Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
300


__ADS_3

"Silahkan menikmati penderitaan kalian berdua disini, aku sengaja biarkan kalian berdua satu ruangan agar kalian berdua puas-puaskan saja nanti setelah ini kalian sudah berpisah. Selama ini kamu mengunakan wajah kamu yang putih mulus inikan untuk memikat hati pria lain, nah sekarang aku akan membuat wajah kamu semakin cantik. makanya jangan main-nain sama aku karena kamu mau cari masalah denganku


Plakkkkk, bunkkkkk!


Sudah du cambut, disayat tapi belum puas ayah mertua menendang mereka berdua lagi, sadis!


Setelah puas bermain dengan bu Anjani, ayah mertua menyuruh pak Reno kembali menyiram mereka dengan air dan mengunci pintunya, kami pergi meninggalkan mereka begitu saja. Padahal bu Anjani tergeletak di lantai sudah tidak berdaya dengan banyak luka di tubuhnya tapi ayah mertua sama sekali tidak merasa iba terhadap bu Anjani.


"Ayok nak kita pulang, biarkan manusia buruk rupa ini disini saja agar mereka tersiksa. Jangan kita bawah mereka dulu ke polisi tunggu tiga hari baru kita jobloskan mereka ke penjara ayah mau mereka tersiksa disini, Reno tolong kamu bawah banyak tikus kesini ya biar mereka tidur dengan tikus kalau tidak bawah kecoak saja". Pinta ayah mertua.


"Ayah apakah ini tidak kelewatan ayah? Bu Anjani sudah tidak berdaya bahkan kalau dia tidak kuat bisa meninggal ayah, bagaimana kalau masukan bi**ng itu kedalam lagi." tanyaku.


"Nak kamu tidak perlu kuatir kalau dia meninggal kita tinggal buang aja, itu resikonya jika mau jadi orang jahat, dia menyakiti ayah tidak masalah tapi dia sudah berani menyakiti putry ku, itu yang membuat ayah makin menyiksanya. Manusia tidak punya hati seperti dia tidak perlu di kasihani nak, kalau kita berikan dia kesempatan dan kembali berbaik sama dia sampai kapanpun dia tidak akan berubah justru dia makin menjadi-jadi.

__ADS_1


Kamu pikir hati ayah tidak sakit nak menyiksa seorang perempuan yang perna hidup bersama ayah balasan tahun, dan ibu dari kedua putri ayah, ayah juga merasa hancur nak tapi hati nurani ayah sudah tertutup dengan kasih jadi biarkan saja dia dan ayah yang nenanggung dosannya jangan anak-anak ayah, maafkan ayah ya nak sudah kejam dihadapan kamu."


"Hahaha....tenang ayah, menurut Dava apa yang ayah lakukan terhadap bu Anjani dan Ogen tidak seberapa di banding istriku ayah, Istriku sangat sadis waktu ia membunuh ayah kandungnya Lexza dan seluruh pengawalnya, bahkan sampai sekarang ada dua anak buah Admaja masih terkurung di ruang bawah tanah ayah, padahal Tuan mereka sudah meninggal tapi istriku masih kurung mereka diasana, jadi ayah dengan Dinda sebelas, dua belas sadisnya.


Malam itu kami semua yang menyaksikan bagaimana dia menghabisi mereka semua, dia tidak berikan ampun sama sekali kepada mereka, tapi bedah dengan kakak Dea Asli kakak Dea tidak bisa apa-apa kemarin Dava dengar kakak Dea meminta Dinda untuk mengajarinya seni bela diri dan cara menembak tapi karena Dinda lagi hamil jadi Dava minta tolong Gama dan Ririn untuk ngajarin kakak Dea." ujarku


"Iya nak memang Dea tidak bisa apa-apa seperti Dinda yang jago dalam seni bela diri karena dulu Dea mengikuti ajakan Lexza, dan perempuan itu juga tidak mengijinkan Dea ikut latihan makanya sekarang dia pasti menyesal tidak latihan dulu, kalau Dinda anaknya penurut tapi sama ayah saja kalau sama perempuan itu dia selalu melawan dia tidak mau mengikuti apa katanya.hal itu juga yang membuat wanita itu makin nembenci Dinda " ujar ayah mertua


Kami masuk kedalam mobil dan gegas ke rumah makan, kami tidak cari restoran mewah baru makan, tapi kami cari di rumah makan sederhana juga hajar apalagi selerah ayah mertua dan aku hampir sama.


Kami sampai di rumah makan yang ada di pinggir jalan, kami semua turun dan hendak masuk kedalam rumah makan itu, kami langsung masuk dan pesan makanan tidak lama kemudian makanan kami datang dan langsung makan. Wah enak juga ternyata makanannya tidak kalah enak dari pada makanan restoran.


Karena kami sudah lapar kami makan dengan lahap dan hampir dua puluh menit akhirnya selesai makan, langsung bayar dan kami kembali ke kantor, setelah sampai di kantor ayah membawah aku masuk kedalam ruangan yang tadi ayah menyiksa bu Anjani ternyata ruangannya sudah rapih dan sudah sangat bersih.

__ADS_1


"Nak duduklah ada yang ingin ayah bahas sama kamu, jadi begini perusahaan ini sebenarnya ayah sudah tidak ingin jadi direktur lagi disini, karena ayah juga pengen istirahat tapi karena besan tidak mau Dinda yang memimpin perusahaan ini dan kamu juga sibuk mengurus perusahaan utama Adinata jadi ayah memutuskan untuk kembali menjadi direktur utama disini. Tapi ayah minta kita harus kerja sama untuk audit bagian keuangan karena ayah yakin Usman dengan beberapa karyawan disini mereka main kotor"


" Iya ayah kalau begitu biar tim audit di ambil dari Adinata grup aja, karena tim audit itu mereka tidak perna main curang mau mereka di bayar sekalipun mereka tidak akan mau. Jadi ayah tenang saja nanti Dava bicara dengan ayah Adinata agar kita pakek tim audit itu. Oh ya ayah maaf kalau Dava lancang seharusnya kita langsung serahkan aja Ogen dengan bu Anjani ke kantor polisi aja ayah dari pada di kurung disitu makin lama waktunya."


" Iya tadi waktu di dalam perjalanan kesini ayah kembali memikirkan itu nak, jadi rencana nanti setelah selesai dari kantor ayah sama Reno saja yang mengurus semuanya mungkin besok aja mereka di serahkan ke kantor polisi, kamu pulang saja kerumah kasian istri kamu nak tinggal telpon polisi aja untuk datang".


"Tapi ayah kalau nanti polisi tanya soal luka-luka mereka bagaimana, kalau Dava melihat dari kondisi bu Anjani sepertinya sangat parah kondisinya bisa-bisa dia meninggal ayah."


"Kamu tenang saja nak soal polisi aman ayah yang mengurus semuanya, yang penting mereka sudah di bawah oleh polisi agar kita tinggal tunggu hasilnya, kalau menurut ayah Ogen bisa jadi rigan hukumannya dibanding perempuan itu, karena dari pengakuannya tadi dia juga siap di penjara dan dia sudah menolak berkali-kali untuk membunuh ayah tapi perempuan itu yang gercap"


Setelah selesai bahas dengan ayah mertua tidak terasa waktu terus berjalan dan sekarang sudah pukul empat sore, akhirnya aku dan ayah mertua memutuskan untuk pulang kerumah karena sekarang semua masih dalam masa peneriksaan dari keungan pembayaran karyawan dan audit .


Aku langsung masuk kedalam mobil dan pulang kerumah aku sudah minta ijin sama ayah mertua untuk menceritakan kejadian tadi ke Dinda, jadi ayah mertua juga tidak keberatan justru mengijinkan untuk ceritakan semua agar Dinda tahu, lagian kalau tidak cerita dan suatu saat Dinda tahu pasti marah.

__ADS_1


__ADS_2