
Bukan Tuan Adinata namanya kalau tidak bisa mengelabui kelicikan bu Anjani masa ulat bulu mau lawan ular Naga tidak sebanding dong.
Tuan Adinata memandang Kris dan bertanya sudah berapa lama ia bekerj dengan Tuan Adinata. Membuat Kris jantungan, masa sekretarisnya bisa meragukan kekuasaan Tuan nya rasa lucu
"Kris..sudah berapa lama kamu kerja bersama dengan saya disini apakah kamu masih meragukan kehebatan saya Kris memang saya akui saya gagal dulu tapi sekarang saya tidak mau gagal lagi Kris?" tanya Tuan Adinata.
"Su, sudah lima tahun Tuan, maafkan saya Tuan karena saya sudah lancang " jawab Kris gugup.
"Sudah lima tahun tapi kamu belum mengenal siapa saya? Kamu tahu Kris saya Edy Kusnady Adinata tidak pernah gagal dalam menghadapi masalah apapun jadi pantang jika saya tidak bisa menghancurkan seorang wanita lemah seperti nyonya Winata,"
"Kamu tenang saja Kris tunggu saja perintah dari saya, perusahaan Winata grup itu sudah ada di tangan saya, saya lakukan itu bukan semata untuk keluarga Adinata tanpa perusahaan itupun kekayaan keluarga Adinata tidak akan habis, hanya saja itu hak putry mantu saya jadi saya akan berusaha untuk mengambilnya."
"Baik Tuan saya mengerti, saya tahu kehebatan Tuan" ujar Kris
"Sekarang kamu boleh pergi ke ruangan kamu tinggalkan saya disini dulu karena ada yang mau saya lakukan, tunggu saja nanti jika saya butuh sesuatu pasti saya akan memanggil kamu"
"Baik Tuan saya parmisi." ujar Kris keluar dari ruang meeting.
Kris berlalu pergi meninggalkan Tuannya didalam ruangan, Tuan Adinata meraih hpnya yang masih terletak di atas meja dan membuka galeri ia memandang sebuah foto seseorang didalam hp dan mengelus layar hpnya "Nak...seandainya waktu itu kamu tidak di bunuh oleh orang jahat itu mungkin kamu masih hidup sampai sekarang. Kamu lihat adik kamu sekarang dia sudah bahagia dengan istrinya ayah merasa gagal menjaga kamu sehingga kamu sudah pergi meninggalkan kami semua".
"Ayah benar-benar merasa tidak berguna setelah kepergian kamu nak tapi kamu tenang saja disana ya ayah akan mencari keadialan untukmu, waktu itu ayah lengah jadi kamu yang jadi sasaran manusia penjilat itu. Jika suatu saat nanti ayah mengetahui tempat persembunyian mereka akan ayah bakar sampai habis."
__ADS_1
"Setelah kematian kamu disitu juga bersamaan dengan menghilangnya paman angkat kamu dari rumah nak, ayah Curiga dia dalang dari semua ini karena mungkin dia sakit hati dengan ayah, karena waktu itu kakek kamu mengangkat ayah jadi CEO perusahaan , sedangkat paman kamu sebagai wakil direktur jadi paman kamu gak terimah"
"Padahal menurut ayah jabatan itu sudah lebih dari cukup karena paman kamu hanya anak angkat yang di temukan kakek kamu di jalan. Dan membawahnya kerumah tapi dia mau mengambil posisi ayah kamu sebagai CEO namun harapan ayah semoga semua yang terjadi sama kamu bukan dia dalang di balik ini semua ya nak."
"Selama ini semua orang tahu kalau saya hanya memiliki satu orang putra tapi mereka tidak tahu kalau saya juga memiliki seorang putry cantik tapi sayangnya, saya waktu itu tidak menyadari ada musu didekat saya jadi saya lengah menjaga putry saya dengan sadis dan keji mereka merendahkan putri saya. Dengan di perkosa dan disiksa baru dibunuh. Mereka sangat kejam dan sadis nak mereka memperlakukan kamu seperti perempuan tidak punya harga diri "
"Namun untungnya saya sudah tumpaskan semua orang yang terlibat tapi sayangnya bosnya dan salah satu pelaku berhasil lolos sampai sekarang ayah belum tahu siapa pelaku utamannya, saya hanya kuwatir Dava sudah kembali bersama dengan istrinya takutnya sewaktu-waktu mereka kembali keluar dari mengincar Dava dan Dinda saya akan mempertaruhkan nyawah saya untuk kedua anak saya."
Flashback
Waktu itu suatu pagi di kediaman keluarga Adinata seorang anak gadis baru berusia lima belas tahun bersiap untuk pergi ke sekolah. Biasanya pengawal atau Tuan Adinata sendiri yang mengantarkan Hawari ke sekolah yang masih duduk di bangku SMA kelas satu saat itu.
Namun entah kenapa tidak seperti biasanya paman Admaja menawarkan diri untuk mengantarkan Hawari ke sekolah, karena tanpa curiga sedikit pun Tuan Adinata menyetujuinya pikirnya Tuan Admaja tidak mungkin melakukan kekerasan terhadap putrynya karena bagaimanapun Tuan Adjama adalah paman Hawari. Tapi nyonya Ziya justru ragu. Tapi mau bagaimana lagi kalau sudah di setujui oleh sang suami jadi mau gak mau nyonya Ziya mengikuti perintah suaminya.
Biar jelas kenapa Dava tidak sedikitpun menyingung soal kakak perempuannya, karena Dava tidak mau mengingat kembali masa kelam yang sangat menyakitka itu saat melihat Kakak kesayanganny berpamitan ke sekolah tapi pas pulang sudah tidak beryawa. tiga hari kemudia sudah di temukan tewas di gedung tua terbaring kaku sudah tidak bernyawah dengan banyak luka di tubuhnya.
Hawaria pamit pergi sekolah sampai sore tidak kunjung pulang padahal biasanya Hawari pulang dari sekolah tidak pernah telat dan pada saat pengawal pergi mencari Hawari di sekolah ternyata katanya sudah pulang di jemput oleh pamannya.
Namun pada saat pamannya di tanya katanya dia tidak pergi jemput Hawari hanya antar. Hari itu nyonya Ziya menangis histeris begitu juga Dava sedangkan Tuan Adinata mengerakan semua pengawal dan polisi untuk mencari Hawari selama dua hari tidak ketemu mereka sudah putus asa namun Tuan Adinata tidak menyerah.
Pada hari ketiga saat semua siap untuk kembali mencari Setiap tempat yang belum di datangi, tiba-tiba paman Admaja datang dan melaporkan kalau ada orang yang menemukan seorang gadis di dalam gedung tua.
__ADS_1
"Edy.. Kalian tenang dulu tadi saya dapat telpon dari seseorang katanya mereka ketemu dengan seorang gadis di gedung tua di pinggir kota dalam keadaan tidak bernyawa"
"Kalau begitu segerah kita kesana kerakan semua pengawal dan juga polisi"
"Pah, ibu ikut"
"Jangan bu, lebih baik ibu dirumah dengan Dava"
"Gak pah ibu harus ikut ibu tidak mau, ibu harus pastikan kalau itu bukan putry ibu karena putry ibu dimana masih hidup hiks... Hikssss"
Karena Tuan Adinata tidak tega melihat istrinya akhinya dengan berat hati mengijinkannya istrinya ikut karena dalam hati kecil Tuan Adinata tahu kalau berita itu benar. Pasti itu putrynya dan bisa jadi benar juga kalau sudah tidak bernyawah.
Sebenarnya dalam hati Tuan Adinata menangis tapi sebagai seorang suami dan seorang ayah harus kuat biar bisa memberikan kekuatan kepada istri dan anaknya.
Mereka semua berangkat ke lokasih tersebut yang sudah di berikan alamat tersebut sayangnya pada saat rombongan dari Tuan Adinata sampai tidak ada seorangpun ada di lokasih tapi nemang benar ada gedung tua.
Tuan Adinata tidak mau menunggu lama lagi dan langsung menerobos masuk kedalam gedung itu ternyata gedung itu sangat luas dan terdapat beberapa kamar.
"Kalian dengarkan saya baik-baik disini banyak kamar kita harus hati-hati dan siap siaga bisa jadi ini jebakan untuk kita dan kita bisa masuk kedalam perangkap mereka."
"Siap Tuan"
__ADS_1
"Kita harus bagi empat kelompok satu kelompat menjaga di luar, sekeliling satu di lantai bawah dan dua kelompok lagi naik ke atas untuk memeriksa semua kamar karena saya yakin nona Hawari bisa jadi di atas kalau memang benar ada disini"