
Aku di antar bersama Asisten Arfan masuk ke sebuah ruangan, pokoknya tidak kalah mewah dari ruangan ku di perusahaan Adinata, dan langsung di datangi oleh sekretaris Alea.
"Selamat datang Tuan Muda kita lamgaung saja masuk ke ruang meeting karena semua staf sudah menunggu." ujarnya ramah
"Baik sekretaris Alea, oh ya, apakah nyonya Anjani berikan kabar kalau hari ini nyonya Anjani akan ke perusaha"? Tanyaku penasaran.
"Maaf Tuan sejauh ini tidak ada kabar dari nyonya Winata, tapi saya sangat tahu sifat nyonya Winata Tuan jadi kadang nyonya Winata sering sekali datang mendadak." ujar sekretaris Alea.
Akhirnya kami menujuh ruang meeting, sementara lupakan dulu bu Anjani saat ini aku mau evaluasi dulu di perusahaannya, ternyata benar saat aku masuk semua sudah berkumpul termasuk ketiga orang tadi ternyata satu manajer keuangan, manajer marketing dan jenderal Manajer, saat kami tengah meeting asisten Arfan membisik kesuatu ke teligaku, aku benar-benar terkejut. Tapi aku selslu mengendalihkan diri karena saat ini harus fokus sehingga aku menyuruh asistrn Arfan menunggu di luar.
Hampir satu jam lebih kami meeting akhirnya selesai juga aku mendapati banyak kejangalam di bagian keuamgan. Asisten Arfan menyeruhku langsung masuk kesebuah ruangan yang aku yakini itu ruangan ayah mertua, kata asisten Arfan ayah mertua menyuruh kami tunggu disitu dan benar saja baru saja kami masuk pintu tiba-tiba terbuka dan masuklah seorang perempuan yang sangat aku kenal, dan sejujurnya hari ini aku tidak ingin menemuinya.
Dia juga terkejut saat melihat aku duduk di sofa, bu Anjani menatap aku dengan tatapan tajam mungkin dia bertanya ngapain aku disini, sebenarnya perusahaan ini tidak masuk dalam daftar penyitaan di bank karena perusahaan seratus parsen menjadi milik aku jadi hanya semua aset yang lain, sengaja di sita bank selain perusahaan makanya perusahaan tidak bisa di tutup oleh bank kalau tidak perusahaan sudah di lelang oleh bank.
__ADS_1
"He...menantu bengek ngapain kamu di perusahaan saya, sekarang saya minta keluar dari sini, siapa yang mengijinkan kamu datang kesini ha. Tidak sopan main nasuk saja" Ujarnya aku hanya tersenyum melihatntya.
" Hay....nyonya Anjani sabar jangan anda begitu emosi terhadap aku, takutnya anda jantungan. Nyonya sudah siap belum untuk bertemu dengan direktur baru di perusahaan ini, dan satu lagi nyonya tidak lupa kan kalau perusahaan ini bukan milik anda lagi? karena perusahaan ini resmi menjadi milik perusahaan Adinata grup. Jadi anda nyonya Winata....yups saya salah nyonya Anjani karena gelar Winata tidak pantas mengunakan nama belakang itu" ujarku tidak kalah segit.
"Jaga perkataan kamu ya, aku memang nyonya Winata kenapa kamu bilang begitu dan jangan harap aku pergi meninggalkan perusahaan ini karena perusahaan ini tetap menjadi milikku, jangan bermimpi kalau ada penganti direktur baru karena sampai kapan pun aku tetap menjadi di rektur disini mengantikan suami ku yang sudah meninggal."
"Ya meninggal karena anda yang membunuhnya bukan? dengan selingkuhan anda begitu kah? Hanya karena harta anda gelap mata tegah membunuh suami sendiri" aku sengaja mancing dia untuk membuka mulutnya sendiri kalau dirinya lah yanf membunuh ayah mertua.
"Hahaha....memang iya! Saya dan selingkuhan saya yang merencanakan pembunuhan terhadap pria tua itu, biar kamu tahu ya saya menikah dengannya karena bukan cinta melainkan karena harta makanya aku diam-diam selingkuh di belakangannya terus kamu mau apa? mau lapor silahkan saya tidak takut lagian orangnya juga sudah jadi rangkah di dalam tanah" bagus aku berhasil memancing emosinya.
"Hahah kamu yakin banget kalau sih tua bangkah itu masih hidup, sedangkan kamu sendiri yang melihatnya saat di gulingkan kedalam kuburan, kalau memang benar dia masih hidup kenapa dia tidak pulang kerumah mengemis cintaku, kamu tahu tua bangka itu sangat mencintai aku makanya apa yang aku minta dia tidak perna menolak. Sangking dia mencintai aku, dia tidak tahu kalau aku itu selingku karena dia begitu percaya sama aku sekarang kamu sok-sok an datang kesini terus mau menakut nakuti aku, maaf aku tidak takut karena sebentar lagi aku dan pacarku akan menikah dan membangun perusahaan ini bersama"
Bu Anjani belum menyadari kalau hilangnya Ogen adalah kerja ayah mertua sabar Dava, sabar menghadapinya karena sebentar lagi dia akan bertemu dengan Ogen dan tempat mereka berdua di penjara, aku heran dari mana dia dapat mobil ya bukannya semua mobil juga ikut disita oleh bank? atau dia datang dengan taksi ah bodoh amat yang penting aku harus buat dia betah disini sampai ia mendapatkan kejutan.
__ADS_1
Senang-senang aja dulu bu Anjani berlagak di atas angin nanti sebentar lagi aku yakin bu Anjani akan ketakutan dan menangis darah, bu Anjani bicara sangat lancar bahkan dia sebut ayah mertua dengan sebutan tua bangkah, bu Anjani tersenyum seoalah dia tidak menyesal dengan perbuatannya, sudah tidak punya apa-apa saja dia masih sombong dan angkuh.
Saat kami berdua lagi berdebat tiba-tiba pintu ruangan terbuka nampak lah seorang pria kalau aku lihat seumuran pak Erik berdiri di depan pintu menatap sini ke aku dan melangkah mendekati bu Anjani.
"Mbak, ini berkas yang mbak minta semuanya sudah aku lakukan tinggal mbak jalankan saja, dan mbak hati-hati dengan orang asing di perusahaan ini, entah siapa yang berikan dia amanat untuk datang ke perusahaan ini, padahal dia tahu kalau di rektur di perusahaan ini adalah mbak" ujar pria itu disini aku bisa menyimpulkan kalau pria ini adalah kerabat atau sepupunya bu Anjani yang di bicarakan ayah mertua, bu Anjani dengan gaya angkuhnya dia duduk di kursi kebesaran ayah mertua dam ikut menatap sini ke arah ku.
"Tidak perlu takut kamu Usman mbak bisa menghalalkan segalah cara untuk mengusir anak ingusan ini dari sini, Sih tua bangka itu aja mbak bisa meleyapkannya apa lagi dia hanya saja mbak masih menunggu."
Aduh cobak hari ini ayah mertua datang pasti ayah mertua mendengar semua pembicaraan mereka berdua tapi tenang dari tadi aku merekam di hp yang aku pengang.
"Tuan Usman, apakah anda yakin kalau perempuan yang anda panggil mbak ini bisa membunuh orang, sayang banget ya kamu juga sama bodohnya dengan mbak anda makanya anda mau di perdaya oleh tipu muslihat mbak anda, tunggu ajalah nanti direktur baru datang aku mau lihat apakah anda masih di posisi anda yang sekarang atau tersingkir dari perusahaan ini."
"hahaha jangan membual tidak ada direktur baru disini jadi untuk apa saya takut yang jadi di rektur adalah mbak saya. "Ujar pria yang bernama usman itu
__ADS_1
Aku hanya tersenyum mendengar omong kosongnya, aku mau lihat bagaimana reaksi mereka jika mereka tahu ayah mertua masih hidup. Ah biarkan mereka senang-senang dulu
"Saya direktur disini ada yang mencari saya"?