Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
352


__ADS_3

Waktu terus berlalu bergitu cepat tidak terasa sudah satu minggu di rumah sakit dan kini saatnya Dinda dan kedua kembar pulang ke rumah, berasamaan hari ini juga di adakan acara besar untuk penyambutan kepulangan Dinda dan kedua kembar, aku senang sekali karena akhirnya Dinda sehat dan kembali ke rumah bersama kembar.


Sekarang kami sudah dalam perjalanan pulang ke rumah karena selama satu minggu ini semua keluarga besar dari luar kota kembali datang penuhi rumah, termasuk Elsa juga datang aku pikir Elsa sudah trauma jadi dia tidak bakal datang lagi, ternyata kata bibi, Elsa berusaha datang walapun sangat sibuk karena kata Elsa dia selamat karena kehebatan Dinda, padahal waktu itu Dinda sedang hamil tapi Dinda berusaha datang untuk menyelamatkan kami semua jadi kalau Elsa tidak datang berarti Elsa tidak tahu cara berteriamah kasih.


Aku dan Dinda tidak memaksa Elsa datang karena kami tahu kondisinya, apalagi sekarang Elsa sibuk kulia sambil kerja, bibi dan paman sudah melarang untuk bekerja biar Elsa fokus kulia saja tidak perlu kerja dulu karena bibi dan paman masih sanggup membiayai kulianya, tapi justru Elsa tidak mau. Elsa ingin kerja agar bisa menghasilkan uang sendiri walaupun uang kulia tetap di tanggu paman dan bibi.


Ternyata melahirkan dua anak tidak membuat Dinda kehilangan kecantikan dan badan bagusnya, justru setelah selesai melahirkan Dinda semakin cantik dan terlihat makin seksi, seperti sekarang Dinda sudah bersiap memang dari rumah sakit, karena semalam ibu datang membawahkan baju cantik untuk Dinda dan kedua kembar dengan make up naturan jadi penampilan Dinda sangat memukau sangat cantik dan angun. Dinda juga sangat dewasa dalam mengurus kedua bayi kembar, padahal sudah ada dua suster yang menjaga Gretta dan Grey ya, jadi aku dan Dinda sepakat memberikan mana kepada putri dan putra kami yaitu Grey( Bijaksana. Seorang putra yang akan menjadi orang yang hebat di kemudian hari dan bijak dalam melakukan apapun) kalau Gretta ( Permata. Putry yang menjadi permata yang indah bagi siapapun yang akan menyenangkan hati banyak orang.)


Aku menyukai nama-nama itu karena memiliki arti yang sangat bagus, sekarang kami dalam perjalanan pulang ke rumah jadi aku dan Dinda sambil ngobrol. Karena kedua kembar sementara di gendong oleh kedua suster satu mobil juga bersama kami.

__ADS_1


"Sayang...apakah setelah Grey dan Gretta agak sedikit sudah kuat kamu kerja lagi."? Tanyaku karena Dinda perna bilang sama aku kalau dia bosan di rumah terus jadi dia ingin cari kesibutansetealh Dinda melahirkan, sehingga aku kembali mengingatnya dan bertanya.


"Tidak mas, setelah Dinda melihat kedua kembar sangat lucu Dinda jadi kasian kalau mereka hanya di asu dangan suster aja, Dinda tidak begitu percaya dengan suster mas walaupun Dinda tahu mereka suster yang baik, tapi sudah pengalaman mas ada orang yang lebih mempercayakan bayi nya di jaga oleh suster tahunya suster itu jahat jadi dia menyiksa bayi itu sampai meninggal, hanya membayangkan itu saja Dinda sudah bergidik ngeri mas.


Biar sementara waktu Dinda bantu menjaga mereka nanti kalau sudah besar sedikit barulah Dinda memikirkan itu, kalau sekarang belum, Dinda hanya memikirkan bagaimana caranya agar kedua putra dan putry kita mendapatkan kasih sayang sepenuhnya dari kita sebagai orang tua mas. Dinda tidak mau jadi ibu yang jahat dan egois mas hanya mementingkan kebahagiaan semata dan tidak pedili dengan anak-anaknya" Ujar Dinda aku sangat salut dengan pikiran istriku sangat dewasa sekali pikirannya.


"Baik lah sayang kalau memang itu adalah keputusan kamu sayang silahkan mas tidak masalah, toh juga kamu lakukan demi kedua anak kita sayang, tapi kalau nanti kamu bosan di rumah boleh kamu keluar untuk shopping sepuas kamu ok! jangan diam saja ya sayang, mas tidak mau kamu merasa bosan di rumah boleh kok kalau kamu merasa sanggup bawah kedua kembar ke kantor juga bisa." ujar ku sambil membelai rambut Dinda aku tidak peduli asisten Arfan disitu.


Hukkkk....hukkk!

__ADS_1


"Asisten Arfan lagi sakit? Kalau memamg asisten Arfan lagi sakit biar saya saja yang bawah mobil, boleh asiaten istirahat satu bulan dan cek ke rumah sakit takutnya kedua anak ku ketularan penyakitmu." ujarku aku sengaja menjaili asisten Arfan siapa suruh dia tidak menikah, biarpun asisten Arfan kerja disini tapi tidak ada peraturan untuk tidak menikah, aku heran dengan asisten Arfan dan pak Erik mereka tidak ada yang memikirkan untuk menikah.


Jangankan menikah pasangan aja tak punya, padahal bukannya jelek, apalagi yangmasih kurang tanpan iya, banyak uang apalagi jadi tidak ada kekurangan pada diri mereka tapi tidak ada wanita yang mau mendekati mereka, tapi pantas juga sih sikap mereka tergantung dimana tempat yang mereka berada, kalau mereka bersama kita bisa masih ada sedikit senyum terpancar di wajah mereka tapi cobak mereka di luar atau di tempat lain mereka memasang wajah seram jam tidak ada yang mau mendekati mereka.


"Ah Tuan muda bisa aja kalau saya libur terus saya makan apa Tuan muda saya pasti tidakdi gaji" ujar asisten Arfan.


Tidak lama kemudian mobil kami beriring-iringan masuk kedalam gerbang utama dari luar saja sudah terlihat sangat jelas dengan dekor yang mewah, kali ini acara penyambutan ini di buat langsung di rumah karena kata ibu dan ayah Dinda dan kedua kembar belum sepenuhnya sehat jadi di rumah saja agar mereka bisa istirahat nanti. Lagian di rumah juga justru lebih mewah dari pada hotel bintang lima.


Setelah Gerbang di buka dan kami masuk kedalam pekarang rumah, baik di luar gerbang maupun didalam gerbang sudah penuh dengan ucapan selamat kepada Dinda dan kedua kembar, hanya saja nama kembar dan wajah kembar belum bisa di publikasihkan sehingga mereka di dalam kamar saja.

__ADS_1


"Selamat datang putry kesayangan ibu dan ayah dan selamat datang kedua cucu kesayangan, suster tolong bawah kedua kembar kedalam kamar dan jangan mengijinkan siapapun mengambil gambar mereka" ujar ibu langsung memeluk Dinda dan menciumnya, satu persatu keluarga datang berkerumun untung tamu undangan belum pada datang jadi disini hanya keluarga dan juga sebagian tetangga sudah pada berdatangan.


"Wah...selamat ya jeng sudah sah menjadi seorang nenek...mala satu kali dua lagi saya jadi iri deh karena menantu saya sudah lama menikah tapi belum hamil juga, padahal saya juga ingin punya cucu saya perna bicara dengan putra saya untuk menikah lagi agar bisa punya anak" ujar seorang tetangga membuat ibu Ziya terkejut dan mengelengkan kepala tidak percaya dengan perkataan tetangganya itu.


__ADS_2