
Setelah aku selesai mandi....aku keluar dari dalam kamar mandi bersamaan bel berbunyi pasti itu makanan yang sudah diantar, tapi aku yakin Arfan belum menemukan mangga apalagi ini bukan negara kita mau cari dimana dia...baru setegah jam sangat ajaib kalau Arfan bisa membawah mangga muda sepertinya di inginkan istriku. Dalam hatiku ada keraguan karena takut nanti Dinda ngambek.
Aku bergegas mengambil remote dan membukan pintu ternyata benar yang datang adalah staf untuk mengantakan makanan, tapi yang membuat aku terkejut adalah apa yang ada didalam salah satu piring yang dibawah oleh para staf. Mata ku ini fotus dengan satu piring yang didalamnya ada buah masih dengan daunya dan juga masih ada getahnya, astaga ya Tuhan, Arfan memang luar biasa dapat dari mana mangganya dalam sekejab mata.
Untung Dinda tidak menuntutku untuk aku yang mencarinya kalau tidak bisa gawat, aku membulatkan mata dengan sempurna saat melihat mangga muda dengan tangkai dan daunnya masih sangat segar, jangankan daun getahnya saja masih mengalir kenapa Arfan tidak menyuruh staf bersihkan justru di hidangkan begini.
"Tuan....saya tahu Tuan tidak perna ingkat janji saya sudah melakukan kewajiban saya untuk memenuhi permintaan Tuan, dan sekarang Tuan tidak lupa juga dengan apa yang sudan Tuan ucapkan!....Saya mencari mangga itu dengan penuh perjuangan Tuan saya doakan semoga pas nona muda hamil dan ngidam jangan saya yang disuruh tapi Tuan sendiri yang seharusnya melakukan semua yang nona muda minta...ngeri Tuan kalau mengikuti semua keinginan seorang ibu hamil...tapi Tuan juga harus ingat jangan perna tidak mengabulkan permintaan nona muda takutnya ileran Tuan kecil atau nona kecil Tuan."
"Arfan saya tidak akan lupa dengan janji saya tapi kamu dapat dari mana mangga ini dan kenapa tidak di bersihkan saja....jangan doakan seperti itu Arfan, seharusnya kamu doakan agar pada saat nona muda hamil tidak ngidam yang ane-ane" dasar sih Arfan.
"Memang sengaja Tuan muda nanti kalau nona muda bangun dan mau makan baru staf yang akan membersihkan untuk nona, muda semoga Tuan muda juga diberikan mangga muda untuk Tuan muda makan oleh nona muda."
Astaga Asisten konyol sekali, masa dia doakan aku diberikan manggan mentah oleh Dinda aduh...hanya lihat saja sudah ngilu apalagi makan amit-amit deh....kalau bukan asisten ku mungkin dia sudah babak belur aku hajar nih.
Aku gegas mendekati Dinda yang ternyata sudah bangun juga.
__ADS_1
"Sayang kamu sudah bangun ayuk makan sayang makanannya sudah di hidankan terus mangga yang sayang minta juga sudah ada tuh. Tapi sebelum makan mangga kamu harus makan nasi dulu nanti sakit perutmu sayang....Dinda hanya mengangguk saja dan aku bantu membangunkan dia...
Aku langsung mengendongnya dan mendudukannya diatas pangukanku istriku badannya bagus jadi mau dia duduk di pangkuanku juga tidak masalah.
Aku memotong steaknya dan menyuapinya ke mulut satu suapan masi oke...kedua juga masih aman tapi saat yang ketiga kalinya Dinda segera turun dari pangkuanku dan lari kekamar mandi. Memuntahkan apa yang dia makan tadi aku sudah tidak bisa menunggu lagi kalau kayak gini aku mengejarnya ke dalam kamar mandi dia sampai lemas karena muntahkan semuanya, aku kasihan melihat istriku menderita begini.
"Sayang kamu tidak boleh membantah ok, setelah makan kamu harus di periksa oleh dokter apa gunanya kita bawah dokter kesini sedangkan kamu tidak mau di periksa padahal sakit." Ujar ku.
"Dinda mau makan dulu mas..." ujarnya lemas.
"Ya, sudah kamu tenang mas saja yang mengendong kamu jangan melawan ok.." Dinda hanya diam dan kami kembali makan kali ini dia tidak muntah lagi tapi setelah selesai makan dia minta makan mangga, akhirnya staf membersihkan mangga satu buah saja aku melihat dia makan dengan lahap air liur ku keluar gigiku ngilu dalam hati jangan sampai aku di paksa untuk makan, bisa mampus aku tapi ternyata belum selesai aku berucap dalam hati satu potonga mangga mudah disodorkan kemulutku.
"Mas enakkan mangganya mau nambah lagi tidak? ini masih ada tidak asam loh enak banget rasanya mau nambah lagi tapi takut perut sakit"
Hahahh....satu saja aku sudah tiba bisa menelannya apalagi nambah aku menyerah tanpa syarat dasar Arfan ini doanya sudah terkabul...tapi ane banget deh kalau Dinda masuk angin kenapa dia minta mangga....ah sudahlah yang penting istriku baik-baik saja.
__ADS_1
"Sayang kalau nanti sampai besok kondisi kamu kayak gini terus kita pulang saja ya, masih ada waktu nanti kita datang kesini lagi coba sayang kabarin Sabrina untuk datang kesini saja sayang, sayang jangan kemana-mana karena masih lemas, mas tidak mau kamu kenapa-kenapa sayang."
"Mas tenang saja Dinda tidak kenapa-kenapa kok hanya lemas saja mungkin masuk angin karena jalan siangnya terus malamnya lembur sama mas lagi hehehe..."
Istriku sangat istimewa dengan kondisi lemas begini dia masih bercanda....tapi kenapa dari tadi perasaanku tidak tenang ya perasaanku seolah mengatakan kalau ada hal buruk terjadi, semoga hanya perasaan ku saja tapi tidak terjadi apa-apa.
Aku segera menyuruh Dinda kembali istirahat, biarlah seharian kami istirahat dikamar karena semua oleh-oleh sudah di beli juga sama Dinda jadi jika kami langsung pun tidak masalah karena semua sudah tersedia..
"Sayang kamu istirahatlah terus mas tinggal sebentar kedepan, mas mau bicara dengan Arfan dulu ada hal penting yang ini mas tanyakan"
"Mas kenapa Perasaan Dinda tidak enak ya, apakah keluarga besar semua masih ada dirumah dan belum ada yang pulang"? Tanya Dinda aku hanya mengangguk karena memang keluarga besar belum ada yang pulang kata ibu mereka masih menunggu kepulangan kami baru mereka pulang ke negara dan kota asal masing-masing.
"Mas perasaan Dinda tidak enak pikiran Dinda kayak akan terjadi hal buruk, telpon ibu tanya bagaiamana kabar mereka disana apakah mereka baik-baik saja"
"Maaf sayang mas lupa semalam ibu video call tapi kamu sudah tidur sayang jadi ibu titip salam, dan mereka semua baik-baik saja kok sayang jangan kuatir semua aman...sekarang kamu harus jaga kesehatan dan kamu harus istirahat."
__ADS_1
Sejujurnya apa yang dirasakan Dinda seperti itu juga aku rasakan kira-kira apa ya yang terjadi,...kok perasaan aku memang benar-benar tidak anak, ya Tuhan lindungilah keluargaku biarpun mereka selalu di kawal tapi tanpa perlindungan dari pada engkau Tuhan semuanya tidak ada apa-apanya.
Aku tidak boleh beritahu Dinda soal pesan teror itu lebih baik aku tanya sama asisten Arfan saja siapa pelaku peneror itu...aku yakin ini ada hubungannya dengan Admaja...awas kamu ya Admaja...jika aku ketemu denganmu kamu bukan pamanku lagi tapi kamu adalah musu ku.