Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
200


__ADS_3

Aku bangkit dari tidurku dan menghampir istriku yang masih berdiri di balik pintu dengan sedikit terbuka hanya kepala dan tangannya yang nongol.


"Mas, tolong ambilkan Dinda baju dulu tadi Dinda salah ambil" ujarnya, aku berpikir mungkin benar Dinda salah ambil jadi aku tidak banyak tanya karena aku takut istriku kelamaan didalam kamar mandi, aku bangun dari pembaringanku gegas ambil baju yang Dinda minta, aku asal ambil saja karena kalau aku lihat semua pakian yang ada di lemari itu sama tidak ada bedahnya. Setelah aku ambil langsung menuju ke depan kamar mandi dan menyodorkan kepada istriku.


"Ini sayang mau mas gendong gak, kalau mau biar mas gendong" Aku sengaja menawarkan diri untik mrngedongnya tapi langsung di tolak oleh istriku katanya nanti banyak modus.


"Tidak perlu mas nanti banyak modus...Dinda sudah tahu modus mas, katanya gendong tapi ujungnya Dinda yang gendong mas"


Hahaha....asli ngakak mendengar perkataan istriku, dia sudah bisa membaca gerak-gerik aku. Tahu aja dia aku banyak modus aku baru saja ingin melangkah pergi Dinda kembali teriak katanya salah ambil baju kok bisa sih.


"Mas bukan ini bajunya yang Dinda minta, mas salah ambil cari lagi yang lain mas masa Dinda pakek ini sih malu ah" baju apa sih kok bisa dia bilang malu sama suami sendiri astaga Dinda...Dinda.


"Sayang memangnya baju seperti apa lagi kok malu sama suami sendiri sih, mas suami mu loh apalagi yang tidak mas lihat dari kamu, keluarlah sayang pakek itu saja" aku bicara denganya tapi tanganku kembali memeriksan semua pakian yang ada didalam lemari karena aku penasaran, ya ampun dasar Arfan kurang ajar...bisa-bisanya dia belikan semua pakian yang ada di dalam lemari adalah pakian kurang bahan tipis kalau lihat tembus pandang.


Tapi aku kembali berpikir lagi mantap juga jiwa asistenku ini tahu dia kalau aku suka seperti itu bagusnya jadi hari ini aku kurung istriku dikamar saja. Ini bisa melancarkan secepatnya ada Dava junior nih. Ini suatu keberuntungan untukku tapi sepertinya ini ula ibu juga deh heheh...aku senyum-senyum sendiri.


"Sayang keluar saja pakek itu karena ternyata pakian yang ada didalam lemari sama semua tidak ada bedahnya...lagian apalagi yang mau kamu tutup dari mas sayang semua itu mas sudah lihat dan menikmatinya."

__ADS_1


"Aduh...dasar suami genit...atau jangan-jangan ini kerjaan mas biar nanti kita tidak bisa kemana-mana karena tidak ada baju"? Nah..kan, jadi aku yang di tuduh sama Dinda padahal aku juga tidak tahu apa-apa justru aku jadi kambing hitam.


"Sayang benaran mas tidak tahu apa-apa karena asisten yang mengurus semua, tapi bukankah ini bagus sayang biar kita lembur terus cepat dapat Dava junior...." aku melihat Dinda keluar dari kamar mandi dengan lingerie warna hitam tembus pandang dengan tergesa-gesah Dinda lari menghampiriku, dan langsung masuk kedalam selimut sedangkan rambutnya masih basah, aku merasa lucu lihat tingkahnya wajahnya merah merona seperti kepiting rebus.


Aku takut nanti sakit kepalanya karena tidak mengeringkan rabutnya jadi aku inisiatif bangkit dari dudukku dan mengambil hair dryer untuk mengeringkan rabutnya, setelah kering aku menyuruhnya untuk istirahat dan aku mandi kasian istriku dia sudah sangat capek kalau aku menambah bisa-bisa dia mandi berulang kali.


"Sayang tidurlah mas mau mandi dulu nanti mas selesai mandi baru mas istirahat." Dinda hanya mengangguk tapi sudah menyembunyikan tubuhnya didalam selimut.


Aku gegas kekamar mamdi untuk mandi, ternyata dia sudah menyiapkan air untukku makasih ya istriku sudah menyiapkan air mandi untuk suamimu. Yang pasti aku bicara sendiri di kamar mandi.


Aku keluar dari bathtub dan memakai kimono, saat aku keluar dari kamar mandi ternyata aku mendapati istriku sudah terlelap baguslah dia juga sudah sangat kelelahan. Aku buka salah satu lemari untung aku disiapkan Celana dan baju baguslah aku bisa keluar kalau ada apa-apa kalau tidak juga tinggal hubungi asisten atau pihak hotel.


Saat aku asyik memilih baju dan celana pintu utama di ketuk pasti itu staf hotel atau asisten karena sebenarnya tadi makan siang, hanya kami sudah melewatkan makan siang gara-gara kami berdua lembur cari Dava junior heheh...jadi pintu di ketuk juga tapi aku tidak respon.


Aku cepat ganti baju dan langsung buka pintu pake remote ternyata benar asisten dan beberapa staf ada berdiri dengan membawah berbagai makanan, tapi sayangnya aku tidak lapar dan Dinda juga tidur.


"Maaf...Tuan muda manganggu....ini makan siang sudah siap karena tadi Tuan muda dan nona muda melewatkan makan siang" ujar asisten.

__ADS_1


"Tidak perlu karena saya masih kenyang dan nona muda juga baru saja istirahat jadi nanti setelah nona muda bangun baru saya akan memanggil kalian, jadi kalian boleh pergi"


"Tapi Tuan muda tadi di pesawat Tuan muda dan nona muda hanya sarapan jangan sampai Tuan muda sakit dan honeymoon terhalang, Tuan muda ingat pesan Tuan besar dan nyonya besar jika Tuan muda harus banyak makan agar bisa kuat dan bertenanga supaya saat pulang dari sini sudah ada Tuan muda kecil, saya dan nyonya besar sudah menyediahkan pakian perangsang untuk nona mudah semoga nona muda pake ya Tuan"


Mataku melotot sempurna mendengar perkataan asistenku jadi ini kerja,an ibu dan asisten hahaha...ngeri juga cara ibu ya. Untung asisten berbisik jadi yang lain tidak dengar tapi memang asisten kurang ajar berani bicara begitu sama aku.


"Mana pakian nona muda nanti besok mau keluar pakek apa jangan macam-macam nanti saya potong gaji kamu ya, dan sosl makanan tidak perlu bukankah kamu menyediahkan banyak cemilan jadi biar nona muda ngemil saja kalau bangun"


"Tidak apa-apa kalau Tuan muda potong gaji saya, karena saya nanti dapat gaji besar dari Tuan besar dan nyonya besar jika saya berhasil membuat Tuan muda dan nona muda mendapatkan Tuan muda kecil hahaha"


Ya Allah...bisa-bisa aku jadi gila menghadapi asisten macam ini, tensiku bisa naik kalau setiap menghadapai asisten begini. beraninya dia tidak takut aku potong gajinya justru dia kerja sama dengan ayah dan ibu kok jadi lucu sendiri...tapi mau bagaimanapun dia asisten yang paling baik dia nurut apa kata Tuannya.


"Terus mana pakian nona muda" tanyaku


"Tuan muda tenang saja saya sudah siapkan jadi nanti kalau besok sudah siap mau berangkat jam tujuh saya antar tapi hanya satu stel saja, nanti besoknya lagi satu karena pakian tidurnya sudah saya siapkan di lemari"


Ngeri punya asisten seperti ini hehehe.

__ADS_1


__ADS_2