
Pov Author.
Tepat hari ini dimana kedua calon presiden akan bersaing untuk mendapatkan posisi terbaik, masih pagi-pagi di kediaman keluarga Winata sudah heboh, bu Anjani sudah bangun dan bersiap untuk pergi ke Tps dimana mereka akan memberikan hak pilih suara kepada pemimpin yang menurut mereka cocok memimpin negara, begitu juga Lexza dan Kenedy. Mereka sudah bangun dan bersiap walapupum masih jam enam.
Tapi kalau Dea dan Tahir terus bibi Lya dan paman Gibran, mereka belum bergerak sama sekali mereka masih setia dengan selimut. Seharusnya mereka tinggal satu rumah dan masih keluarga jadi mereka juga ikut bersemangat untuk mendukung Kenedy menjadi presiden.
Biasanya Kenedy dan Lexza tidak makan satu meja dengan bu Anjani, tapi hari ini luar biasa mereka bertiga makan sambil tertawa bahagia dan semenjak kejadian malam itu Lexza membela bu Anjani hubungan mereka kembali membaik, jadi Kenedy dan Lexza sudah mau kembali makan di meja bersama dengan bu Anjani. Sedangkan hubungan mereka bertiga dengan Dea dan Tahir makin memburuk, jangankan Dea makan di meja makan tegur sapa saja Dea tidak sudih.
"Bu, doakan ya biar hari ini Kenedy bisa menang, karena kalau bukan doa seorang ibu semuanya sia-sia maafin Kenedy ya bu mungkin selama ini Kenedy dan Lexza sudah mengecewakan ibu " ujar Kenedy tersenyum minta doa dari bu Anjani.
"Ya bu, Lexza juga minta maaf karena selama ini Lexza sudah jadi anak durhaka terhadap ibu, tapi Lexza janji jika mas Kenedy sudah jadi presiden Lexza tidak lupa kebaikan ibu kok" ujar Lexza.
"Ibu sudah maafin kalian berdua mau bagaimanapun kalian anak ibu, jangan bikin malu ibu ya harus menang untuk menaikan kembali reputasi keluarga Winata, ibu mau lihat jika kamu sudah jadi presiden masih bertingkah tidak Tahir sama Dea dan kita bisa melawan keleuarga Adinata."
"Ibu tenang saja Kenedy sudah banyar sebagian masyarakat jadi mereka pasti memilih Kenedy, Kenedy sudah tidak sabar menanti penghitungan suara kira-kira berapa parsen Kenedy memperoleh suara ya bu, semoga lima puluh lima parsen sudah cukup melebihi lawan, tapi bu kira-kira Dea dan Tahir milih Kenedy tidak terus paman dan bibi Lya."
__ADS_1
Mantu kesayangan bu Anjani merasa paling hebat untuk menandingi lawannya, dia belum tahu kalau sebentar lagi kehancuran dantang menimpahnya. Belum apa-apa sudah bangga kalau dia akan menang.
Lihat saja Kenedy saat ini kamu di sanjung oleh ibu mertua karena ibu mertua menginginkan harta yang kamu miliki nanti jika jadi presiden, makanya mertua kamu sangat baik tapi tunggu setelah kegagalan ada di depan mata baru kamu tahu siapa ibu mertua kamu kalau dia tidak usir kalian dari rumah.
"Tidak perlu kamu mikirkan itu mereka pasti memilih kamu tenang saja apalagi mereka tahu kinerja kamu sangat bangus mengayomi masyarakat, dan selama ini kamu juga selalu membantu Masyarakat miskin jadi mereka pasti memilih kamu apalagi Dea dan Tahir adik kamu"
"Iya bu Kenedy juga percaya kok kalau masyarakat bodoh itu pasti memilih Kenedy, padahal Kenedy bantu mereka hanya karena cari simpati aja agar pas pemilihan mereka mau memilih Kenedy. Kalau tidak mana mau Kenedy buang-buang uang untuk berikan pada mereka tidak sudih. Lebih baik Kenedy berikan uang itu untuk ibu dan istriku untuk pergi mempercantik diri ya tidak bu."
Hehehe Kenedy....Kenedy jangan kamu berpikir kalau masyarakat itu bodoh, mereka hanya menerima bantuan kamu bukan dalam arti mereka sudah simpati sama kamu jadi mereka memilih kamu.
Paman Gibran dan bibi Lya terus Dea dan Tahir sudah selesai memilih dari pagi, dan bahkan sudah pulang. Sedangkan bu Anjani masih menunggu anak dan mantunya pergi baru bu Anjani nyusul, dan setelah Kenedy dan Lexza pergi akhirnya bu Abjani juga nyusul tapi bodohnya mereka kenapa dari tadi tidak lihat berita, padahal dari tadi relawan ada yang menelpon Kenedy untuk memberitahukan soal perihal video yang viral tapi justru tidak mau di angkat dan di abaik.
Bu Anjani dengan anggun nya masuk kedalam mobil dan keluar dari pekarang rumah, untuk pergi ke Tps padahal tps juga dekat tapi musti pakek mobil dasar sombong .
Dengan bangganya bu Anjani turun dari mobil dan berjalan mendekati semua orang yang ada di Tps, namun mereka menatap bu Anjani dengan tatapan jijik dan merendahkan.
__ADS_1
"Astaga lihat deh tetangga kita yang katanya sangat menghormati harga dirinya itu datang sok bergaya, apakah dia tidak tahu soal skandal video me**m nya itu kok bisa-bisanya dia masih unjuk muka disini dengan tersenyum begitu, kalau itu aku mungkin aku sudah tidak keluar rumah" ujar salah satu tetangga kompleks.
Banyak ibu-ibu tetangga kompleks lagi berkumpul saat melihat kedatangan bu Anjani dengan gaya sombongnya menatap sinis ke para ibu-ibu itu.
'Hay...ibu-ibu sudah selesai memilih ya kalian tidak lupakan siapa yang menjadi calon hari ini, dia adalah menantu kesayangan saya jangan lupa memilihnya ya, dia cocok jadi pemimpin yang baik karena dia suka membantu masyarakat miskin, mantu saya pasti menang"
Waduh bu Anjani ada-ada aja deh ini bukan waktu kampanye ini pemiliham jadi tidak di ijinkan bicara begitu.
"Hahaha....kasian ya ibu mertua yang halu ketinggian jangan harap bu menantu ibu menang, karena tidak ada masyarakat yang mau memilih pemimpin yang kejam yang dengan tega menyiksa adik iparnya sendiri, dan masyarakat bukan orang bodoh jadi tidak tahu mana pemimpin yang baik dan pemimpin yang hanya pencitraan saja.
Anda juga bu Anjani ibu macam apa dengan tega anda menyiksa putry anda, ternyata seperti itu sifat asli anda ya padahal selama ini kami pikir anda adalah ibu dan mertua yang baik tapi ternyata ibu Anjani juga sangat jahat"
Karena ibu Anjani tidak bisa menerima perkataan ibu itu dan hendak marah tapi seketika bu Anjani sadar, kalau saat ini dirinya lagi di depan umum jangan sampai karena keegoisannya menjatuhkan reputasinya dan menjatuhkan peroleh suara rendah oleh Kenedy.
"Tidak, aku harus menahan emosi aku jangan tunjukkan sifatku disini nanti aku makin di hujat, tapi tunggu dulu dari mana mereka tahu kalau kami perna menyiksa Dinda, perasaan tidak ada yang tahu dan sampai sekarang semua aman-aman saja, ah jangan-jangan ini hanya jebakan saja biar aku emosi sama mereka dan Kenedy kalah karena aku jangan sampai aku tidak mau Kenedy kalah aku harus tetap tenang untuk cari tahu mereka dapat berita itu dari mana"
__ADS_1