Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
416


__ADS_3

Tidak terasa sudah sore kami bersiap untuk kembali ke hotel untuk istirahat, karena besok harus kembali ke proyek dan ke kantor polisi aku harap Riko mendapatkan hukuman setimpalnya setelah sampai di hotel aku langsung mandi dan makan malam, saat aku mengambil leptop untuk memereksa file yang masuk aku teringat belum hubungi istri tercintaku, sangking sibuknya aku lupa hubungi Dinda.


Aku ambil hp dan langsung video call dengannya karena sudah jam tujuh malam jadi pasti si kembar sudah tidur.


"Hallo, mas..."


"Hallo sayang kamu lagi ngapain? si kembar sudah tidur ya?" tanyaku.


"Iya mas, Grey dan Gretta sudah tidur dan Dinda lagi baring-baring aja mas nungguin kabar dari mas, mas sudah pulang dari proyek"? Tanya Dinda


" Maaf ya sayang dari tadi mas tidak ada kabar soalnya ada masalah di proyek jadi mas agak sedikit sibuk tadi ngurusi semua kekacauan tadi, rasanya lelah sekali cobak ada kamu sayang disini pasti langsung hilang lela mas, baru satu hari disini mas sudah kangen sama kamu sayang, memang mas tidak bisa jauh dari kalian bertiga."


"Masalah apa rupannya mas? Ya Dinda juga begitu mas rindu sama mas tapi ya mau gimana cepat selesaikan ya mas pekerjaannya dan pulang, jangan lama-lama disana lebih baik mas istirahat saja karena besok kerja lagi mas harus jaga kesehatan jangan sampai sakit" ujar Dinda.


"Ya sayang kamu juga jaga kesehatan ya tunggu mas pulang ya sekarang sayang istirahat lah" ujar ku.


Sehabis aku vodeo call dengan Dinda aku meletakan hp di atas meja dan membuka leptop untuk kembali melanjutkan pekerjaan, namun aku kembali teringat dengan pak Erik yang sudah memilih Riko sebagai manajer, aku pengen tahu kenapa pak Erik tidak memberitahuku dari awal soal kejahatan yang di lakukan oleh Riko.


Aku kembali mengambil hp dan hendak menghubungi pak Erik namun urung karena ada telpon masuk dari ayah, pasti ayah menanyakan soal perkembangan proyek disini, aku langsung mengangkat telpon dari ayah.


"Hallo nak, kamu sudah di hotel ya"? Tanya ayah.


"Hallo yah, iya Dava sudah di hotel ada apa yah, apa ada masalah disana"? tanyaku.


"Oh baguslah, tidak ada masalah hanya ayah pengen tahu saja sudah sampai dimana pembangunan itu, sudah berapa parsen proyek itu berjalan dan tidak ada masalah bukan di proyek?"

__ADS_1


"Sudah berjalan lima puluh parsen yah, dan ternyata manajer yang di pilih oleh pak Erik itu kurang ajar yah, ternyata dia korupsi gaji karyawan, masa pak Erik tidak tahu kualitas seorang manajer yah masih banyak orang baik di luar sana yang melakukan pekerjaan dengan baik kenapa harus manajer Riko, Dava sudah masukan dia ke penjara." ujarku.


"Baguslah kalau kamu sudah tahu nak, sebenarnya ayah dengan Erik yang sepakat untuk memilih Riko sebagai manajer, karena ayah sudah tahu kualitasnya makanya ayah dan Tuan Adrak sepakat untuk kamu yang datang mengecek proyek itu, ayah mau lihat bagaimana caranya kamu bisa mengatasi masalah itu dengan baik, ayah ini sudah tua nak, jadi kamu harus belajar untuk menyelesaikan masalah entah itu masalah kecil atau masalah besar kamu harus belajar untuk menyelesaikan sendiri.


Ya sudah bagus itu kalau memang Riko sudah masuk penjarah jangan lupa bayar gaji karyawan terus apa yang sudah kamu lakukan terhadap Riko nak".


"Dava membekuk atmnya dengan atm selingkuhannya, Dava juga menyitah satu buah rumah dan satu apertemen ayah, karena itu hasil dari gaji karyawan"


"Bagus lanjutkan saja, kalau begitu ayah tutup dulu ya telponnya" ujar ayah.


Aku kembali meletakkan hp di atas kasus dan memeriksa file yang sudah masuk aku tidak jadi hubungi pak Erik karena aku sudah tahu jawabannya.


Saat aku memeriksa file aku pengen ngopi...akhirnya aku menyuruh asisten Arfan dan sekretaris untuk pesan kopi kami bertiga tidak jadi istirahat justru kami bertiga ngopi di gasebo hotel untuk membicarakan perencanaan selanjutnya.


"Kalau menurut saya Tuan, saya sependapat dengan sekretaris Dani karena apa? Kalau kita cari dari luar lagi itu takutnya sama seperti manajer Riko, memang saya tahu dari awal kalau semua itu rencana Tuan besar dan pak Erik tapi Tuan tidak mau bukan kalau proyek besar ini gagal karena di tangani orang yang salah" sambung asisten Arfan


"Memang siapa yang sekretaris Dani maksud karyawan di perusahaan dan dia di bagian apa" tanyaku.


"Dia di bagian marketing kalau tidak salah namanya pak Andy teman Tuan muda hehehe....saya rasa sangat cocok Tuan pak Andy orangnya profesional dalam pekerjaan jadi saya yakin proyek akan berjalan dengan baik"


Wah....benar juga kata sekretaris Dani kenapa dari tadi aku tidak ingat ya soal Andy apalagi dulu Andy sudah pengalaman di bagian bangunan jadi pas banget, dari pada ambil dari luar seperti yang di bilang sekretaris Dani lebih baik sementara waktu Andy di pindahkan kesini saja dulu.


""Hmmm benar juga kamu sekretaris Dani, kali ini aku sependapat dengan kalian berdua sepertinya memang Andy yang harus di mutasi kerja kesini, tapi kira-kira Andy mau tidak lantaran dia baru satu bulan menikah masih terbilang pengantin baru tidal mungkin aku setegah itu memisahkan mereka berdua." ujarku.


"Oalah..Tuan kalau itu mah gampang..biarkan saja istrinya ikut pak Andy ke luar kota selama proyek masih berjalan kan selesai mereka juga kembali untuk bekerja di perusahaan juga kan"

__ADS_1


Benar juga, nanti setelah pulang dari sini aku bicara dengan Andy dulu semoga Andy siap di mutasi kerja kesini.


Kami yang keasyikan ngobrol tidak terasa sudah jam sepuluh akhirnya kami memilih untuk istirajat , besok melanjutkan pekerjaan.


Aku merebahkan tubuh di atas kasur namun mataku belum terpejam, jujur se-empuk apa pun kasur yang aku tidur jika tidak di rumah dan tidur bersama istriku aku merasa tidak nyaman tidur, entah kenapa semenjak aku nikah rasanya tidak enak tidur sendiri jadi aku pengen tidur tapi mata ini masih terang.


Aku memilih membuka hp dan melihat-lihat foto-foto kami yang masih pacaran dulu sebelummenikah, waktu itu wajah istriku sangat lugu dan imut sekarang aja sudah ada Grey dan Gretta aja sangat imut apalagi dulu.


Kamu sangat cantik dan manis sayang pantas aja kedua anak kita tanpa dan cantik kaya bidadari tapi yang aku lihat dari Gretta masih kecil aku ingat mbak Hawari foto mbak Hawari masih kecil sangat mirip dengan Gretta tapi aku diam saja, belum ada yang menyadari hal itu, apalagi Grey dan Gretta keluar dari rumah hanya pagi hari untuk sekedar menjemur tapi bukan keluar hanya di gasebo aja jadi tidak ada yang perhatikan wajah Gretta.


"Mbak tenang aja ya disana, jujur Dava sangat merinduhkan mu mbak, dulu mbak begitu menyayangi Dava tapi sekarang tinggal kenangan, sekarang wajah Gretta mirip sama mbak waktu masih kecil, walaupun mbak sudah tidak ada sejak belasan tahun tapi wajah mbak masih tetap ada dan mbak selalu di hati kami semua, seadainya mbak masih ada pasti mbak sangat bahagia punya ipar secantik Dinda dan ponakan ganteng dan cantik seperti Grey dan Gretta." gumam ku dalam hati.


Aku selalu tersenyum setiap kali melihat foto dab video lucu Grey dan Gretta. Sekarang semangat ku adalah kedua anak ku dan juga istriku aku sangat menyayangi mereka, Dinda sudah tidur belum ya aku jadi kangen sama dia.


Entah kenapa aku ingin kepoin media sosial Dinda memang Dinda jarang buk media sosialnya, tapi aku pengen lihat, namun saat aku membuka aku melihat beberapa komen yang ada di sebuah foto sepertinya itu foti Dinda waktu masih anak gadis. Yang menarik perhatianku adalah sebuah komen yang mengatakan kalau Dinda adalah wanita istimewa dalam hidupnya namun dia tidak bisa mengapai Dinda lagi, karena aku penasaran aku bukan profil akun tersebut namun sayangnya akun itu di private jadi tidal bisa di buka.


Siapa ya kira-kira orang ini apakah dia pria masa lalu Dinda? Ah tapi itu tidak penting sekaranf Dinda sudah jadi milikku seutunya dan sekarang juga sudah ada Gretta dan Grey jadi biarkan saja begitu.


Aku kembali meletakan hp di sampingku dan bangkit dari tidurku karena kebelet ke kamar mandi gila nih mau istirahat justru pakek kebelet segelah ini sudah jam berapa mata ini tidak bisa di anjak kompromi deh. Hampir lima belas menit di kamar mandi akhirnya keluar dari dalam aku langsung membaringkan tubuh yang lelah ini di atas kasur dan menatap ke langit-lagi kamar.


Sebelum aku tidur aku kembali mengambil hp dab mengetik pesan aku tahu Dinda pasti sudah tidur tapi tidak masalah aku kirim pesan saja.


" Good night...bidadari ku"


Aku langsung meletakkan hp dan tidur.

__ADS_1


__ADS_2