
Aku kembali bersemangat saat aku dengan Dinda kembali bercinta setelah selesai aku merebahkan tubuh ini di samping Dinda, dan mengecup kening Dinda, namun aku di kejutkan dengan permintaan Dinda, yang katanya ingin mempersempit area kewanita,annya karena dia tidak merasa puas setiap kali kami bercinta sebenarnya aku sebagai suami ingin melarang Dinda tapi ya sudah mau bagaimana lagi Dinda yang ingin seperti itu, kalau dia merasa itu yang terbaik aku tidak masalah.
Aku selalu mengikuti apa yang di inginkan Dinda karena dia tahu mana yang terbaik untuknya, aku tidak ingin Dinda merasa terkekang karena aku melarang ini dan itu biarkan saja.
"Ya sudah sayang kalau memang itu yang kamu inginkan tidak tidak masalah, yang penting menurut kamu itu yang terbaik mas selalu mendung" ujarku.
"Memangnya mas tidak marah begitu...sebenarnya Dinda hanya bercanda mas, Dinda tidak serius Dinda hanya ingin mengetes mas saja apa tangapan mas eh...ternyata mas setujuh juga, mas Dinda itu selalu puas dengan pwlayanan mas sangat hebat jadi untuk apa Dinda lakukan itu kurang kerjaan." ujar Dinda
Hmmm bagus deh kalau Dinda cuman bercanda, aku pikir Dinda serius istriku kadang mengemaskan dan kadang nyembelin banget tapi aku sangat mencintainya.
"Baguslah sayang kalau kamu hanya bercanda, bukannya mas tidak mau ijinkan kamu sayang tapi mas tidak mau kamu kenapa-kenapa. Kamu tahu kan sayang bagaimana resikonya suntik kayak gitu ada efek sampingnya bagusnya itu hanya sementara, tapi kedepannya akan berdampak buruk bagi kesehatan" ujarku
"Iya mas Dinda tahu kok, pikir Dinda bodoh lakukan itu Dinda justru lebih senang begini dari pada nanti menderita lagi kalau di persempit, Dinda juga masih pengen satu anak lagi mas biar ada yang bisa kita ajak bermain. Lihatlah Gretta dan Grey walaupun umur mereka masih terbilang muda banget tapi mereka seolah tidak membutuhkan kita, mereka tidak manja-manja sama kita kayak anak pada umumnya. Memang sih Gretta suka sering manja sama kamu mas tapi menurut Dinda itu wajah saja hanya tidak seseru yang dulu waktu mash bayi."
"Memangnya sayang tidak takut sakit lagi, mas yang melihat kamu kesakitan saja mas ketakutan sayang kalau menurut mas dua saja cukup tidak perlu menambah lagi. Kamu juga bisa leluasanya bekerja kalau kamu hamil kamu tidak bisa leluasa karena harus jaga anak lagi urus pdkerjaan. " ujarku.
"Itu anugra dari Tuhan mas jadi kalau Tuhan berikan Dinda tidak bisa menolak, kalai soal sakit dan menderita pas melahirkan itu sudah resiko untuk seorang ibu."
Apalagi yang harus aku jawab semua sudah di jelaskan oleh Dinda jadi aku diam aja karena semua yang di katakan Dinda ada benarnya juga.
"Ya sudah kalau begitu yuks sayang kita mandi dulu biar bersihkan tubuh kita, tadi kita sudah latihan di luar dan sekarang kita lanjut lagi disini lebih baik kita bersohkan diri dan kembali ustirahat saja" ujarku.
__ADS_1
Aku langsung mengendong Dinda dan membawahnya kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh kamu berdua, karena sudah dari luar berkeringat, belum puas lagi sampai di kamar nambah keringat lagi. Ada kalahnya kalau aku berdua,an sama Dinda begini aku ingat kembali masa sulit aku dulu, waktu awal menikah dengan Dinda waktu itu aku sama sekali tidak punya uang, hanya modal nekat aja aku mrnikahi anak gadis orang.
Waktu itu aku di tuntut kasih mahar satu Miliyar oleh ibu Anjani, kalau aku tidak memenuhi syarat itu berarti aku tidak jadi menikah dengan Dinda, waktu itu aku sampai putus asa tapi untung ayah mertua paling terbaik menentang syarat itu, kata ayah mertua Dinda bukan bi***ng jadi jual beli ayah mertua dan bu Anjani sampai berantam pada akhirnya bu Anjani mengalah dan membiarkan aku dan Dinda menikah tidak ada acara mewah bahkan acara makan keluarga aja tidak ada.
Namun mulai dari situ harga diriku di injak dan Dinda juga mulai mengalami penderitaan, aku ingat kembali itu perjuangan aku dan Dinda ada sesuatu yang teriris di hati ini, apalagi aku ingat kembali anam ku yang meninggal itu karena Dinda keguguran.
Semua itu tinggal kenangan, siapa yang menanam kebaikan dia akan dapat kebaikan juga dan siapa yang menanam kejahatan dia menuai kejahatan juga, Lexza dan Kenedy sudah meninggal karena perbuatannya sendiri sendangkan bu Anjani dia masih mendekam di penjarah kalau Ogen dia sudah keluar dan sudah menikah dengan calonnya, karena calonnya menunggu dia sampai keluar.
Segala sesuati itu indah pada waktunya, aku yang asyik melamun lupa turunkan Dinda dari gendonganku membuat Dinda menatap aku dengan ratapan bertanya
"Mas turunkan Dinda, mas yidak capek gendong Dinda begini terus dari tadi katanya mau mandi kok Dinda tjdak dk turunin" ujar Dinda membuyerkan lamunanku.
"Hehehe maaf sayang, mas masih semangat mengendong kamu soalnya mas sangat terpesona dengan kecantikan kamu. Kecantikan kamu melebihi semua wanita di dunia ini selain ibu dan Gretta heheh" ujatku
"Sayang jangan lama-lama berendam didalam air nanti masuk angin ingat semalam kamu lembur bersama mas, kamu kurang istirahat semalam jadi setelah selesai mandi kamu harus istirahat, karena sore acara pasti sampai malam apalagi kakak Dea sama mas Tahir dan anaknya pasti mereka datang lebih awal, jadi kamu harus istirahat tidak ada bantahan."
Dinda hanya diam saja tidak menjawab sama sejali langsung dia saja. Aku kembali mengendong Dinda dan membawahnya kekamar untuk menganti pakian. Aku membantu Dinda untuk mengeringkan rambutnya, ya aku harus bertanggung jawab karena gara-gara aku istriku harus cuci rambut lagi padahal tadi pagi sudah cuci rambut , jadi aku yang harus membantu istriku kasian dia.
"Sayang sini mas bantu mengeringkan rambut kamu, kamu pakek pelembab aja di wajahmu sebenarnya tanpa kamu pakek pelembab, juga wajah kamu dan kulit kamu sudah sangat bagus sayang" ujar ku membuat Dinda senyum.
Aku mengeringkan rambut Dinda sambil dia mengolesi wajah cantiknya dengan pelembab yang di produksi sendiri karena Dinda tahu produk yang di produksi sangat bagus untuk kulit.
__ADS_1
Karena hari ini ada acara di rumah jadi kami tidak kemana-mana karena jam tiga semua pada datang ke rumah dengan anaknya masing-masing. Tadi aku lihat di grup mereka hebo baget katanya tidak sabar lagi kesini karena sudah lama tidak kunpul bareng.
"Hay semuanya sudah pada siap belum nih kerumah raja dan ratu kita sekarang ganti, jangan Tuan dan nona lagi karena sudah ana Grey dan Gretta jadi ganti Raja dan Ratu aja ...ingat kalau kesana bawah bekal masing-masing hahaha" tulis Gama.
"Lagi siap-siap nih untuk meluncur kesana lagian jam tiga juga kan jadi masih bisa istirahat, kalau istriku sudah siapkan kue kering buatan sendirk jadi bisa ngemil disana" sambung Rafa.
"Kira-kira apa ya yang harus aku bawah kesana, sepertinya aku bawah baskom kosong aja biar apa yang di bawah oleh Rafa dab Gama, aku bawah pulang untuk stok makanan satu bulan kedepan, kan lumayan tuh dari pada mubajir hehehe...." ujar mas Tahir...mereka asyik komen di grup tapi aku diam aja, aku hanya mau nyimak aja apa yang mereka bahas dati tadi.
Setelah Dinda selesai ganti pakian, dia lamgsung naik ke atas ranjang dan mengambil hpnya sambil membuka galeri dan melihat foto-foto yang ada. Bukannya tidur mala buka hp.
"Sayang istirahat lah, mas tidak mau kamu kecapean nantinya besok masuk kerja lagi istirahat yuks mas juga mau istirahat jangan pusingkan yang komen-komen di grup itu biarkan mereka bicara disitu sampai puas nanti juga mereka akan diam. Apalagi Gama rusu bangeg di grup."
"Iya mas ini Dinda juga mau tidur soalnya ngantuk banget mungkin karena baru selesai mandi jadi ngantuk. Mas juga istirahat karena besok pasti banyak pekerjaan yang harus di kerjakan." Ujar Dinda.
"Iya sayang mas memang mau tidur."
Aku langsung meletakan hp di nakas dan memeluk Dinda begitu juga Dinda sudah menyimpan hpnya dan menutup matanya namun saat kamu hendak tidur hp Dinda tiba-tiba berdering. Aduh siapa sih yang menganggu orang mau istirahat juga, Dinda langsung ambil hpnya ternyata video call dari grup whatshap Sabrina dan Tasya hmmm memang si Sabrina ini tidak tahu waktu aja.
"Hallo bestie...apa kabar? Sorry ya soalnya akhir-akhir ini aku sibuk banget jadi slow respon" ujar Tasya.
"Tidak masalah Tas yang penting kamu sehat-sehat bukan kalau kamu apa kabar Sab kamu juga baik-baik aja bukan? Soalnya aku juga baru launcing produk baru kemarin jadi aku juga sibuk banget makanya jarang respon bestie." ujar Dinda.
__ADS_1
"Tidak apa-apa bestie namanya juga pada sibuk kerja semua jadi maklum yang penting semua sehat-sehat saja ya bestie. Kapan lagi kita ketemu sudah sangat rindu" sambung Sabrina.
Banyak sekali obrolan mereka pada akhirnya mereka selesai juga.