Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
366


__ADS_3

Lexza memberontak, akhirnya tanganya sakit karena ikatan rantai yang di tangannya makin mengencang hal itu membuat Lexza kesakitan, tahu rasa siapa suruh memberontak, benar kata ayah mertua lebih baik, ayah mertua tidak datang sekalian dari pada melihat sih Lexza jadi tidak tega.


Kalau Dinda sangat bedah jauh orangnya, dia tidak pandang bulu siapa dia, jika orang itu sudah melakukan kesalahan yang fatal, biar dia saudara pun Dinda tidak menghiraukannya, apalagi sekarang Lexza yang sudah sejak dulu menyiksa Dinda sampai Dinda keguguran. Aku tidak jamin Lexza masih tetap di biarkan hidup kalau sudah di tangan harimau betina ku hehehe.


" Hey....jangan teriak-teriak namaku disitu, Hehehe jangan harap ayah datang menyelamatkan kamu, jadi lebih baik kubur dalam-dalam harapan palsu kamu itu karena mau sampai kamu berteriak sampai putus nafas kamu juga. Ayah tidak akan datang menolong kamu, ingat Lexsa sudah berapa banyak kejahatan yang sudah kamu lakukan, oh ya, aku lupa kemana suami tercinta kamu itu? kok dia tidak datang menolong kamu?.


Bukankah selama ini dia yang selalu membela kamu dan menjadi pahlawan kesiangan kamu, walaupun kamu itu salah tapi dia justru selalu membela kamu, dan giliran sekarang kamu seperti ini dia justru menghilang seperti di telan bumi, suami macam apa itu. Parasit dan pengecut.


Aku ingatkan kamu Lexza, hari ini adalah hari dimana kamu akan menyusul ayah kamu jadi jangan banyak bicara, jika ada yang ingin kamu sampaikan silahkan karena tidak ada pahlawan yang akan menolong kamu jadi lebih baik kamu berdoa agar ada keajaiban membeskan kamu dari sini" ujar kakak Dea


Ternyata benar apa yang di katakan ayah mertua, kalau ayah mertua datang kemungkinan besar kami akan selisi pendapat. Karena ayah mertua memang masih menyayangi Lexza biarpun sudah banyak kesalahan yang Lexza lakukan, aku tidak menyalahkan ayah mertua. Karena ayah mertua adalah ayah yang baik jadi pasti dia menyayangi Lexza sama seperti kakak Dea dan Dinda.


Memang Lexza bukan anak kandung ayah mertua tapi ayah mertua memyayanginya, kalau seandainya Lexza tidak mengikuti kelicikan bu Anjani, mungkin Lexza tetap di anggap anak oleh ayah mertua dan kakak sama kakak Dea dan Dinda. Hanya saja Lexza juga jahat dan di tambah lagi Lexza anak dari pria yang sangat aku benci.


Dinda tidak banyak bicara lagi, mungkin sudah cape berdebat dengan Lexza jadi Dinda sampai berdiri di depan Lexza langsung melayangkan satu tamparan tepat di wajah Lexza membuat Lexza meringis kesakitan.


Plakkkk!

__ADS_1


"Kamu tahu Lexza? Aku tidak ada niatan untuk menghabisi kamu, jika kamu tidak menyengol keluarga kecil ku, aku pikir setelah bu Anjani masuk penjarah kamu dan suami kami berubah tapi ternyata aku salah, kamu makin menjadi brutal bahkan kamu ingin menghabisi aku dan kedua anak ku. Maksud apa ha, bukankah anak pertama ku sudah kamu habisi sehingga dia tidak ada di dunia ini, tapi kamu belum puas jadi kamu mau cari masalah lagi." Bentak Dinda.


"Daciiih......aku tidak akan berhenti menganggu keluarga kamu yang sudah membunuh ayah kandungku, yang tidak bersalah itu padahal yang serakah dan egois itu adalah ayah mertua kamu yang kejam itu, dia sudah merampas semua harta ayah ku dan sekarang kamu juga turut menikmati bukan? Mantu dan mertua sama-sama kejam dan serakah"


Plakkkk....plakkkk!


"Sekali lagi kamu bicara, belati ini akan mengiris bibir kamu itu biar kamu langsung diam, seharusnya kamu cari tahu berita itu dengan jelas jangan hanya dengarkan dari sepihak siapa ayah kamu dan siapa ayah mertuaku, dasar anak haram. Ya tidak salah juga sih sifat putri nya brutal begini karena mengikuti jejak ayahnya yang serakah dan kejam, kamu mau tahu penjelasannya siapa ayah kamu? biar ayah mertua yang jelaskan biar kamu puas atau ada juga video disini, detik-detik terakhir ayah kamu menghembuskan nafas terakhir dia mengakui semuanya jadi mungkin kalian berdua senasib." Ujar Dinda.


Aku baru ingat sebelum Admaja meninggal, dia menitipkan sebuah surat untuk Lexza jadi untung aku juga bawah surat itu, biar Lexza membacanya entah apa isinya aku tidak tahu karena aku juga tidak perna membacah isi surat ini.


Sreeettttt....sreeeetttt!


"Argh....."


"Aku sudah peringatkan kamu untuk diam bukan? tapi kamu tidak mau dengar-dengaran itulah akibatnya, mau aku hancurkan wajah kamu yang sudah kusut ini, masih beruntung aku berikan kesempatan untukmu sebelum kamu meninggal biar kamu tahu siapa yang salah dan siapa yang benar. Dan kamu pengawal tidak tahu diri, kamu datang ke rumah dengan dalil minta di kasih hani untuk berikan pekerjaan karena keluarga kamu tidak makan, ternyata kamu seorang penghianat, tunggu bagian kamu ya. Kamu tidak perlu melihat cukup mendegar saja karena kamu akan mendapatkan lebih dari ini." Ujar Dinda.


Dorrrrrrr....dorrrrrrr!

__ADS_1


"Argg...!"


Seketika Dinda keluarkan pistolnya dari pinggangnya dan menembak kedua kaki Marlan, sampai Marlan berteriak begitu juga kedua orang tuanya dan adiknya.


Sadis sekali istriku kalau dia sudah marah tanpa basa-basi dia menghabisi semua orang yang jahat dengannya.


"Pengawal...habisi saja dia tidak perlu aku yang turun tangan karena aku hanya mengurus perempuan sinting ini, silahkan kalian dengar aba-aba aja dari Tuan muda dan ayah."


Dinda tidak mau mengurus Marlan karena Dinda lagi sibuk dengan Lexza saja, padahal sudah dua kali tembakan di berikam oleh Dinda tepat di kedua kaki Marlan.


"Nyonya tolong jangan sakiti putra saya, ampuni dia Nyonya aku mohon" ujar ibu Marlan.


"Ibu maafkan aku, aku tahu seperti apa hati seorang ibu terhadap anaknya tapi ini adalah syarat mutlak saat masuk ke keluarga kami, kalau anak ibu di bebaskan dan tidak di kasih hukuman nanti kedepannya ada lagi penghianat di kediaman kami.", ujar ku.


"Biar aku kasih tahu ibu, apa yang sudah anak ibu lakukan, yang pertama dia sabotase mobil aku dan hampir sedikit aku meninggal karena terbakar didalam mobil, yang kedua dia meneror aku sampai beberapa kali, yang ketiga dia berani mengacaoukan acara besar kami dengan membakar pavilliun, dan yang terakhir kalau pengawal yang lain tidak menangkap dia, berarti dia menculit salah satu anak ku dan ingin membunuhnya, apakah masih pantas di maafkan, habisi dia pengawal." ujar Dinda.


Ayah maju mendekat ke hadap Lexza dan menatap Lexza dengan intens aku tahu maksud ayah, sekarang ayah ingin menjelaskan semuanya kepada Lexza setelah itu baru aku berikan suratnya dan selesai terserah apa yang ingin di lakukam Dinda terhadapnya aku pasrah. Karena dulu Dinda yang merasakan seperrti apa penyiksaan yang di lakukan Lexza terhadapnya.

__ADS_1


__ADS_2