Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
407


__ADS_3

Kedua pria tua bangka yang ada di depan ku syok mendengar semua penjelasan Tuan Adrak soal kedua pelayan tadi, salah satunya adalah putry kesayangannya tapi sayangnya Tuan Maulana menamparnya sehingga kesalahan Tuan Maulana sangat fatal. Lagian tua bangka ini sangat sombong dan bar-bar si jadi biar tau rasa.


"Iya anak gadis tadi adalah putry saya dan kamu berani menampar dia hanya karena minuman yang di tumpahi ke jas anda, bahkan anda menghina putry saya bahwa harga diri putry saya tidak sanggup membeli jas murahan anda, anda tahu walaupun putry saya masih terbilang sangat muda tapi dia bisa membeli apa yang anda punya sekarang, bahkan perusahaan anda sendiri bisa di beli. Apalagi jas murahan anda ini masa putru saya tidak bisa beli seribu jas untuk anda. Dan berani- beraninya anda merendahkan dia dan menghinannya yang saya sendiri sebagai ayah kandungnya tidak perna melakukan kasar terhadapnya."


"Ampun Tuan....maafkan saya...saya benar-benar tidak tahu kalau gadis itu adalah putry anda Tuan kalau seandainya saya tahu saya tidak akan melakukan kasar terhadapnya, jadi saya benar-benar minta maaf atas apa yang sudah saya lakukan barusan Tuan dan lupakan saja soal jas tadi saya hanya bercanda saja saya tidak serius mengatakan begitu terhadap putry anda Tuan." ujar Tuan Maulana


"Hey.... Apa anda bilang bercada? Dengan kata-kata kasar kamu begitu anda, anda memang sungguh luar biasa ya, bilang bercada jadi maksud anda kalau anda tahu bahwa putry saya seorang gadis kaya berarti anda tidak memaki dan menamparnya, tapi kalau dia seorang gadis biasa miskin anda seenaknya menghina dan menindas dia begitu kah, maksud dari Tuan Maulana?. Berarti Tuan Maulana ini menghargai seseorang melihat dari kastanya apakah dia kaya atau miskin kalau dia miskin Tuan Maulana enak dan bebas begitu merendahkan dia. Tapi kalau Tuan Maulana tahu orang itu kaya berarti Tuan Maulana menghormatinya begitu...hahaha pikiran macam apa itu." ujar Tuan Adrak sambil terbahak ngeri.


"Bu...bukan begitu maksud saya Tuan Adrak. Tapi memang putry anda juga tidak memiliki sopan santun, seandainya putry anda terdidik dengan baik tidak mungkin dia datang menumpahkan minuman di jas saya dan Tuan Dava...jadi anda tidak perlu bicara panjang lebar kalau anda tidak ingin memberikan proyek kepada saya jangan banyak alasan. Saya sudah bilang tadi hanya bercanda, dan maksud apa juga anda menyuruh putri anda untuk melakukan itu tidak lucu Tuan Adrak.


"Hahaha....ternyata Tuan Maulana belum mengenrti juga ya penjelasan saya dari tadi kalau yang di lakukan putry saya dan seorang pelayan itu adalah suruhan saya, saya yang menyuruh, putry saya awalnya menolak tapi saya yang menyuruhnya karena saya ingin menguji kesabaran dan attitude seseorang yang ingin saya percayakan sebuah proyek besar, dan ternyata Anda tidak pantas sama sekali untuk mendapatkan proyek ini, dan satu hal yang perlu anda pahami dan ingat dalam satu kali dua puluh empat jam kalau anda tidak klarifikasih minta maaf terhadap putry saya anda tahu akibatnya siap-siap untuk merayap di tanah.


Video yang barusan viral di media sossial dan berita itu saya yang lakukan, jadi bisa di bilang dalam hitungan detik saja saya akan membuat anda hancur, untung kekuasaan saya di negara ini kurang karena saya tidak tinggal tetap disini, saya hanya buka bisnis dan di kelola oleh orang kepercayaan saya, dan saya kesini karena ini ketemu dengan Tuan Dava namun saya pastikan anda hancur dalam hitungan detik jika anda tidak punya etikab baik untuk meminta maaf terhadap putry saya. Maaf Tuan Dava saya harus pergi karena masih ada kerjaan dan saya rasa Tuan Dava juga masih punya pekerjaan yang lebih penting dari pada berdebat tidak penting bukan"? Ujar Tuan Adrak.


"Benar sekali Tuan Adrak saya juga masih punya pekerjaan yang lebih penting dari ini jadi saya parmisi, saya masih ada meeting penting di kantor Tuan Adrak..makasih atas kepercayaan proyek besar yang sudah Tuan Adrak percayakan kepada saya." ujarku langsung bangkit berdiri dan bersalaman dengan Tuan Adrak, saat aku hendak menyodorkan tanganku ke arah Tuan Maulana justru Tuan Maulana buang muka tidak masalah pikirku.


Aku langsung keluar dari ruangan dengan senang hati, sedangkan saat aku keluar aku melihat Tuan Maulana memengang tangan Tuan Adrak untuk meminta maaf, aku sudah tidak memperdulikan mereka lagi itu urusannya dengan Tuan Adrak, itulah akibatnya seorang pria arogan melakukan sesuatu semena-mena terhadap seorang gadis yang di anggap rendah ternyata putry dari seorang pengusaha sukses.

__ADS_1


"Tuan...sebenarnya dari awal saya sudah melihat Tuan Adrak saat kita masuk kedalam restoran...tapi saya diam saja karena saya pikir Tuan juga melihatnya, tapi disini saya secara pribadi dan sebagai asisten pribadi Tuan saya sangat salut sama Tuan yang tidak marah sama sekali terhadap pelayan itu, padahal selain jas Tuan basah jas juga kena noda walaupun saya tahu bisa di cuci, tapi dari sini kita bisa ambil kesimpulan bahwa orang yang arogan dan tidak sabar akan mendapatkan karma setimpalnya" ujar asisten Arfan.


"Saya juga berpikir begitu Tuan muda adalah seorang yang memiliki kesabaran yang terbilang cukup luar biasa, cobak Tuan Maulana selain dia menampar gadis itu dia juga merendahkan dan menghinanya akibat dari perbuatan itu dia menerima frekuensinya, bisa terancam masuk penjara karena sudah menampar dan mempermalukan gadis itu bahkan bisnisnya hancur."


"Itu lah yang selalu di ajarkan oleh Tuan Adinata kepada saya asisten Arfan dan sekretaris....sekaya apapun kita itu tidak ada apa-apa di banding dengan memiliki attitude yang baik dan sabar itu lebih penting karena dengan memiliki sikap arogan bisa menghancurkan kita dalam hitungan detik."


Kami sampai di parkiran asisten Arfan langsung membukakak pintu untuk aku, ternyata sangking asyik berdebat dengan kedua pria tua itu sampai habis waktu mana mau meeting jam satu lagi...untung tempatnya dekat masih satu jam lagi lebih baik makan dulu, tapi aku rencana mau ngajak Tuan Adrak makan bersama di restorannya tapi selera ku lamgsung hilang saat melihat kedua orang itu jadi lebih baik makan di restoram perusahaan saja, makanan disana juga enak-enak.


"Sekretaris tolong siapkan nanti makanan siang ya karena setelah ini kita akan meeting dan pembahasan hari ini soal proyek yang sudah ada di tangan kita saat ini, proyek ini sangat besar jadi jangan sampai kita gagal menjalankan proyek ini." Ujarku.


Tidak terasa kami sudah sampai di loby perusahaan aku keluar dari mobil dan langsung ke restoran, ternyata sudah banyak karyawan makam di restoran. Tidak banyak yang makan di luar restoran ini karena restoran ini makansnnya tidak kalah enak dari restoran lain.


Bahan makanan di restoran ini adalah sayur-sayuran terbaik dan daging terbaik yang di siapkan restoran, untuk karyawan karena karyawan juga butuh nuttisi yang bagus.


"Tuan muda silahkan makanannya sudah siap...sebentar lagi kita akan melakukan meeting dengan direksi." ujar sekretaris.


Kami bertiga masuk kedalam restoran saat aku mengajak asisten Arfan dan sekretaris untuk makan bersama di ruang private, justru mereka menolak dan makan di luar bersama karyawan biasa...hmmm benar-benar deh dua pria ini mereka berdua sama-sama masih sendiri belum ada pasangan jadi mereka lebih suka makan sendiri dari pada di temani.

__ADS_1


Setelah aku selesai makan kami kembali ke kantor karena masih setengah jam lagi meeting segera di mulai, aku harus memanfaatkan waktu ini agar bisa memeriksa file walaupun tidak selesai tak masalah yang penting sebagian bisa aku periksa nanti setelah selesai meeting baru aku lanjutkan lagi.


Saat aku sudah mulai periksa file tiba-tiba aku dapat telpon dari ayah mertua menanyakan kondosi ayah bagaimana jadi aku menjawab kalau kondosi ayah baik-baik saja sekarang dala. Pemulihan. Maklum semalam ayah mertua sibuk jadi tidak datang makanya ayah mertua tidam tahu kalau ayah,sebenarnya sudah pulih.


"Hallo nak, kamu ada di kantor ya atau di rumah sakit"? Tanya ayah mertua.


"Hallo ayah, Dava lagi di kantor ayah sebentar lagi Dava mau meeting dengan direksi ada apa ayah, ada yang bisa Dava bantu"? Tanyaku.


"Tidak ada nak, ayah pikir kamu ada di rumah sakit ayah mau tanya bagaimana dengan kondisi ayah kamu nak, sudah ada perubahan belum, maaf semalam ayah dan ibu Riska tidak datang karena ibu Riska tidak enak badan." ujar ayah.


"Tidak apa-apa ayah sekarang ayah sudah siuman dan kondisinya sudah stabil hanya sekarang lagi dalam pemulihan ayah, jadi Dava harus masuk kantor karena ada pekerjaan penting yang tidak bisa Dava tinggalin, apalagi pak Erik sekarang lagi di luar negeri."


"Syukurlah nak kalau besan laki sudah siuman ayah lega mendengarnya nanti kalau ayah pulang dari kantor ayah singah ke rumah sakit, ayah juga pengen lihat kondisi besar tapi ayah bersyukur akhirnya besan sudah siuman" ujar ayah.


"Baik ayah hati-hati di jalan ayah salam buat ibu Riska semoga cepat sehat ya ayah, atau jangan-jangan sebentar lagi Dinda punya adik ayah hahaha"


Aku jailin ayah mertua karena seru kalau jail amah ayah mertua.

__ADS_1


__ADS_2