Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
65:65


__ADS_3

Sebelum aku menerima surat itu aku tanya terlebih dahhulu surat apa ini, tapi ayah mertua justru hanya tersenyum dan terus menyodorkannya ke arahku.


"Apa ini ayah, kenapa ayah berikan kepadaku?" tanyaku.


"Ambil aja dulu nak, biar kamu tahu surat apa itu" jelas ayah mertua.


Aku mengulurkan tanganku dan menerima surat itu masih di dalam maap yang tersimpan rapi, setelah aku terimah, aku kembali menatap ayah mertua minta persetujuan untuk membukanya dan ayah mertua langsung mengangguk tanda setuju.


Aku langsung buka dan betapa terkejutnya aku melihat beberapa sertifikat yang ada dilama maap ini, semua tertulis atas nama Dinda dari sertifikat perusahaan, rumah dan beberapa aset yang ayah beli.


"Wah.....ayah seharusnya ayah tidak perlu melakukan ini, sekarang Dinda sudah memiliki segalahnya, hanya saja memang aku rencana mengambil perusahaan dan rumah itu karena itu milik Dinda, karena aku pikir ayah sudah gak ada. Tapi sekarang ayah sudsmah kembali seharusnya ayah yang menimpan ini."


"Tidak nak itu milik Dinda jadi kamu yang berhak menyimpannya, ayah rasa aman jika ada di tangan kamu"


"Baiklah ayah makasih banyak ayah, karena ayah sudah memberikan sertifikatnya jadi sangat gampang untuk mengambil semua aset atas nama Dinda"


"Iya nak karena waktu itu ayah tahu kelicikan Anjani jadi awalnya sertifikat ini semua atas nama ayah, tapi ayah mengalihkan semua atas nama Dinda kalau yang sisa sertifikat yang di rumah itu sebagian atas nama adiknya ayah Gibran jadi ayah yakin pasti Gibran juga akan mengambil sertifikat itu."


Boleh besok-besok kamu bisa ambil ahli semua aset yang ada di tangan kamu itu nak, dan tolong sampaikan ke Dinda kalau ayah sudah transfer uang sebesar tiga ratus miliyar ke rekeningnya."


Astaga ayah mertu sangat ajaib, selain menipulasi kematiannya iya juga sudah menyediakan bekal yang tak bisa di duga.

__ADS_1


Terus ayah kapan bisa bertemu dengan Dinda dia sangat sedih ayah, dan satu lagi dua minggu lagi kami akan melakukan resepsi sekalian ayah Adinata menperkenalkan aku ke publik ayah. Bagaimana caranya ayah bisa menghadiri acara bahagia kami itu ayah."


" Nak boleh ayah minta sesuatu, tolong pas resepsi kalian jangan undang keluarga winata anggap saja mereka bukan siapa-siapa lagi. Tolong dengarkan ayah."


"Ayah tenang aja kami tidak akan mengundang mereka, kalau nanti ayah belum bisa menunjukan diri di depan banyak orang tidak apa-apa, karena nanti ada acara keluarga jadi nanti disitu baru ayah boleh hadir."


"Maafkan ayah nak, bukannya ayah tidak mau hadir tapi lihat saja nanti kalau ayah sempat, sementara waktu jangan ceritakan semua ini kesiapa-siapa dulu termasuk Dinda ya nak"


Ayah memohon sama aku untuk tidak memberitahu kepada siapapun termasuk Dinda, tidak apa-apa yang penting sekarang aku merasa lega karena ayah masih hidup, selama aku menikah dengan Dinda hanya ayah satu-satunya menyayangi aku dengan tulus. Aku mengerti perasaan ayah saat ini wanita yang sudah menemaninya bertahun-tahun dan di anggap wanita baik-baik ternyata diam-diam dia menghianati ayah dan menyerang ayah.


"Ayah tenang saja percaya sama Dava ayah, tidak ada yang tahu soal ayaj ada yang ada disini, terus apa rencana ayah kedepan apakah ayah membalas perbuatan bu Anjani terhadap ayah, atau ayah diam saja dan menerima semuanya. Maaf ayah perbuatan bu Anjani bukan perbuatan baik tapi perbuat kriminal yang sudah merencanakan pembunuhan itu"?


Biarpun ayah bicara begitu aku tidak paham dengan maksud ayah namun biarlah, aku tahu ayah juga harus menenangkan pikiran dulu karena kejadian ini, biarpun ayah tidak jadi korban tapi kalau waktu itu ayah tidak mendengar percakapan bu Anjani dengan orang suruhannya mungkin ayah sudah benar-benar mati.


Aku harap ayah cepat selesaikan masalah dan kembali muncul di publik dan kembali memengang perusahaan biarpun sudah dialihkan atas nama Dinda tapi tidak apa-apa ayah tetap menjadi pemimpin di perusahaan Winata grup.


"Ayah Dava harap ayah secepatnya kembali mencul di publik agar ayah bisa kembali memengang perusahaan, karena aku tidak mau Dinda melakukan banyak kegiatan ayah aku mau istriku cukup manjakan dirinya dengan pergi jalan-jalan dan bersenang-senang dia tidak perlu sibuk kerja lagi cukup aku aja ayah sudah bisa menafkahinya."


"Haahha ayah tidak menyangka ternyata menantu ayah yang dikira miskin dan tidak punya apa-apa ternyata seorang Tuan muda yang kaya raya, ayah juga baru tahu setelah kalian menikah, makasih ya nak biarpun keluarga Dinda menghina dan merendahkan kamu waktu itu tapi kamu tidak pernah membalas dan tidak berpikir untuk meninggalkan Dinda".


"Ayah sangat salut dengan kamu, ayah mau lihat reaksi mereka setelah tahu kamu seorang Tuan muda orang terkaya nomor satu di negara ini mungkin mereka langsung muntah darah apalagi ibu mertua kamu yang matre dan tidak punya hati itu."

__ADS_1


"Ah ayah bisa aja deh...Dava memang waktu itu tidak punya apa-apa ayah"


"Oh ya Nak ayah lupa sebelum ayah pergi Dinda hamilkan ya nak pasti perutnya sudah besar ya, jaga cucu ayah dengan baik ya nak"


Perkataan ayah sontak membuat hatiku sakit ingat kembali waktu itu, ibu dan Lexza tega mendorong Dinda sampai keguguran. Aku memandang ayah mertu dan tersenyum pahit. Ternyata ayah mertua belum tahu.


"Maaf ayah aku sudah gagal menjaga Dinda sehingga dia keguguran"


"Loh kok bisa nak" tanya ayah mertua kanget.


"Iya ayah, bu Anjani dan Lexza sengaja mendorong Dinda sampai jatuh setelah kami sampai di rumah sakit ternyata janinnya tidak bisa diselamatkan"


"Apa......kurang ajar dasar anak haram dan ibunya sama-sama iblis"


Aku ceritakan semua dari awal ayah pergi sampai Dinda mau dijodohkan dengan pria lain, akhirnya ada cekcok dan sampai keguguran bukan hanya itu aku juga menceritakan soal mereka juga menyiksa Dinda membuat Ayah benar-benar murka.


"Nak mana video itu tolong berikan ke ayah, dasar manusia iblis"


Wajah ayah merah menyalah menahan amarah aku tahu ayah memang sangat marah karena, ayah sangat menyayangi Dinda.


Karena ayah minta video tentang penyiksaan Dinda akhirnya aku kirim, aku mau lihat apa yang akan ayah lakukan terhadap video itu tapi aku yakin ayah menpergunakan video itu untuk menghancurkan reputasi bu Anjani. Dan yang lain terutama Kenedy dan juga Tahir karena mereka andil dalam masalah itu.

__ADS_1


__ADS_2