Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
309


__ADS_3

Paman Gibran takut nanti nasib ayah mertua sama seperti dulu lagi, bukannya paman Gibran punya maksud lain hanya saja pamam Gibran kuatir dengan ayah mertua aku paham juga sih maksud paman Gibran, kekuatiran seorang adik terhadap mas nya karena peduli sehingga paman Gibran bicara seperti itu, ternyata ayah mertua sangat ngerti maksud paman Gibran jadi ayah mertua tidak salah paham.


" Mas tahu kok kekuatiran kamu terhadap mas, makasih ya kamu sudah peduli sama mas selama ini tapi calon mbak kamu yang sekarang tidak seperti itu yang kanu pikirkan, dia wanita berkelas dan wibawah jadi kamu jangan kuatir ya kali ini mas tidak salah memilih, tapi disatu sisi kamu harus ingat Gib,


Biar bagaimana pun kalau karena perempuan jahat itu, kamu tidak punya ponakan secantik Dinda dan Dea, seandainya dulu dia berubah demi kebahagiaan kedua putryku aku iklas maafkan dia hanya saja semakin mas diamin dia semaki liar itu yang membuat mas marah"


Dinda dan kakak Dea saling pandang setelah mendengar penuturan ayah. Karena ayah bilang mereka berdua cantik.


" Iya mas benar tapi parcuma juga mas dia melahirkan tapi bukan berarti dia menyayangi Dinda dan Dea bukan? Justru dia mau melahirkan itu karena menjadikan Dea dan Dinda pion dan menghasilkan uang banyak, buktinya dari dulu mana pernah perempuan itu menyayang Dinda. Tapi sudah lah sekarang sudah di proses juga, kalau soal pernikahan mas Gibran sebagai seorang adik yang baik pasti Gibran sangat mendukung, yang penting mas bahagia Gibran juga bahagia." Ujar paman Gibran.


"Iya mas, Lya juga sangat mendukung, maaf ya mbak Riska atas perkataam mas Gibran, tapi perkataan mas Gibran tidak bermaksud apa-apa, mungkin mbak juga sudah tahu semua permasalahan yang di alami oleh mas Evan sekarang, jadi mas Gibran hanya kuatir hal itu akan terulang kembali, tapi Lya yakin mbak pasti paham" sambung bibi Lya.


" Kamu tenang saja Lya, sebelum mas Evan mengutarakan isi hatinya kepadaku mas Evan sudah ceritakan semua jadi aku paham, aku menerima kekurangan mas Evan, dan untuk kamu Gib makasih kamu sudah mau merestui hubungan aku dan mas Evan, aku akan jadi ibu yang baik buat anak-anak dan istri yang baik nanti untuk mas Evan."


"Baik mbak Riska, Gibran ngerti kalau begitu bagaimab kalau kita makan siang dulu ini sudah siang memangnya tidak ada yang laparkah, kok tidak ada yang bergerak makan" ujar paman Gibran.


"Bagaimana kita mau makan Gib, sedangkan tuan rumah dari tadi kerjanya nanya mulu tidak persilahkan tamu makan. Tidak mungkinkan kami langsung ke meja makan sedangkan tuan rumah diam aja" ujar ayah mertua mengundang tawah sedangkan paman Gibran dan bibi Lya cengegesan sambil garuk kepala yang tidak gatal.

__ADS_1


"Iya juga ya mas" ujar paman Gibran.


Akhirnya kami semua gegas ke ruang makan dan kami makan bersama di sana baru kali ini aku dan Dinda makan dengan tenang bersama keluarga Winata, kalau yang dulu jangankan makan bersama di meja di tegor aja tidak perna justru mereka memaksa kami untuk masak sendiri.


Ternyata masakan bibi Lya enak juga aku makan dengan lahap, tapi karena memang aku sudah lapar banget sih makanya lahap heheh.


Baru aja aku bicara dalam hati Dinda dan kakak Dea ikut mengakui kalau masakan bibi Lya enak.


"Hummm masakan bibi sangat enak ini sangat pas dengan selerah Dinda bibi tahu aja kalau aku lagi pengen udang saus, dan ikan gurame. Sekali-sekali ya bi masak untuk Dinda soalnya cucu bibi pengen makan masakan neneknya."


"Iya kamu benar dik, masakan bibi sangat enak mungkin karena kakak lagi lapar kali, bibi harus masak untuk Dinda takutnya cucu bibi suka ileran nanti, bibi tidak mau kan cucuk bibi seperti itu berarti lakukanlah."


"Iya bi syukur Dinda lagi hamil," ujar Dinda.


"Wah...selamat ya nak, akhirnya bibi punya cucu juga, iya deh kalau begitu apapun yang kamu inginkan bibi akan masakan untuk kamu yang penting kamu suka bibi senang bibi akan melakukannya untukmu.


Setelah selesai acara makan kami akhirnya kami melanjutkan perjalanan kami ke rumah ayah mertua. Kali ini bibi Lya dan paman Gibran juga turut ikut, kami dengan mobil masing-masing dan menuju ke rumah.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan menuju ke rumah ayah mertua istriku senang sekali , sampai kami asyik bercerita tidak sadar kalau ternyata sudah sampai padahal dari rumah kakek dan nenek Winata hampir empat puluh menit.


Kami semua turun dari mobil karena pintu gerbang masih di kunci jadi kami tidak bisa masuk, padahal masih tinggal beberapa pengawal disitu yang terkejut dengan kedatangan kami semua terutama kedatangan ayah mertua, namun yang membuat aku heran budy pengawal yang menjadi selingkuhan bu Anjani sudah tidak tetlihat lagi, itu artinya dia bisa saja sudah risegn sebagai pengawal.


"Tu....Tuan! Tuan masih hidup? Benar kami tidak salah lihat kalau ini Tuan Winata bukan?" Tanya salah satu pengawal mereka benar-benar terkejut.


" Bu....bukannya Tuan sudah meninggal,Tuan? Terus yang meninggal itu siapa kalau Tuan masih hidup"? Masih pertanyaan sama yang selalu di lontarkan oleh pengawal.


"Maafkan saya yang hanya pengawal rendahan ini Tuan, saya sudah lancang bertanya karena saya penasaran Tuan...secarakan sudah ada kabar kematian Tuan bahkan kami semua menyaksikan saat pemakanan Tuan." Sambung pengawal itu


" Tidak masalah jangan terlalu merendahkan diri kamu begitu siapa yang mengatakan kalau kalian adalah pengawal rebdahan? kalian itu pengawal yang sungguh luar biasa bagi saya dan keluarga. Kalau soal kabar tentang kemantian saya itu tidak benar buktinya saat ini saya ada di hadapan kalian semua, saya dalam keadaan sehat walafiat tidak kurang satu apapun, makasih ya kalian masih setia disini walaupun rumah ini sudah di segel oleh bank hehehe, kalian tidak perlu kuatir rumah ini tetap milik saya jadi tidak ada yang menyitah rumah ini apalagi semua aset. Itu tidak akan perna terjadi.


Saya masuk dulu ya, yang penting kalian sudah tahu kalau saya masih hidup" ujar ayah mertua.


"Baik Tuan makasih banyak, tapi nona Lexza, Tuan Kenedy dan nyonya Winata sudah di usir paksa Tuan dari sini, dan sampai sekarang diantara mereka tidak ada yang datang kesini seperti hilang di telan bumi tidak tahu dimana rimbah mereka Tuan"


"Biarkan saja mereka disitu karena memang ini bukan rumah mereka lagi, oh ya. Mana pengawal Budy kok tidak kelihatan?" Tanya ayah.

__ADS_1


"Maaf Tuan pengawal bu semenjak kepergian nyonya Winata dan nona Lexza, pengawal Budy tidak perna kerja lagi disini Tuan dia sudah keluar dia tidak beritahu apa penyebabnya dia keluar"


Ternyata pengawal Budy sudah kabur.


__ADS_2