
Bukkkkk...bukkkkkk!
"Argh.....!" Teriak bu Anjani.
Ayah mertua kembali membabi buta menghajar bu Anjani dengan cambuk, akhirnya bu Anjani jatuh tergeletak di lantai tubuhnya penuh dengan darah, kali ini suara bu Anjani tidak keluar hanya air mata yang mengalir begitu saja bercampur dengan darah membasahi pipinya, saat aku melihat bu Anjani sudah tidak berdaya dengan banyak bekas cambuk, dan disini mau aku jelaskan kalau cambuk yang di pakai ayah mertua bukan cambuk biasa tapi cambuk yang memiliki duri-durinya hal itu yang membuat tubuh bu Anjani yang kena cambuk lukanya sangat dalam.
Bu Anjani masih mengaduh kesakitan dan saat melihat ayah mertua berdiri tidak jauh darinya, bu Anjani berusaha ngesot mendekati kaki ayah mertua memohon ampun tapi sayangnya ayah mertua sama sekali tidak mengubris justru ayah mertua menendang bu Anjani sampai kembali tersungkur.
Ayah mertua membungkuk dan menatap bu Anjani dengan tajam penuh emosi sembari berkata lirih." Aku sudah lama mengetahaui kebusukan kamu di belakangku dan anak-anak, setiap kali aku ingin menyentuh kamu, kamu selalu beralasan kalau kamu capek, ok aku diam dan tidak memaksa kamu sampai aku menahan hasrat ku, tapi aku pura-pura tidak tahu apa-apa demi menjaga harga dirimu didepan anak-anak aku memperlakukan kamu seperti ratu, pernahkah aku kasar sama kamu? Perna tidak aku main tangan sama kamu tidak pernah.
Bahkan aku perna tangkap basah kamu ber**na di kamar tamu saat semua orang rumah pergi, termasuk aku waktu itu kamu pikir aku sudah benar-benar pergi padahal aku kembali untuk melihat apa betul kamu berbuat Zina dengan seorang pengawal yang bernama Budy. Aku juga masih tetap sabar walaupun hari itu aku pengen menghabisi kalian berdua saat itu juga tapi aku memikirkan perasaan Dinda dan Dea."
__ADS_1
" Namun ternyata aku salah semakin aku diam kamu semakin tidak bisa mengendalikan dirimu, kamu selalu gonta-ganti kalau kamu tidak senang dengan Budi berarti kamu dengan Ogen benarkah? akhirnya aku memutuskan untuk benar-benar tidak menyentuh kamu, tapi justru kamu malah senang. Seharusnya kamu sedih karena seorang suami tidak mau menyentuh istrinya karena apa? Kamu tidak bertanya dan tidak berpikir sampai disitu.
Namun suatu ketika aku tidak sengaja mendengar pembicaraan kamu dengan selingkuhan kamu untuk membunuhku, akhirnya aku membuat siasat ternyata kalian berdua yang masuk dalam perangkapku, apakah masih kurang kebaikan aku sama kamu Anjani!...seharusnya kamu tahu diri siapa kamu, jangan kamu pikir aku juga tidak tahu siapa Lexza, dan siapa ayah kandungnya aku tahu semua tapi aku memilih diam aku menutup semua itu rapat-rapat karena aku nenyayangi anak kamu itu, tapi ternyata aku salah".
"ku salah karena sudah memelihara dua ular berbisah didalam rumahku, sekarang dengarkan baik-baik tidak ada ampun untukmu, jika kamu tidak habis di tanganku kamu akan membusuk di penjara. Saat ini aku masih membiarkan putrimu berkeliaran dan melakukan sesuka hatinya tapi suatu saat jika dia macam-macam aku tidak segan membunuhnya dan sepupu kamu Usman dia juga akan menyusul kamu ke penjara."
Kasihan ayah mertua ternyata selama ini ayah mertua sudah mengetahui semua, tapi pura-pura tidak tahu agar Dinda dan kakak Dea tidak marah sama ayah, sehingga setiap berita yang disampaikan oleh kakak Dea, ayah pura-pura terkejut. Hebat sekali ayah bisa sesabar itu dengan bu Anjani bahkan sudah menangkap basa mereka, jadi ternyata pengawal yang di bayar oleh bu Anjani pengawal Budi,.
Pengawal Budi adalah seorang pria bertubuh tinggi putih dan memiliki janggut tipis sehingga membuatnya sangat berkarisma, kok bisa pengawal budi mau ya dengan nenek peot ini, gila selerah pengawal nenek-nenek. Bu Anjani yang mendengar perkataan ayah mertua terkejut dan menatap ayah mertua. Sambil mengekengkan kepala.
Plakkkk!
__ADS_1
Wah ternyata masih punya tenanga juga bu Anjani, aku dan Reno terus asisten Arfan saling pandang dengan reaksi bu Anjani. Karena ayah mertua emosi dengan teriakan bu Anjani akhirnya ayah melayangkan tamparan keras ke pipinya tidak sampai disitu ayah mertua kembali mencambuk bu Anjani sampai sudah tidak ber daya baru lah ayah mertua memanggil kami bertiga keluar.
"Nak Dava, keluarlah ayah minta tolong sama kalian bertiga pakekan juba ini ketubuh perempuan sialan, ini dan bawah dia keluar dari sini terus dudukan di mobil kamu Reno sama pengawal yang di bawah, ikat kedua tangannya kalau sampai di mobil ikat kedua kakinya dan sumpel mulutnya jangan sampai keluar suaranya.
Bawah dia ketempat dimana kekasih hatinya berada karena aku ingin menyiksanya didepan kekasih hatinya apakah pria yang dia cinta bisa menyelamatkannya atau tidak, dirinya saja tidak bisa di loloskan bagaiman dia bisa menyelamatkan perempuan tua ini"
Sadis ayah mertua ternyata siksaan disini belum cukup untuk ayah mertua jadi ayah mertua ingin menyiksa bu Anjani dihadapan Ogen, begitu juga sebaliknya, tapi kenapa ayah tidak menghukum sih budi juga ya bukankah dia juga bermain dengan bu Anjani?
Bagaimana reaksi bu Anjani ya saat tahu kalau Ogen di bekap di ruang bawah tanah, dan bagaimana reaksi Ogen saat melihat bu Anjani yang saat ini sudah di tangan ayah mertua.
Kami bertiga keluar dari kamar kayak di penjara oleh ayah mertua, di lantai sudah penuh dengan darah sedangkan bu Anjani tergeletak di lantai ayah mertua mengambil air minum dan menyiramnya ke wajah bu Anjani seketikan bu Anjani menjerit karena semua luka terasa peri.
__ADS_1
Pak Reno langsung mengambil juba itu dan di bantu oleh asisten Arfan untuk memakaikan ke tubuh bu Anjani. Ternyata ayah mertua sudah menyediakan semuanya, sengaja bu Anjani di pakaikan jubah agar karyawan tidak curiga lagian ini masih jam kerja sehingga karya pada sibuk dengan pekerjaan masing-masing, setelah selesai asisten Arfan di bantu pak Reno mereka menuntun bu Anjani masuk kedalam lift dan akan di bawah ke mobil sesuai instruksi ayah mertua,.
Sekarang tinggallah aku dan ayah mertua baru ayah mertua menghubungi ob untuk membersihkan ruangan sebersih mungkin, setelah datang ob dan ayah mertua memberikan peringatan kepadanya kami berdua menyusul kedua orang itu kemobil untuk memgantar bu Anjani ke tempat dimana Ogen di kurung.