Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
292


__ADS_3

Tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul tujuh pagi, aku dan Dinda sudah bersiap untuk ke kantor. Jas dsn baju ganti sudah di sediakan oleh istri tercinta ku, saatnya sarapan pagi aku mengandeng tangan istriku menujuh kemeja makan saat sampai disana ternyata ayah, Ibu dan semuanya sudah menunggu kamu berdua. Kebiasaan dari dulu selalu di tungguin, sebenarnya aku yang lelet kalau bersiap itu yqng membuat istriku selalu ngomel setiap pagi suruh cepat-cepat karena tidak enak di tungguin sama orang tua.


"Pagi semuanya, maaf sudah menunggu." Ujar ku.


"Pagi nak, duduklah biar sarapan" jawab ibu kalau ayah hanya senyum saja. Seperti biasa kami harus isi perut dulu sebelum berangkat kerja biar nanti bisa fokus dengan pekerjaan, jangan sampai baru bersiap mau kerja kampung tengah sudah berbunyi minta diisi apalagi hari ini aku baru pertama kali datang ke perusahaan Winata grup banyak karyawan yang pasti terkejut dengan kedatanganku nanti.


Setelah selesai sarapan kami semua bersiap untuk pergi ke aktifitas masing-masing, karena hari ini aku tidak ke perusahan Adinata grup jadi Ririn naik mobil sendiri yang pasti ada pengawalnya.


"Sayang jaga kesehatan kamu dirumah ya jangan kemana-mana kamu harus istirahat, mas mau masuk kerja dulu kalau ada apa-apa tinggal hubungi mas saja. Bu Dava titip Dinda ya Dava mau berangkat kerja dulu" ujarku


"Iya mas, Dinda tidak kemana-mana kok, Dinda dirumah saja sama ibu, iya kan bu"?


"Iya nak, kamu pergi saja jangan kuatir ibu dan istrimu baik-baik saja dirumah" ujar ibu.


"Ririn, kamu hati-hati dijalan ya, jangan ngebut-ngebutan apalagi ini masih pagi pasti macet banget maaf kakak tidak bisa ikut sama kamu. Karena kakak harus ke perusahaan Winata grup." ujarku


"Tidak masalah kakak Dava yang paling ganteng hati-hati dijalan" ujar Dinda memujiku ganteng.


"Gantengan Gama kemana-mana juga kali Rin kamu salah lihat kali" sambung Gama tidak terimah aku dibilang ganteng sama Ririn sedangkan Gama tidak.

__ADS_1


Dengan kehadiran mereka berdua menambah kehangatan dan kebahagiaan dirumah ini, walaupun kadang mereka berdua seperti tom, jerry tapi sebenarnya mereka itu saling menyayangi sebagai saudara


Karena aku tidak mau mendengar perdebatan mereka berdua, akhirnya aku memutuskan langsung mencium kening istriku dan mencium punggung tangan ayah dan ibu dan gegas pergi meninggalkan mereka berdua yang masih berdebat, dengan pertahanan masing-masing kalau Ririn bilang aku lebih tanpan tapi kalau Gama bilang dia lebih tanpan mereka berdua tidak ada yang mau mengalah. Justru ibu dan ayah bahkan Dinda senang dengan perdebatan mereka berdua katanya dengan adanya mereka rumah semakin ramai.


Aku masuk kedalam mobil bersama asistem Arfan, semalam kata ayah mertua untuk mengirim Reno tapi aku bilang tidak perlu karena ada asistenku multitalenta, (serba bisa) jadi tidak butuh bantuan orang lain, aku harus cari tahu juga selain perusahaan ini bangkrut karena masalah keungan dan vendor, kata ayah mertua selama ayah mertua tidak ada di perusahaan ada yang mengelapkan dana perusahaan juga sehingga ayah mertua menyuruh aku cari tahu.


Karena ternyata aku baru tahu kalau di perusahaan Winata grup ada kerabat bu Anjani bekerja di sana dengan posisi yang lumayan tinggi juga, jadi aku mau cari tahu siapa orang yang sudah mengelapkan dana perusahaan.


Aku ingin mengusut tuntas masalah ini jika ada penghianat di perusahaan ini aku tidak sengan untuk memberikan ganjaran sesuai dengan perbuatannya, semoga pelaku pengelapan dana perusahaan bukan kerabat dari bu Anjani karena selama ini bu Anjani tidak mau banyak orang tahu tentang kerabatnya itu entah kenapa? untung ayah mertua yang beritahuku siapa tahu bu Anjani kerja sama dengan kerabatnya itu untuk mengelapkan uang.


Sekarang aku sudah dalam perjalanan menuju ke perusahaan Winata grup bersama asisten Arfan. Ternyata macet banget aku pikir macet biasa aja ternyata kata asisten Arfan terjadi kecelakaan di depan hal itu yang menyebabkan macet korbannya seorang gadis cantik, karena asisten Arfan sempat turun, tapi aku tidak peduli karena sudah banyak orang menolongnya dan bahkan sudah ada polisi juga tapi mobil ambulancenya belum datang.


Sepertinya itu adalah anak gadisnya pak Arlon kalau tidak salah ingatanku, biarlah nanti juga kedua orang tuanya datang kok bisa kecelakaan apakah tidak begitu hati-hati sampai bisa seperti itu aku lihat mobilnya begitu hancur dan gadis itu tidak bergerak sama sekali.


" Arfan, hari ini kita hanya mengecek semua menyangkut keuangan dan pembayaran gaji semua karyawan, aku tidak tahu nanti ayah mertua datang atau tidak tapi aku harap hari ini bu Anjani tidak datang keperusahaan biar semua rencana kita berjalan dengan baik takutnya kalau bu Anjani datang dan dia tahu kita ada disini pasti dia punya cara untuk mengagalkan semuanya."


"Loh, Tuan bukannya perusahaan ini sudah di sita kenapa nyonya Winata masih datang kesini, nyonya Winata tidak punya hak apa pun lagi disini"


" Kata siapa perusahaan di sita oleh bank asisten Arfan? Yang di sita itu semua asetnya tapi kalau ibu anjani berpikir kalau perusahaan sudah di situ berarti bagus dong biar dia tidak datang, lagi semua asrt itu hanya akal-akalan saja tapi sebenarnya tidak disita, tapi kita waspada saja karena bisa jadi karyawan belum pada tahu kalau ternyata bu Anjani sudah tidak berhak datang perusahaan lagi, dan satu lagi tolong hubungi sekretaris Alea dan sampaikan kalau hari ini kita melakukan meeting mendadak jadi kumpulkan semua para petinggi yang nasih ada di perusahaan"

__ADS_1


"Baik Tuan."


Tidak lama kemudian mobil berhenti tepat didepan loby utama perusahaan ayah mertua, ini pertama kalinya aku menginjakan kaki di perusahaan ayah mertua ternyata perusahaan ayah mertua juga sangat besar, ya tidak heran juga karena perusahaan terbesar kedua di bawah perusahaan Adinata jadi sebenarnya ayah mertua sangat hebat hanya saja menikah dengan istri yang serakah jadi hancur semua.


Aku langsung perbaiki jas ku dan keluar dari mobil, ternyata tanpa aku duga semua karyawan berbaris di loby dan memberikan hormat padaku. Membuat aku terharu.


"Selanat datang Tuan muda, selamat bergabung di perusahaan ini" ujar semua karyawan kompak ada tiga orang sudah menungguku sepertinya mereka ini adalah orang penting di perusahaan ini, tapi diantara mereka bertiga hanya dua yang memberikan senyum tulus sedangkan satu lagi dia memandang sinis kearah ku, aku bisa menangkap tatapan tidak suka, tapi aku santai saja.


"Wah....tanpan sekali Tuan muda Dava ini pertama kalinya loh aku nelihat secara langsung ternyata sangat tanpan aduh jadi patah hati deh, Tuan muda kan sudah punya istri" ujar salah satu karyawan


"Husss! Jangan kencang-kencang nanti didengar oleh Tuan muda kita bisa di pecat, tapi iya sih tanpan sekali beruntung banget istrinya" sambung temannya.


"Selamat pagi semuanya" ujarku dan aku di apit oleh ketiga orang itu bersama Arfan dan jami masuk kedalam lift dan naik ke ruangan yang sudah di siapkan. Aku nendengar banyak berangapan komentara dari karyawan tentang diriku tapi aku diam saja.


*****


Hallo para pembaca setia, makasih banyak ya sudah mendukung dan membaca karya saya sejauh ini, walaupun banyak yang harus di revisi.


Tunggu ya kejutan selanjutnya yang mengiginkan bu Anjani disiksa oleh Tuan Winata, baru di penjara tunggu di bab selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2