Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
248


__ADS_3

Ogen yang masih duduk di sofa di kejutkan dengan sebuah pesan masuk isi pesan itu membuat Ogen terkejut bukan kepalang, bagaimana tidak pesan dari nomor tidak di kenal itu justru memberikan sebuah ancaman atau peringatan kepada Ogen.


(" Anda harus mati!!!..Ogen!...bagaimana kejutan dari saya seru bukan?, tapi kamu tenang saja itu belum seberapa nanti akan ada kejutan selanjutnya untuk kamu, aku tahu siapa kamu dan aku memiliki semua bukti tentang pembunuhan terhadap Tuan Winata jadi berhati-hatilah, penembakan terjadi terhadap kamu dan selingkuhan kamu itu saya yang melakukannya. Jika kamu mau tahu siapa saya datanglah jam sebelas malam ke alamat yang akan saya kirim itu dan jangan cobak-cobak bawah polisi kalau kamu tidak mau nyawah kamu jadi taruhan")


"Deg!.......Siapa ini kenapa dia bisa kirim pesan begini, pakek ngancam segala lagi." gumam Ogen dalam hati.


Ogen segerah menghubungi nomor tersebut namun sayang nomornya sudah tidak aktif, hal itu membuat Ogen enosi dan membanting hpnya di lantai sampai menghasilkan bunyi yang kuat.


Braakkkk....!


"Sialan siapa kamu sebenarnya ha?...ternyata benar filingku kalau penembakan itu di lakukan oleh satu orang saja tapi siapa ya? tidak mungkin Tuan Winata kan yang meneror aku sedangkan dia saja sudah meninggal. Aduh bangaimana ya kenapa hatiku tidak tenang begini sih, tiba-tiba aku jadi takut ane banget kenapa nomor hp pakek tidak aktif lagi"


"Mas...kamu kenapa sih dari tadi marah-marah tidak jelas begitu...ada apa sebenarnya, apa masalah ini tentang perempuan tua itu lagi"? Tanya calon Ogen


Wanita ini yang selalu meluluhmkan hati Ogen saat Ogen marah, semarah-marah apapun Ogen kalau wanitanya berbicara langsung lulu sama parsis kayak tadi wanita itu bicara Ogen langsung tenang.


"Tidak ada sayang, mas hanya kesal saja ada sebuah pesan masuk dari nomor baru, tapi justru dia mengancam mas sayang mas sebenarnya tidak takut dengan ancaman itu tapi mas penasaran siapa sebenarnya orang ini."

__ADS_1


"Bisa jadi mas, musuh perempuan tua itu tapi karena mas ikut campur makanya mas juga jadi incaran mereka, mas harus ingat perempuan itu tidak di sukai banyak orang jadi sekarang mas dalam bahaya, lebih baik mas menjauh deh darinya jangan sampai mas kehilangan nyawah karena dia, aku yakin mas antara anak-anak perempuan itu yang mengancam Mas."


Ogen berpikir ada benarnya yang di katakan oleh calon istrinya itu, karena selama ini Ogen belum perna melakukan kesalahan kepada orang, namun setelah kenal dengan Anjani baru Ogen dapat teror begini dan bahkan Ogen hampir mati karena di tembak.


"Benar juga sayang apa yang kamu katakan, terus bagaimana mas tinggalkan saja sayang tapi masih banyak hartanya kalau mas dapat harta itu, kamu juga yang senang sayang selama ini mas morotin hartanya hanya untuk kamu sayang sedangkan uang mas dan tabungan kita untuk acara nikah"


Sedangkan di kediaman Keluarga Winata bu Anjani sudah benar-benar gemetaran, didalam kamar karena mendapati pesan juga dari nomor yang sama tapi isinya yang berbedah.


Ting...ting....!


("Bagaimana Anjani sudah puas dengan kejutan dari saya, selamat menikmati itu belum seberapa, saya pastikan hidup kamu tidak akan tenang jika kamu mau hidup kamu tenang, lebih baik kamu keluar dari rumah yang kamu tinggal itu karena itu bukan hak kamu, tapi kalau kamu juga tidak mau keluar berhati-hata pasti kamu akan mati!!!......")


Bu Anjani melakukan hal yang sama untuk kembali menghubungi nomor itu, tapi hasilnya nihil tidak aktif lagi, hal itu membuat bu Anjani emosi dan menghempaskan semua barang-barang yang ada di hadapannya ke bawah.


"Argt.....kurang ajar sialan....siapa sih kamu sehingga meneror aku terus kamu mau mati ya...." karena bu Anjani di teror terus seperti itu akhirnya bu Anjani inisiatif untuk mengirim pesan kepada nomor baru itu biarpun tidak aktif tapi bu Anjani tidak peduli.


Mampus kalian berdua kenapa sampai ketakutan begitu seharusnya kalian siapkan mental kalian untuk menghadapi orang tersebut kok mala takut sih.

__ADS_1


Setelah selesai mengirim pesan ke nomor baru itu, bu Anjani juga mengirim pesan ke Ogen memberitahu kalau dirinya di teror, dan Ogen juga beritahu bu Anjani kalau dirinya juga di teror dengan nomor asing.


"Mas, aku takut tadi aku di teror lagi mas sama nomor yang tidak di kenal tapi saat aku hubungi justru nomonya tidak aktif, kira-kira siapa ya mas aku takut dia mencelakaiku satu masalah belum selesai masalah baru timbul lagi, bisa tidak mas bantu aku untuk mengatasi masalah ini."


"Maaf sayang bagamana mas bisa mengatasi masalah kalau masalah mas saja sudah banyak gara-gara membantu kamu jadi mas juga terjerumus kedalam masalah kamu, sekarang mas tidak mau ada urusan dengan musuh kamu sayang, karena ternyata bukan hanya kamu saja yang di nganggu melaikan aku juga di ancam"


"Ha...mas juga dapat pesan itu aduh terus bagaimana mas, apa yang harus kita lakukan mas, aku belum mau mati mas, aku belum menikmati semua harta yang aku dapat bagaimana kalau sementara waktu kita lari keluar negeri saja mas, sementara waktu nanti setelah kasus ini redah baru kita balik"


Perkataan Anjani membuat Ogen tertawa terbahak-bahak, karena menurut Ogen Anjani tidak tahu bertanggung jawab, makanya kalau ada masalah langsung nau kabur bukannyq menyelesaikan masalah.


"Hahaha...kamu lucu ya sayang, kenapa kamu mau kabur kamu pikir dengannya kamu kabur semua masalah selesai, tidak sayang justru dengan adanya sayang kabur itu artinya sayang tidak tahu bertanggung jawab. Harus hadapi tahu berbuat tahu bertanggung jawab dong sayang jangan lari dari masalah begitu"


Justru Anjani kesal mendengar perkataan Ogen menurut Anjani Ogen sangat menyebalkan sekali, karena bukannya membantu justru menertawakanannya.


Akhirnya Anjani tidak menghubungi Ogen lagi karena kesal. Sedangkan Ogen hanya mengelengkan kepala.


"Aku harus datang nanti malam seperti yang orang ini minta karena, aku yakin dia tidak berani membunuhku" Ogen sudah berketat untuk mendatang tenpat dimana orang itu menyuruhnya datang, Ogen sudah siapkan mental untuk datang kesana sendirian tapi Ogen juga meminta Anjani untuk selalu waspada.

__ADS_1


__ADS_2