
Aku langsung menatap om Angga dengan tatapan tajam begitu juga om Angga menatap aku dengan tatapam amarah , mungkin om Angga marah karena dengan terang-terang aku menolak tunangan dengan putry nya, orang tua macam apa seperti itu punya pemikiran kok jahat sekali tidak punya hati.
Apakah dia tidak melihat ada istri di samping dengan perut membuncit, sehingga mata hatinya tertutup dengan keserakahan sampai melakukan segalah cara untuk mendapatkan pujian.
Seandainya Aisya di posisi Dinda terus di paksa suaminya tunangan dengan wanita lain, bagaimana perasaannya pasti dia merasa tersakit dan merasa direndahkan. Begitu juga posisi ayah mertua kalau seandainya om Angga di posisi ayah mertua bagaimana putri nya di hina dan di rendahkan pasti om angga tidak terimah.
"Om...saya mau tanya, seadainya nona Aisya sudah punya suami dan suaminya nona Aisya di paksa oleh orang tua wanita lain untuk bertunangan dengan wanita itu yang tidak ia cintai, bagaimana perasaan anda om Angga dan bagaimana perasaan anda nona Aisya? apakah anda terimah di perlakukan begitu? " tanyaku.
Aku hanya mengetes mereka untuk tahu jawabannya, aku penasaran jawaban apa yang akan mereka berikan. Istrinya om Angga dari tadi tidak mengeluarkan sepata kata pun padahal putrynya sudaj mendapatkan tamparan berulang kali dari Dinda.
Semua para tamu undangan juga mulai memberikan beragam komentar mengenai sikap om Angga dan Aisya.
__ADS_1
"Hehehe...Tuan Dava bicara apa, jelas saya tidak terimah putry saya di perlakukan seperti itu. Apalagi suaminya sudah punya istri mana mungkin dia mau tunangan denga wanita lain apalagi menikah, saya sebagai orang tua tidak relah putry saya di perlakukan seperti itu, jika ada orang seperti itu akan saya mempermalukan dan membuatnya menderita, karena sudah berani mengamggu ketenangan rumah tanggah putry saya" ujar Om Angga tidak sadar jawabannya menjadi bumorang bagi dirinya sehingga jadi batu sandungan didepan semua orang.
Prokkkk...prokkkk.....!
"Hebat ya Tuan Angga, anda tahu tidak makna dari pertanyaan menantu saya, bahwa anda orang tua tidak punya hati dan putry anda adalah wanita rendahan yang ingin merebut suami orang, anda tahu menantu saya sudah punya istri tapi anda masih memaksa menantu saya untuk bertunangan dengan putry anda dimana hati nurani anda, kata seandainya tafi di lontarkan oleh menantu saya itu adalah anda.
Anda sudah tahu bahwa menantu saya sudah punya istri tapi anda dan putry anda masih memaksa untuk menikahkan putry anda dengan menantu saya, berarti sekarang sesuai dengan perkataan Anda bahwa orang seperti itu harus di permalukan" ujar Ayah mertua, seketika om Angga menunduk malu mendengar penuturan ayah mertua.
"Om, tante Aisya mohon restui aku dan Dava, Aisya sangat mencintai Dava, Aisya menyesal menolak perjodohan waktu itu dengannya, sekarang Aisya sadar kalau jodoh Aisya adalah Dava om, tante jadi tolong restui kami. Aisya janji akan menjadi menantu yang baik melebihi perempuan ini, bukankah dulu tante merestui hubungan kami kenapa sekarang tante tidak merestui kami, dan Dava kan orang kaya jadi bisa menikah dengan siapa saja selagi Dava masih sanggup" Ujar Aisya.
"Nona Aisya, saya pikir kamu berpendidikan tinggi jadi kamu sudah paham tapi ternyata tidak, kamu seorang perempuan sama seperti menantu saya dimana letak hati nurani kamu? Tidak mungkin saya merestui putra saya tunangan dengan kamu sedangkan saya sudah punya menantu yang cantik, pintar dan baik hati bahkan sebentar lagi saya sudah punya cucu jadi tolong berhenti dengan sifat gila kamu untuk memaksa menikah dengan putra saya. Karena sampai kapanpun saya tidak akan setujuh, yok pah,nak kita pulang untuk apa kita masih kesini tidak penting" ujar ibu menarik tangan ayah dan mengajak kami pergi
__ADS_1
"Tuan Adinata, anda seorang pengusaha yang sukses tapi anda tidak punya hati, putry saya sudah memohon tapi anda sama sekali tidak menghiraukannya, baiklah tidak masalah tapi kita lihat saja kedepannya seperti apa, lagian perusahaan kita juga masih kerja sama semoga selepas dari masalah ini mereka semakin akrab dan kedepannya mereka menjadi lebih baik. Saya yakin setelah mereka sering bertemu pasti ada timbul benih cinta di hati mereka" ujar om Angga.
Kami semua sudah melangkah pergi namun karena perkataan om Angga, langkah kakiku kembali berhenti dan menoleh ke arah om Angga dan putry nya yang sedang berdiri menatap kami.
"Hehehe...maaf om Angga saya tidak ingin berurusan dengan anda lagi, jadi lebih baik mulai sekarang kita batal kerja sama agar tidak ada ikatan di antara kita. Karena saya juga tidak ingin di nganggu oleh siapa pun termasuk nona Aisya, secepatnya pak Erik akan mengirim berkas pembatalan kerja sama kita, karena saya tidak mau kerja sama dengan seseorang yang hanya mememntingkan kebahagiaannya dan mengorbankan kebahagiaan orang lain." ujarku
"Apa...batal kerja sama...tidak bisa Tuan muda Dava kenapa harus membatalkan kerja sama. Ingat saya dengan Tuan Adinata kerabat dekat, jadi tidak semuda itu kita memutuskan kerja sama, saya tidak bisa menerimah ini, dan kita akan mengalami kerugian yang sangat besar Tuan Adinata kenapa hanya diam saja, tolong ajari putry anda agar jika bicara dengan orang Tuan lebih sopan, masa Tuan muda Dava memutuskan kerja sama sepihak. Anda lebih berkuasa dari pada Tuan muda seharusnya anda yang ambil keputusan bukan Tuan muda Dava." ujar Om Angga.
"Maaf Tuan Angga saya tidak bisa berbuat apa-apa jika putra saya sudah berkata demikian karena perusahaan pusat sudah di pimpin oleh putra saya jadi itu hak putra saya bukan hak saya lagi, jadi apapun keputusannya saya ikut saja karena mungkin itu yang terbaik. Sekarang urusan Tuan Angga dengan putra saya bukan dengan saya lagi karena semua harta yang sayq miliki adalah milik putra saya" ujar ayah.
Om Angga dan Aisya seketika membulatkan mata mereka melotot ke arahku entah apa yang ada didalam pikiran mereka, mungkin mereka tidak percaya kalau sekarang aku yang menjadi pemimpin di perusahaan pusat bukan ayah lagi.
__ADS_1
"A....apa! Jadi Dava sudah menjadi Ceo di perusahaan Adinata grup? Wah hebat sekali ya Dav, itu yang membuat aku tidak bisa melupakan kamu karena kamu pria idaman semua wanita, bagus juga tuh" ujar Aisya.