
Akhirnya acara makan malam selesai juga, kami masih ngobrol sebentar karena karena masih ada yang di bicarakan, lantaran ini pertama kalinya ayah mertua datang jadi biasa kalau bapak-bapak sudah ketemu banyak sekalu yang harus dibahas.
Setelah acara makan malam selesai sekitar jam sepuluh kami semua bubar, aku langsung mengantar Dinda ke kamar dan aku menyuruh Dinda istirahat karena ada misi kami yang tidak perlu di ketahui Dinda. Ayah mertua menawarkan diri untuk antar pulang tante Riska ternyata tante Riska juga tidak menolak dan untung Rafa juga tidak keberatan, karena kebetulan Rafa bersama kami untuk pergi nanti ayah juga sudah mengantar ibu kekamar biasalah kalau sudah punya istri harus sabar tunggu sampai mereka tidurbaru bisa bergerak.
Kalau nanti saat mereka bangun dan bertanya dari mana itu soal belakang nanti baru di jawab yang penting sekarang mereka istirahat dulu biar kami bisa pergi. Kami sudah janjian dengan ayah mertua untuk menunggu di tempat yang sudah di janjikan, begitu juga dengan beberapa pengawal kami bawah...tidak perlu banyak cukup kami saja, pak Erik, asisten Arfan, Gama, Rafa ayah dan aku terus pengawal.
Dinda maunya aku juga ikut istirahat tapi aku berpikir kalau aku ikut istirahat takutnya aku bangun besok paginya hehehe....jadi aku alasan masih ada kerjaan diruangan ayah padahal aku juga punya ruang kerja sendiri.
"Mas ikut istirahat lah kenapa mas hanya biarkan Dinda istirahat sedangkan mas tidak. Ini sudah malam kenapa mas belum tidur" tanya Dinda penuh selidiki istriku kayak penyidik aja menginterogasi pelaku.
"Sayang kamu duluan istirahat ya soalnya mas ada kerjaan di ruangan ayah mas harus menyelesaikannya sayang" ujarku Dinda langsung menaikan kedua alisnya tidak percaya begitu saja.
"Bukannya mas punya ruang kerja sendiri kenapa harus ke ruang kerja ayah, pasti ayah juga sibuk mengerjakan pekerjaannya." ujarnya
"Justru ini kerjaan harus sama ayah sayang jadi istirahatlah" ujarku akhirnya Dinda juga tidak bertanya lagi dan langsung istirahat karena aku tahu dia juga sudah ngantuk.
Maafkan mas ya, istriku. Mas terpaksa bohong sama kamu karena kalau nas jujur kamu pasti ngotot mau ikut, kamu agak sedikit keras kepala soalnya hehe...suami kamu ini tidak mau terjadi sesuatu sama kamu nanti, ini untuk kebaikan kamu lagian ayah dan ayah mertua juga tidak mengijinkan kamu ikut. Kamu lagi hamil jadi harus jaga kesehatan dan janin kamu.
__ADS_1
Aku hanya ngoce dalam hati saja mana berani aku keluarkan nanti harimau betinaku dengar bisa mampus aku.
Untung tidak lama kemudian istriku tertidur baguslah akhirnya aku sudah lolos, lagian sudah setengah sebelas jadi sudah pas waktu untuk pergi dengan pelan aku bangkit dari dudukku dan mengambil topi, jaket dan alat yang bisa melindungi diri ini, aku keluar dari kamar dan aku kunci pintu dari luar karena aku tahu istriku kalau sudah tidur dia tidak bakal bangun kalau bukan sudah pagi.
Aku juga tetap waspada memang sulit untuk penjahat masuk kesini, tapi harus berjaga-jaga karena adakalahnya orang yang kita anggap baik dia juga yang akan mencelakai kita.
Saat aku turun kebawah ternyata semua sudah siap, aku terpana dengan penampilan ayah, karena jarang sekali ayah berpenampilan seperti ini.
"Tumben ayah tanpan sekali malam ini karena penampilan ayah biasa saja, ayah yang biasa hari-hari pakek jas sekali pakek pakian biasa seperti ini ternyata tanpan sekali."
"Hahaha kamu baru akui kalau ayah kamu ini memang sangat tanpan nak," ujar ayah.
Karena ayah mertua sudah pergi dengan Reno dan tiga pengawal jadi cukup kami sudah atur strategi agar tidak ketahuan.
"Yuk...kita berangkat, karena besan pasti sudah menunggu disana, atau besan masih dirumah Rafa" ujar ayah jailin Rafa.
"Tidak masalah om kalau ayah Evan ada dirumah, biar ada yang menjaga ibu kelak nanti jika Rafa sudah menikah dan sibuk dengan keluarga sendiri kasian ibu tidak ada teman. Rafa juga pengen ibu bahagia karena semenjak kepergian ayah mungkin ibu sangat mencintai ayah makanya banyak pria yang datang mendekati ibu, tapi tidak ada satupun yang berhasil mengambil hati ibu. Padahal mereka bukan pria sembarangan tapi ibu selalu menolak.
__ADS_1
Jujur Rafa tidak keberatan kalau ibu menyukai ayah Evan dengan senang hati Rafa menerima ayah Evan sebagai ayah sambung, karena kita disini semua sudah dewasa dan mengerti bagaimana perasaan seseorang dan tingkahnya saat bertemu dengan orang menurutnya menarik. Rafa lihat sepertinya baik ibu maupun ayah Evan mereka saling menyukai apa salahnya kalau mereka bersatu."
Kami semua yang mendengar penuturan Rafa terkejut tambah terharu banget dengan pikiran Rafa yang menurutku dewasa, memang benar apa yang di katakan Rafa selama ini tante Riska sama sekali tidak mau membuka hati untuk pria manapun, padahal banyak pria yang sudah mendekati tante Riska tapi tante Riska justru tidak berikan respon apapun.
Padahal tante Riksa cantik dan awet muda lebih muda umur tante Riska dari pada ibu makanya tante Riska selalu memanggil ibu dengan sebutan mbak, kalau sering bercanda dengan ibu di panghil jeng, aku juga terkejut tadi melihat reaksi tante Riksa saat kedatangan ayah mertua kayak salah tingkah.
"Aku sangat setujuh Raf kalau kamu mau ayah mertua ku jadi ayah sambung kamu karena aku sudah perna tinggal dengan beliau jadi aku tahu seperti apa sikapnya ayah mertua sangat baik, jadi cocok dengan tante Riska, percayalah pasti tante Riska akan bahagia bisa menikah dengan ayah mertua dapat suami yang baik dan lembut." ujarku
"Iya nak Rafa, om juga setujuh kalau kamu jadi kakak laki-laki bagi Dinda itu artinya banyak yang menjanganya, jadi tidak ada yang berani menyakiti Dinda dengan Dea lagi, begitu juga Riska pasti di bahagiakan oleh ayah mertua Dava."
Kan, gara-gara asyik ngobrol karena terlena dengan curahan isi hati Rafa kami lupa pergi jadinya.
"Kita jadi pergi tidak? kalau pergi ayok, kalau tidak bilang biar aku tidur ngantuk." ujarku akhirnya kami keluar dari rumah dan ternyata kedua mobil sudah disediakan oleh pengawal, kami langsung masuk kedalam mobil dan berlalu pergi tapi sebelum pergi aku ingatkan pengawal yang masih menjaga dirumah untuk tetap hati-hati dan kalau ada apa-apa tinggal hubungi saja.
Mobil kami menyapuh jalanan yang sepih, ya sudah jam sebelas malam makanya sangat sepih hanya satu-satu kendaraan yang lewat angin malam menusuk di pori-poriku, dari tadi Gama bertanya mau kemana aku tidak memberitahunya biarlah nanti sampai di TKP baru dia tahu kami ngapain.
"Kakak Dava sebenarnya kita kemana sih kok kakak tidak beritahu Gama, Gama juga mau tahu"? tanya Gama.
__ADS_1
"Iya sama aku juga belum tahu kita mau kemana dan mau ngapain atau jangan-jangan Gama, tanpa kita berdua tahu, kita mau di sembeli, makanya tidak ada yang mau memberitahu kita berdua bukannya saat kita tanya justru Dava diam saja tidak mau menjawab."
Astaga kedua orang ini bisa-bisanya berpikir sejauh itu siapa juga yang mau menyembelih mereka ane deh, tapi ngakak bilang sembeli.