
Ayah mendengar perkataanku akhirnya kami semua kembali ke dalam rumah, karena ayah mertua dan ibu mertua hendak pulang begitu juga Rafa karena besok Rafa kerja jadi Rafa akan pulang ke rumahnya, sekarang ayah mertua dan ibu mertua tidak tinggal bersama dengan Rafa, sehingga Rafa tinggal sendiri di rumah besar itu sedangkan ayah mertua dan ibu mertua tinggal di rumah lama ayah mertua. Mau tak mau ibu Riska harus mengikuti ayah mertua untuk tinggal di rumah lama.
"Besan karena semua sudah aman jadi kami langsung pulang saja, saya tinggalkan beberapa pemgawal disini untuk bantu menjaga, sudah banyak juga pengawal di rumah, karena di kediaman nak Rafa juga sudah ada jadi saya tinggal lima aja disini" ujar ayah mertua.
"Apa tidak sebaiknya besan nginap disini saja karena sudah malam, besok baru pulang. Nak Rafa juga nginap aja karena disini masih banyak kamar kosong, lagian tempat tidur pengawal ada yang di pavilliun dan ada yang di bangunan samping, kalau soal pengawal tidak perlu besan makasih, karena sudah banyak pengawal" pinta ayah ingin menahan ayah mertua agar tidak perlu pulang karena sudah malam.
"Maaf besan lain kali saja karena besok nyonya Winata ada urusan penting jadi saya harus antar pagi, kalau putra ayah ingin ginap disini tidak masalah, atau nak Dea dengan nak Tahir ingin nginap juga tidak masalah ?" jawab ayah mertua.
Karena ayah mertua tidak mau nginap akhirnya mereka pulang, sedangkan Rafa jadi nginap tapi tidak mau tidur sendiri setiap kali Rafa nginap pasti ingin tidur dengan Gama.
"Baiklah kalau begitu biar Rafa saja yang nginap disini kalau ayah dan ibu pulang hati-hati di jalan" ujar Rafa.
"Maaf ayah, ibu dan semuanya Dea dan mas Tahir juga tidak bisa nginap mungkin lain kali saja, karena besok juga ada pekerjaan penting" ujar kakak Dea.
"Ya sudah kakak kalau begitu tidak masalah tapi hati-hati di jalan ya, jangan ngebut-ngebut mas" ujar Dinda.
"Iya dik kalau begitu kami pamit ya" kakak Dea dan mas Tahir pamit pulang ke rumah mereka, sekarang tinggal kami, oh ya, mungkin dari tadi aku tidak bahas paman dan bibi sebenarnya paman Gibran dan Bibi Lya ada di luar negeri ada acara di sana jadi mungkin dalam beberapa hari lagi juga paman Gibran dan bibi Lya sudah pulang.
__ADS_1
Setelah kepergian ayah mertua dan ibu mertua, kami langsung masuk kedalam kamar masing-masing, kedua kebar Grey dan Gretta mereka di kamar berbedah dari kami tapi aku sengaja membuat kamar mereka satu pintu dengan kamar kami agar aku dan Dinda bisa cek mereka. Karena Grey dan Gretta di jaga oleh kedua suster bahkan di depan pintu luarnya di jaga oleh seorang pengawal saking takutnya ayah terjadi sesuatu dengan kedua cucunya sampai segitunya menjaga ketat mereka.
"Sayang, ganti dulu pakiannya dan bulas wajah kamu biar kita istirahat ini sudah tengah malam kedua bayi kita sudah sangat nyenyak" ujar ku.
"Iya mas Dinda bersihkan wajah dulu sekalian ganti pakian, setelah ini Dinda mau cek kedua kembar dulu sebentar saja." Ujar Dinda langsung gegas ke kamar mandi dan bersihkan wajahnya aku juga langsung ganti pakianku.
Hampir tiga puluh menit Dinda di kamar mandi saat Dinda keluar wajahnya sangat segar, Dinda langsung ke kamar kembar tak lama Dinda kembali katanya mereka sudah tidur dengan suster masing-masing. Baguslah kalau mereka sudah tidur saatnya kami berdua juga tidur aku sudah sangat ngantuk.
"Bagaimana dengan anak-anak sayang sudah tidur belum" tanyaku padahal aku tahu anak sekecil itu mereka pasti sudah tidur, tapi karena aku juga lagi menahan kantuk jadi aku hanya basa-basi saja.
Dinda langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang dan tak lama Dinda tertidur, karena aku juga sudah sangat kantuk akhirnya aku juga ikut tertidur.
"Selamat lagi mas, samar- samar telingaku mendengar suara itu memanggil aku berbarengan dengan kecupan di keningku, tapi karena aku masih sangat kantuk jadi aku kembali tertidur dan aku kembali mendengar suara itu sambil badan ku di goyang-goyang.
Aku langsung membuka mata ternyata Dinda sudah duduk di sampingku dengan pakian sudah rapih bahkan sudah wangi dengan senyum manisnya.
"Selamat pagi mas sudah bangun?" tanya Dinda
__ADS_1
"Pagi sayang, loh sudah jam berapa kok sayang sudah rapi begini mau kemana"?tanya ku binggung kenapa masih jam segini istriku wangih banget bahkan sudah siap, eh tunggu dulu sudah jam berapa.
"tak kemana-mana mas bukankah setiap hari Dinda berpenampilan begini mas, kenapa bingung begitu, bangun lah biar mandi Dinda sudah isi air hanggat biar kita sarapan sayang ingat kita tidak sendiri banyak keluarga yang nginap disini jadi jangan sampai kita telat turun kebawah, ini sudah jam setengah tujuh mas"
Waduh...kirain masih jam enam atau lima ternyata, sudah mau jam tujuh cepat kali jamnya berputar tapibenar kata Dinda sekarang semua keluarga ada nginap disini jadi aku harus cepat-cepat mandi.
"Baik sayang tunggu mas mandi seharusnya tadi waktu sayang mandi itu bangunin mas sayang bukan diam saja, jadi mas keenakan tidur pikirnya masih jam lima hehehe" ujarku terkekeh.
Aku langsung bangun dari tidurku dan gegas ke kamar mandi, ternyata benar air mandinya sudah di siapkan enak kalau punya istri air mandi di siapkan begitu juga pakian, tapi adakalahnya pria tidak tahu bersyukur masih menghianati istrinya dan menyakiti hatinya.
Banyak sekali laki-laki di luar sana yang tidak tahu diri dan tidak tahu bersyukur, sudah punya istri yang baik dan yang cantik tapi masih menghianati istrinya. Itu lah yang kadang membuat aku geram dengan laki-laki penghianat seperti itu.
Aku merendam tubuh ini didalam bathtub dan merileskan pikiranku, air masuk ke pori-poriku sehingga membuat tubuhku ini mulai segar, kali ini aku tidak lama di kamar mandi karena takut terlambat jadi hanya lima belas menit di kamar mandi langsung keluar.
Saat aku keluar ternyata istriku sudah menyiapkam pakian kantorku.
"Mas itu pakian kantor mas gantilah, Dinda cek dulu sih kembar nanti setelah itu kita turun ke bawah" ujar Dinda langsung gegas pergi ke kamar sebelah, tak lama Dinda kembali katanya mereka berdua masih tidur jadi sebentar baru bangunin mereka berdua untuk kasih mandi, karena mereka belum bisa makan hanya asi yang bisa mereka minum, jadi sekarang Dinda belum bisa berikan mereka makanan.
__ADS_1