Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
138


__ADS_3

Mata ibu menolot dengan sempurna mendengar perkataanku, aku melihat dia sangat emosi sudah kayak singa yang siap menerkam mangsanya aku tetap memasang senyum termanis ku, aku memang sengaja begitu biar menimbulkan perkara di rumah ini aku belum puas kalau pembalasan terhadap ibu belum tuntas. Aku harus membuat hubungan mereka kira-kira tidak bisa di perbaiki lagi hancur hubungan anak dan ibu karena memang itu tujuan utamaku.


"He...anak tidak tahu diri kamu bicara apa berani sekali kamu berkata begitu terhadap ibu kamu sendiri memang sekarang sifat kamu tidak bedah jauh dari anak kurang ajar itu, sudah di usir dari rumah ini saja masih meninggalkan hawa buruk disini. Awas saja kalau sampai aku ketemu dengannya aku hajar sampai mati."


Aku yang mendengar perkataan perempuan ular itu buat badanku gemetaran kalau dia bukan ibuku dan dosa untuk seorang pembunuh mungkin saat ini juga aku habisi dia.


Aku melangkah maju sampai berdiri tepat di hadapannya aku sudah gelap mata karena aku paling benci dengan perkataannya tadi. Jadi kali ini aku tidak memanggilnya dengan sebutan ibu lagi tapi sudah ganti dengan sebutan anda.


"Apa anda bilang anak kurang ajar? Siapa yang lebih kurang ajar disini anda atau adiku dan anda bilang mau membunuhnya, apakah anda tidak sadar diri yang kurang ajar itu siapa...anda itu yang kurang ajar, kalau anda tidak kurang ajar gak mungkinkan hari ini anda dapat siram air comberan dari kedua ob itu. sampai malu di tonton ribuan orang miris banget tahu gak. Dan satu lagi apakah anda juga lupa jika anda baru keluar dari rumah sakit jangan sampai sebelum membunuh adikku anda yang terlebih dahulu di bunuh dasar pembunuh..."


Ternyata anda selain pembunuh jual diri juga anda nomor satu, aku bersyukur anda yang sudah melahirkan aku kedunia ini tapi aku menyesal punya ibu semacam anda yang yang selain pembunuh tukang selingkuh juga, aku pikir setelah anda kena tembakan itu anda langsung sadar namun ternyata anda makin menjadi aku takut tidak lama lagi nyawa anda bisa melayang jika kesombongan anda itu tidak anda hilangkan."


Plakkkk....dasar bina**ng tidak punya otak sama sekali kamu sadar gak siapa yang kamu hadapi kamu tidak pernah di ajarin sopan santun dan belajar menghargai orang tua ha.."


Satu tamparan mengenai pipiku tapi rasa sakitnya tidak seberapa dibanding rasa sakit dihati ini aku tidak masalah jika di maki dan dihina tapi jangan cobak-cobak perempuan gila ini menghina adikku Dinda aku tidak akan tinggal diam.

__ADS_1


"Hahah....apa anda bilang tadi aku bina***ng? Terus apa julukan yang pantas untuk anda seorang pembunuh atau seorang pelacur suami masih hidup tapi sudah melacur dengan laki-laki lain di hotel. Dan anda bilang aku tidak punya sopan santun dan tidak tahu menghargai orang Hallo..nyonya Winata yang terhormat ngaca....dulu pernah gak anda menghargai orang lain. Gak ada tuh...jadi hal baik apa yang harus aku ikuti dari anda kalau aku ikuti ajaran anda yang ada justru aku sesat."


"Aku hanya ingatkan satu hal...darah ayah mengalir mencari siapa yang membunuhnya rasa sakit yang ayah rasakan akan di rasakan juga oleh orang yang sudah merencanakan kematian ayah, kalau aku mau saat ini juga pelaku akan meringkuk di penjara tapi aku masih ingin main-main dengannya. Aku mau lihat simpai dimana anda bermain"


Aku melihat wajahnya tidak tenang pas memdengar perkataanku.


"He...apa maksudmu anak kurang ajar...jadi maksud kamu menuduh aku yang membunuh suami saya sendiri, kamu jangan sembarangan bicara ya." bentak ibu.


"Loh....kenapa anda marah kakak ipar perasaan dari tadi Dea tidak menyebut nama anda jika anda yang membunuh mas Evan kenapa anda yang merasa? atau jangan-jangan benar yang di katakan oleh Dea kalau kakak ipar yang membunuh mas Evan "


"I,iya..aku hanya tersinggung saja dengan perkataan anak itu seoalah aku yanh tega membunuh suamiku sendiri, mana tega aku lakukan itu aku dan mas Evan saling mencintai jadi mana mana mungkin aku lakukan hal jahat itu."


Aku sudah tahu pasti dia akan cari alasan bukti nya sangat kelihatan gugup dia.


"Kalau memang anda tidak melakukan kejahatan anda tidak perlu takut karena hanya orang jahat saja yang ketakutan saat orang tahu kebusukannya, sangat kelihatan pada saat dia berbicara karena dari pergerakan tubuhnya kita tahu dia bohong atau jujur."

__ADS_1


"Kamu tidak usa ngaur kalau bicara Dea mana berani ibu melakukan hal jahat itu ibu tidak mungkin melakukannya jadi jangan sembarangan bicara"


"Iya aku tahu memang ibu tidak melakukan itu makanya aku berencana besok akan pergi ke kantor polisi untuk membuka kembali kasus yang menimpah ayah karena aku mau tahu siapa dibalik kematian ayah aku yakin ada yang sengaja mencelakai ayah dengan dalil kecelakaan padahal mereka yang mencelakai ayah, aku akan mengusut kasus ini sampai pelaku mendekam di penjara."


Aku melihat mimik wajahnya langsung beruba pucat pasi dan gugup biar tahu rasa, berani bermain api biar api sendiri yang membakarnya.


"Iya bibik juga setuju Dea kamu memang harus kembali membukan kasus ayah kamu kita harus usut sampai pelaku membusuk di penjara, jangan biarkan mereka berkeliaran diluaran sana"


"Untuk apa kamu mau membuka kembali kasus itu, tidak perlu ibu sengaja menutup kasus itu karena ibu tidak mau berurusan dengan polisi dan ibu juga mau ayah kamu tenang di surga jadi tidak perlu memperkara kasus itu, aku istrinya jadi aku tidak mengijinkan jangan ada yang coba-coba pergi ke kantor polisi"


"Memangnya kenapa kalau aku datang kekantor polisi kenapa anda kelihatan sekali ketakutan. Seharusnya anda sebagai istrinya ayah anda seratus parsen mendukung agar ayah dapat keadilan kenapa anda yang justru melarang jangan membuat orang curiga dengan sikap anda nyonya Winata......."?


Sudah mulai ketar-ketir dia...bagaimana gak takut kalau sampai kasus itu di usut kembali tempatnya di tahanan.


"Paman setuju Dea paman akan mendukungmu dan paman akan membantumu untuk mengusut tuntas masalah ini sampai kita ketahui siapa pelakunya karena paman yakin mas Evan meninggal karena sudah direncanakan"

__ADS_1


Ibu yang sudah tidak tahu mau bicara apa lagi langsung berlalu pergi mungkin dia mau hubungi selingkuhannya untuk mengabari kalau kami mau melaporkam polisi jadi mereka dalam bahaya, biarkan saja aku mau melihat mereka berdua melakukan kejahatan sampai dimana mereka tidak akan lolos jika kasus ini di buka kembali.


__ADS_2