Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
223


__ADS_3

Keesokan harinya aku bangun dengan tubuh yang agak sedikit sakit, mungkin karena pertarungan hebat semalam namun seketika aku langsung panik saat tidak mendapati istriku di kamar. Namun dalam kepanikan ku samar-samar aku mendengar suara seperti berasal dari kamar mandi aku langsung bangun dari tidurku dan gegas kekamar mandi. Ternyata benar istriku kembali mengeluarkan isi perutnya.


"Sayang, kamu kenapa tidak bagunin mas kalau kamu sakit. Jangan bikin mas panik begini sepertinya kamu masuk angin sayang semalam kamu bertarung tapi pulang tidak makan justru langsung tidur, ayok ganti pakian biar makan sayang kasian anak kita. Kalau maminya tidak makan terus anak dalam kandung kamu makan apa sayang, pasti dia juga kelaparan karena dia hanya dapat asupan gizi kalau maminya makan makanan yang bergizi."


"Mas, Dinda baik-baik saja, lebih baik mas mandi biar kita turun kebawah karena Dinda sangat lapar pengen makan semua makanan yang ada di meja hehehe"


"Kamu yakin sayang? habiskan semua makanan yang ada dimeja tidak masalah yang penting kamu mau makan mas senang" ujarku melihat istriku sangat mengemaskan


Aku langsung mengedong istriku dan mendudukannya di depan meja rias, aku keringkan rambutnya setelah itu aku mandi sedangkan istriku mulai mengolesi wajahnya dengan cream dan juga make up tipis.


Aku merendam butuh ini didalam bathtub...padahal aku rencana pagi ini pengen mandi bareng sama istriku jadi gagal gara-gara bangun terlambat.


Setelah puas mandi aku langsung merampas kimono yang bertenger di centolan, aku langsung keluar dari pintu dan masuk kekamar. Ternyata Dinda sudah selesai ganti baju dan sudah tampil cantik dengan senyum manisnya menatap aku keluar dari kamar mandi.


"Mas, ini pakian mas, Dinda sudah menyiapkan semuanya, oh, ya mas. Setelah kita habis makan lebih baik kita umumkan saja kehamilan Dinda dan Dinda juga baru ingat mau berikan kalung yang Dinda berikan untuk ibu. Jadi anak durhaka Dinda tidak berikan barang orang tua padahal waktu beli sebut atas nama ibu hehehe"


"Aduh...manis kali istriku inilah. Iya deh, kita umumkan nanti setelah selesai makan lagian sekarang kita sudah bisa bernafas lega karena Elsa sudah ditemukan walaupun saat ini masih dirumah sakit".


"O, ya mas. Mana luka mas semalam masih sakit tidak maaf ya mas, Dinda capek banget makanya pulang setelah selesai mandi Dinda tidur"

__ADS_1


"Tidak apa-apa sayang, mas ngerti kok dan mas tahu kamu capek karena kalau bukan kamu yang datang tepat waktu mungkin kami semua bisa mati sayang, makasih ya. Ayuk kita kebawah."


"Suitttttsss sudah mas, kita turun ya jangan sampai semua orang sudah menunggu kita di bawah tidak baik orang tua menunggu anak"


Aku menuntun istriku kebawah rencana untuk makan...saat kami sampai di ruang tengah ternyata tidak ada orang disana, berarti semua sudah menunggu di meja makan aku dan Dinda langsung gegas ke meja makan ternyata benar semua sudah ada di meja makan.


Kami berdua langsung duduk dan sarapan bersama, namun yang lain hanya senyum-senyum saja melihat kedatangan kami berdua.


Seperti biasa tradisi jika sudah sampai dimeja tidak ada obralan lagi, tapi harus makan dalam diam. Dinda dengan singap mengambilkan makan untuk ku, tapi aku melarangnya jadi aku yang mengambilkan makanan untuknya, semua heran menatap aku karena mengambil makanan untuk istriku aku potongkan steak untuk Dinda.


"Makan yang banyak sayang ingat bukan kamu saja yang makan tapi anak kita juga" bisikku di telinga Dinda, membuat Dinda tersenyum.


"Sayang kamu yang minta"? Tanyaku pada Dinda.


"Iya mas" ujar Dinda.


"Ayah, ibu. Ada yang ingin Dinda dan Dava sampaikan jadi lebih baik kita bicara di ruang tengah saja" ujarku mengaja keluarga besar ke ruang tengah saja.


Setelah kami sampai di ruang tengah. Kami duduk berkumpul distu barulah aku dan Dinda memberitahukan kepada semua kalau Dinda hamil.

__ADS_1


"Ayah, ibu dan semuanya sebenarnya kepulangan kami dari paris kemarin selain kami pulang karena masalah penculikan Elsa, ada hal lain juga yang ini kami berdua sampaikan. Kalau sebenarnya saat ini Dinda istriku sedangnh mengandung yah, bu"


"Apa,....mengandung?" tanya mereka semua hampir kompak aku dan Dinda hanya mengagah mendengar teriakan mereka semua. Termasuk ayah dan ibu sudah kayak lombah paduan suara.


"Nak, kamu serius, kalian tidak bercanda kan?" tanya ibu dan ayah hampir bersamaan. Aku dan Dinda saling tatap.


"Iya, ayah, ibu. Dinda hamil empat minggu" ujar Dinda sedangkan ibu bangkit dari duduknya dan langsung memeluk Dinda sambilng mencium pipinya.


"Makasih ya putry ibu, akhirnya kamu hamil juga mulai sekarang jangan lakukan apapun dan keluar kemana-mana harus di kawal ketat" ujar ibu.


"Nak berarti semalam kamu datang kesana untuk menolong ayah kamu lagi hamil? Untung kamu tidak kenapa-kenapa kalau tidak ayah tidak akan memaafkan diri ayah sendiri jika kamu terluka, ayah mau tanya kenapa kamu melakukan itu nak padahal kami sudah sepakat untuk tidak memberitahu kamu, dimana tempatnya tapi kamu bisa tahu kalau kamu dalam bahaya bagaiman"? Pinta ayah kuatir.


"Dinda tidak masalah terluka demi orang yang Dinda sayang ayah, Dinda lakukan apapun demi menyelamatkan keluarga Dinda bagaimana Dinda bisa berdiam diri dirimah sedangkan nyawah ayah, mas Dava dan yang lain dalam bahaya. Dinda melakukan semua itu dengan tulus ayah karena tulus kepada kelurga Dinda disin.


Sebelum Dinda keluar Dinda sudah bersujud kepada Allah, untuk meminta perlindungan. Dan Dinda juga sudah bilang dengan anak Dinda agar membantu maminya untuk menyelamatkan kakek, papi dan auntynya. Makanya sampai sekarang dia baik-baik saja tidak ada masalah karena anak Dinda kuat" Tuan Adinata yang mendengar penuturan Dinda sangat terharuh dengan ketulusan menantunya itu kepada keluarganya.


Tuan Adinata mengelus kepala Dinda bersama dengan nyonya Adinata, kalau ibunya Elsa baru jam enam pengawal mengantarkannya rumah sakit.


"Jujur ayah salut sama kamu, putry ayah yang sudah di surga sekarang dia bangkit kembali didalam diri kamu nak. mulain sekarang jangan kamu berpikir kalau kamu anak mantu disini tapi kamu anak kandung ayah dan ibu. Kamu sudah menolong banyak nyawah nak terutama nyawah ayah, kalau kamu tidak datang tepat waktu mungkin ayah sudah tidak ada disini lagi makasih ya putry ayah.

__ADS_1


Semua polimik tentang Admaja sudah selesai, tapi biarpun begitu kita harus hati-hati, karena masih banyak musuh banyak rekan bisnis ayah yang ingin menjatuhkan ayah, juga jadi takutnya mereka mengincar orang yang menurut mereka berharga ditrmpat ini"


__ADS_2