnya kami sampai di rumah sakit. Saat kami melalui koridor rumah sakit aku melihat dua orang pria dengan kasar menyeret seorang yang aku yakini dia seorang perempuan, karena aku lihat dari jauh dan kebetulan orang itu memakai pakian rumah sakit, setelah kami dekat baru lah aku tahu kalau kedua pria itu adalah pengawal yamg menjaga pintu ruangan Dinda dan kedua kembar.
"Bukkkkk!!!
Kedua pengawal itu dengan kasar mendorong orang yang aku yakini dia seorang perempuan, sampai dia mengaduh sakit karena dia sampai tersungkur di lantai membuat kami terkejut.
"Argh....!"
Saat aku mendengar penuturan kedua pengawal itu emosiku memuncak karena bersamaam dengan kejadian video itu yang viral belum kelar masalah sial ini datang lagi, aku tidak banyak tanya aku langsung melayangkan tanganku tepat pipinya seketika maskernya terbuka, namun seketika aku terkejut melihat siapa yang ingin mencelakai Dinda dan kedua kembar.
"Lexza.....!" Teriak
__ADS_1
Plakkkkkkk!
"Dasar perempuan ja****ng masih berani juga kamu datang kesini dan ingin mencelakai anak dan istriku, mungkin kebebasan kamu sudah habis jadi sekarang kamu tinggal pilih, mau ke pos polisi dan mempertanggung jawabkan perbuatan mu sekalian ketemu dengan ibu kamu yang tidak berguna itu dan selingkuhannya atau kamu mau aku menghabisimu agar kamu hilang dari dunia ini" ujar ku tapi justru tidak ada sepata kata pun keluar dari mulutnya justru Lexza dengan sombongnya mengangkat wajahnya dan melirik aku sambil senyum ngejek.
"Hahaha....jangam senang dulu karena sekarang kamu sudah memangkap aku ipar sialan...jangan kamu pikir dengan adanya aku di tangan kamu jadi kehidupan kamu dan istri anak sialan kamu tenang, karena sampai kapan pun hidup kalian selalu tidak damai, memang tadi aku rencana membunuh kedua anak sialan kamu dan istri kamu itu tapi mereka masih beruntung aku langsung ketahuan oleh dokter sialan kalau tidak aku pastikan mereka merengang nyawah.
Masih banyak kaki tanganku diluaran sana jadi setelah aku mati atau di penjarah aku pastikan, secepatnya kalian juga akan menyusul aku atau ibu dan ayah kandungku. Bukankah keluarga besar Adinata penghianat dan serakah yang membunuh ayah kandungku, ayah kamu yang merampas semua harta peninggalan kakek ku dam ayah kamu justru tidak berikan apapun kepada ayahku dan memgusirnya dari rumah. Dasar manusia serakah sampai kapan pun aku akan membenci kalian" ujar Lexza.
Astaga siapa yang memberikan informasi tidak valit kepada Lexza sehingga Lexza bicara begini, jadi selama ini ayah dan Admaja adalah saudara kandung dan kakek adalah ayah kandung Admaja padahal dia hanya anak punggut yang di temukan di pinggir jalan dan kakek merawat dan menyayangi dia, siapa yang memberitahu perempuan sinting ini jadi pikirannya seperti itu.
"Hahaha kamu bilang apa? Keluarga Adinata jahat dan memgambil semua harta ayah kamu, memangnya ayah kamu siapanya keluarga Adinata? Aku pemasaran siapa yang memberitahu kamu sehingga kamu berpikir begitu" ujarku.
__ADS_1
" He...kurang ajar ayah Admaja adalah anak kandung dari kakek Adinata, dan kakek memberikam semua warisannya ke ayah Admaja tapi karena ayah kamu serakah sehingga setelah kakek meninggal ayah kamu merampas semua harta warisan yang diberikan oleh kakek ke ayah Admaja dan pada akhirnya kalian membunuh ayahku karena ayahku ingin merampas kembali semua hartanya tapi karena kalian serakah dan tidak mau berbagi akhirnya kalian tega menghabisi ayah ku dasar bajingankalian semua aku akan membalas semua perbuatan kaloam lihat saja nanti.