Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
88:88


__ADS_3

Aku dan Dinda masuk kedalam ruangan private dan ternyata manajer restoran sudah menunggu di depan pintu dengan senyuman yang tulus di wajahnya. Karena aku tahu mana orang yanf menunjukan senyuman tulus dan mana orang yang menunjukan senyuman palsu.


"Selamat datang Tuan muda dan nona muda silakan masuk" ujar manajer yang menyambut kami.


Setelah manajer menuntun kami masuk kedalam ruangan manajer menghampiri aku dan Dinda untuk mencatat menu yang akan disajikan. Sebenarnya manajer tahu menu kesukaan aku tapi karena aku sama Dinda jadi takutnya Dinda ingin pesan menu lain sehingga aku sengaja membiarkan manajer melakukan itu.


"Manajer saya mau menu special yang ada di restoran ini sajikan semuanya," aku berali menatap Dinda istriku aku mau tahu menu apalagi yamg ingin ia pesan namun ternyata dia hanya mengikuti apa yang sudah aku pesan." sayang menu apalagi yang kamu suka pesan saja." tanyaku.


"Gak mas itu saja aku juga suka dengan menu yang mas pesan tadi" ujarnya.


"Baik Tuan segera disiapkan" manajer gegas keluar dan tinggalah aku dan Dinda di dalam ruangan tidak selang lama seorang pelayan mengantarkan minuman yang sudah kami pesan.


Aku dengan Dinda menikmati minuman namun tiba-tiba dari dalam ruangan tidak sengaja mata ini melihat ada seseorang yang duduk di pojokan restoran dengan mengunakan topi dan masker, karena memang di dalam ruangan kami bisa melihat orang diluar kalau yang diluar tidak bisa melihat yang didalam.


Aku menaikan alisku kenapa dia selalu melirik ke ruangan dimana aku dan Dinda didalam ya ada yang ane dengan orang ini sangat mencurigakan.


Sedangkan pengawal duduk tidak jauh darinya namun yang menarik perhatianku seorang pengawalku selalu melirik orang tersebut, sepertinya pengawalku juga menyadari kalau orang itu bukan orang baik yang hanya sekedar datang makan saja di restoran tapi ada sesuatu yang dia incar.


Aku langsung keluarkan hp dari dalam kantong dan langsung mengirim pesan kepada pengawal tersebut tidak lama kemudian pengawal langsung membalas.

__ADS_1


Kenapa aku gak telpon karena aku takut Dinda curiga dan jadi takut dan padahal aku yang bodoh tidak menyadari kalau ternyata istriku ini sangat pintar jadi sebelum aku menyadari dia sudah terlebih menyadari kehadiran orang itu.


"Iya Tuan muda dari tadi saya juga curiga dengan orang ini sepertinya dia ada niat jahat, tapi kami masih pantau kalau ada pergerakan kami langsung hajar" ujar pengawal


"Baiklah saya juga lihat dari sini kalian waspada ya banyak pengunjung disini jadi hati-hati takutnya pengunjung yang jadi korban kalau benar dia orang jahat. Takutnya dia membuat kekacauan disini, jangan dulu menunjukan kecurigaan kalian nanti dia menyadari dan langsung pergi kita tidak tahu siapa dia dan apa tujuannya namun semoga perasaan kita salah."


"Baik Tuan kami akan pantau dia soalnya setelah kita masuk dan Tuan muda melangkah masuk kedalam ruangan baru dia masuk kedalam dan duduk di pojokan tapi belum pesan apa-apa"


Dari perkataan pengawal berarti orang itu sudah mengikuti kami dari tadi tapi siapa ya kira-kira apa ini musuh ayah, tapi kok bisa dia tahu kami disini ah ini gak bisa di biarin tapi juga gak bisa gegaba takutnya itu hanya orang biasa aja apalagi dia sendiri aku hanya pantau saja dari sini.


Tidak lama kemudia makanan kami datang dan aku dengan Dinda sengerah makan tapi mata aku selalu melirik keluar, tenyata pengawal juga sudah makan tapi mata mereka tidak lepas dari orang tersebut dan aku juga lakukan hal yang sama itu memicu kecurigaan Dinda, memang istriku ini instingnya sangat kuat dia hanya dengan melihat saja dia tahu kita sekarang lagi dalam kondisi aman atau tidak.


Ha...jadi pria itu sudah dari tadi mengikuti kami ya ampun kenapa kami bisa tidak menyadari sih, Dinda kok bisa tahu kalau pria itu pria jahat memang sangat unik istriku aku salut dan bangga padanya karena dia bisa membaca situasi.


Aku menatap manik mata istriku dan ia menaikan kedua alisnya keatas.


"Kamu tahu dari mana sayang kalau orang itu adalah orang jahat. Mas memang curiga sama orang itu juga tapi setelah melihat dia duduk disitu dan sesekali melihat kesini."


"Mas jangan meremekan seorang perempuan, aku bisa membaca isi pikiran seseorang mas bahkan mas membohongi aku saat ini juga aku tahu, tapi aku belum tahu mas berbohong atas dasar apa. Aku tahu mas bohong tapi aku tidak tahu kenapa mas bisa melakukan itu, kalau itu untuk hal yang baik aku tidak mempersalahkan mas."

__ADS_1


"Kalau soal cecunut itu mas tidak perlu takut jika nanti kita di serang kita harus hadapi karena aku yakin mas dia tidak sendiri, dia ada teman yang bisa saja setelah kita pulang dari sini kita di cegah di jalan apalagi kita akan melewati jalan yang agak sepih"


Ya Tuhan istriku ajaib sekali masa bisa baca pikiranku dan tahu seperti apa orang jahat, bisa saja apa yang di katakan Dinda benar adanya awalnya aku yang mau lama-lama disini untuk berduaan dengan istriku akhirnya tidak jadi karena aku pengen tahu siapa orang itu, masih ada waktu untuk kami berdu semoga tidak terjadi apa-apa sama kami, tapi dari tadi setelah aku mendengar perkataan istriku membuatku berpikir kalau istriku bukan perempuan sembarangan ada sesuatu yang tidak aku ketahui tentang dirinya.


"Sayang maaf ya sebenarnya mas rencana makan berdua sama kamu disini agak lama tapi sepertinya itu tidak mungkin kita harus tahu siapa orang ini jadi kita harus cepat-cepat pulang ya sayang tidak apa-apakan"


"Tidak apa-apa mas, ingat mas apapun nanti yang terjadi di jalan tidak mas boleh panik apalagi takut sama istri sendiri haah. Karena kita akan menghadapi musuh ini bukan musuh sembarangan tapi musu berkelas alias kelas bawah hehehe"


Siapapun bosnya pasti ada hubungannya dengan keluarga Adinata mas karena aku tahu tanda yang ada di lengannya coba perhatikan tanda itu mas, waktu aku masih belajar seni beladiri pelatihku bilang kalau tanda seperti itu adalah kelompok pembunuh bayaran tapi masih kelas bawah sih itu gak sekuat kita hahaha"


Astaga Dinda....Dinda bisa-bisanya setelah kamu bikinn aku tengang begini justru kamu tertawa selepas begitu, apa yang ada didalam hati kamu tidak ada rasa takut sama sekali dengan kondisi begini istriku masih bisa tertawa. Dengan tenang dia berkata kalau orang itu hanya cecunut kecil jadi tidak perlu takut memang sih aku tidak takut jika aku tidak bersamanya.


Ini dia bersamaku nanti kalau dia terluka bagaimana ibu dan ayah tidak menelanku hidup-hidup gila nich anak.


Setelah kami selesai makan akhirnya kami berdua keluar dari ruangan dan gegas ke parkiran begitu juga pengawal aku melirik sekilas dan ternyata orang tadi sudah pinda tempat setelah kami keluar dan dia juga gegas keluar dari dalam.


Aku dan Dinda masuk kedalam mobil dan keluar dari area restoran dan memecahkan kesunyian jalan raya karena ini agak siang jadi sepi.


Aku melihatk istriku membuka tas dan mencari sesuatu sambil tersenyum dia menutup kembali tasnya. Aku melirik dari kaca spion dam ternyata orang itu mengikuti kami Dinda merai hpku dan menelpon pengawal aku hanya mendengar saja tapi tidak berkomentar.

__ADS_1


"Untung aku bawah, kamu hanya cecunut kecil berani sekali kamu mengincae keluarga baruku siapapun kamu aku tidak akan membiarkan kamu lolos ingat saya Dinda Andinita Adinata tidak akan takut dengan musu kelas bawah seperti kalian" gumam Dinda dalam hati.


__ADS_2