
Ternyata duania ini sangat sempit ya baru semalam dia nenghina Dinda tidak pantas menjadi suami aku dan katanya dia dengan putry nya adalah perempuan yang terhormat terus apa yang kami lihat saat ini, ternyata orang sekelas istrinya Tuan Arlo bisa nebeng disini juga ya penampilannya parsis seperti perempuan malam, astaga jadi berdosa jadinya kan.
"Kamu kenal sayang perempuan itu" tanyaku sambil aku menunjuk orang yang ada didepan kami.
"Kenal lah mas bukankah dia ini ibu dari perempuan yang semalam mendekati mas dan di seret pergi....eh..mas tunggu bukannya pria itu bukan suaminya ya, kayak bedah deh" aku tersenyum mendengar pertanyaan Dinda, memang dia bukan suaminya bisa jadi selingkuhannya tapi dari tadi dia tidak menyadari kalau orang yang dia sengol tadi adalah kami, bahkan tidak segan mereka bermesraan di depan kami bikin aku jijik saja.
Tiba-tiba terbesit di otak ku untuk videokan apa yang dilakukan oleh perempuan itu, siapa tahu berguna nanti di kemudian hari atau sekarang juga bisa karena manusia model begini jangan biarkan dia lolos, karena merusak pemandangan apalagi disini bukan hanya orang yang sudah menikah tapi banyak pasangan muda-mudi yang nongkrong disini cari suasana nyaman dan merasakan agin malam. Kalau mereka melihat pemandangan menjijikan ini bisa merusak pikiran dan pergaulang mereka.
Kebetulan hp ada di tanganku jadi aku langsung videokan, sekalian aku juga sengaja mengajak Dinda dan Rafa terus Ririn duduk disitu bersama dengan mereka aku mau lihat reaksinya saat tahu orang yang di lewati tadi adalah kami.
"Sayang, yuk kita duduk disana bukankah tadi katanya mau duduk kenapa kita berdiri disini, gak capek sudah jalan keliling mall tadi sampai disini bukannya duduk justru berdiri nonton orang pacaran kita juga dong duduk biar bisa nonton dari jarak dekat pasti makin seruh."
"Mas jangan, gak enak duduk disitu malas cari masalah dengan perempuam itu biarkan saja dia duduki tempat kita mas" Dinda mencegahku untuk duduk disana tapi aku tetap kekeh untuk menghampiri mereka, bukan tanpa alasan aku mau gabung dengan mereka aku hanya mau berikan peringatan untuk perempuan itu dan aku ingatkan soal harga diri yang dia katakan semalam.
__ADS_1
Setelah aku jelaskan ke Dinda akhirnya Dinda mau juga, baguslah kalau dapat istri pengertian kayak gini cukup sekali jelasin aja sudah paham, aku menarik tangan Dinda kedua sejoli itu ngekor dari belakang mereka nurut saja.
"Parmisi nyonya boleh kami gabung"? mereka berdua yang lagi bermesraan terganggu karena kedatangan aku dan Dinda, perempuan itu merasa kemesraan mereka ternganggu jadi dari wajahnya terlihat jelas dia mau marah tapi urun saat dia melihat ku.
"Siapa sih menganggu aja....kamu gak tahu kami lagi ap......."belum selesai di bicara langsung terhenti saat menatap wajahku dia terkejut dan bangkit dari duduknya, terlihat jelas raut wajah ketakutan, tapi aku menanggapinya dengan santai seolah tidak terjadi sesuatu.
"Tu...Tuan muda....silakan duduk" seketika perempuan itu bergeser menjauh dari pria itu dan sangat jelas dari wajahnya terlihat gak suka kami menganggunya kemesraan mereka. Aku tidak peduli aku langsung menarik tangan Dinda dan duduk sedangkan Ririn dan juga Rafa ikut duduk sekarang kami enam orang di satu meja dari tadi mereka bermesraan sekarang sudah gak lagi.
Karena aku melihat semua pada diam jadi biar aku yang membuka obralan.
"Apa urusanmu dengan kami, masih anak igusan saja berani sama orang tua, kamu siapa? saya Arman Maulana Pacarnya nyonya Aini"
Oh jadi perempuan ini namanya Aini dan laki-laki ini namanya Arman. Pengen ngakak dengar penjelasannya tapi nama Arman ini bukankah ayah perna bilang kalau perusahaan kecilnya lagi kerja sama dengan perusahaan cabang, wah seruh juga nih apa dia belum tahu siapa aku ada permainam baru, tapi ah tidak perlu aku hanya mau tahu sampai dimana keberanian pria arogan ini.
__ADS_1
"Oh maaf Tuan, kami menganggu...ternyata nyonya Aini ini sangat terhormat ya, sama seperti yang nyonya katakan semalam ke istri aku kalau nyonya dan putry nyonya punya harga diri, tapi maaf nyonya disini saya mau jujur saja kalau nyonya tidak punya harga diri tapi perempuan rendahan...
Karena kalau perempuan terhormat tidak mungkin bermesraan dengan pria lain dan saya yakini Tuan Arman ini juga sudah punya istri, sebenarnya saja tidak pengen berurusan dengan nyonya dan Tuan disini tapi saya hanya mau memastikan saja harga diri macam apa yang nyonya miliki, bermesraan dengan suami orang bilang punya harga diri dan anda juga tuan tidak perlu arogan begitu karena anda tidak tahu siapa saya, sangat menjijikan. Saya tidak akan mengusik anda jika anda tidak mengusik kehidupan saya nyonya"
Pria tua itu bangkit dari duduknya dengan lancang melayangkan tinju ke wajahku tapi untung aku sudah membaca pikirannya dan langsung ku tepis dengan kuat , pukulan itu dan langsung aku berikan hadia pas di wajahnya satu kali pukuran keluar darah dari bibirnya.
Bumkkkkk....!
"Jangan cobak-coba menyentuh saya jika anda tidak mau wajah anda yang mulus itu jadi hancur, dan satu lagi saya akan kasih tahu anda jika saya adalah Dava Parmadi Adinata putra tunggal Tuan Adinata, saya dengar anda menohon ya untuk ayah saya membantu anda tapi detik ini juga hanya satu jentikan jari perusahaan anda hancur"
Setelah aku selesai berkata demikian aku menarik tangan Dinda dan ingin melagkah pergi tapi belum sempat aku melagkah. Pria tua arogan itu tiba-tiba terjatuh dan berlutut di kakiku minta ampun aku tidak peduli lagi dengannya.
"Dan untuk anda nyonya didalam hp saya ini apa yang sudah anda lakukan tadi sudah terekam di hp ini saya tinggal berikan kepada Tuan Arlo kapan saja saya mau jadi bersiaplah."
__ADS_1
"Tuan muda ampuni saya...saya tidak tahu kalau itu anda Tuan muda, saya pikir anak muda yang hanya datang iseng ingin menganggu kami" jadi maksudnya kalau orang lain yang tidak punya jabatan dia bisa seenaknya memperlakukan orang begitu kah dasar mamusia tidak punya otak.
"Yuk kita kesana saja banyak tempat kosong disana" kami berlalu pergi meninggalkan mereka berdua tua bangka itu teriak namaku sampai banyak pasang mata yang memandang kami tapi tidak ku hiraukan, aku melihat perempuan itu sampai pucat pasih di mungkin tidak menyangkah aku punya bukti perselingkuhannya. Bodoh amat biar kapok mereka orang seperti itu harus kasih pelajaran.