
Aku sebenarnya binggung juga mulai dari mana seperti inilah banyak yang mau di bicarakan tidak tahu mana yang harus di duluankan.
" Ada banyak hal yang ingin Dava tanyakan sama ayah. Jadi begini ayah, kemarin tiba-tiba kakak Dea hubungi Dinda sambil menangis kakak Dea minta ketemuan jadi kami janjian untuk ketemuan di restoran.
Tadi aku datang bersama Dinda ke restoran untuk bertemu dengan kakak Dea, karena kata kakak Dea ini masalah sangat penting jadi tidak bisa di tunda dan juga tidak bisa di bicarakan lewat hp aku dan Dinda penasaran apa yang mau kakak Dea beritahu ke kami berdua, dan ternyata setelah tadi kami ketemuan kakak Dea memberitahukan kepada kami kalau kakak Dea sudah mengetahui siapa dalang di balik kecelakaan yang menimpah ayah"
Ayah mertua yang mendengar perkataanku terkejut karena mungkin ayah mertua tidak percaya kalau secepat itu kedua putrynya mengetahui kenyataan pahit itu.
Ayah mertua memandang aku dengan tatap senduh pasti Ayah mertua merasakan kecemasan dan kesedihan mendalam kedua putrynya.
"Terus siapa pelaku yang Dea bilang nak, apakah sama seperti yang ayah ceritakan ke kamu atau ada lagi yang lain".tanya ayah dengan penuh harap padahal aku tahu tanpa aku beritahu ayah juga, ayah sudah mengetahui semuanya.
"Ya kakak Dea bilang pelakunya adalah perempuan itu ayah bersama dengan selingkuhannya yang bernama Reno"
"Apa.....selingkuhan?"
Astaga .... ayah hampir saja copot jantungku gara-gara teriakan ayah, jadi benar kalau ayah belum tahu perselingkuhan perempuan itu.
__ADS_1
"Iya ayah makanya Dava dan Dinda juga terkejut dengan pengakuan kakak Dea..dari pengakuan kakak Dea perempuan itu juga sudah mengakui kalau Lexza bukan anak ayah, tapi anak bawaan itu yang membuat Lexza terpukul dan mereka bertengkar hebat sampai kakak Dea memukul kepala Kenedy dengan vas bunga sampai pingsan."
"Kurang ajar perempuan ****** itu.....kamu benar-benar ya kenapa kemarin kamu gak mati saja iblis jadi selama ini aku berbagi dirimu dengan pria lain pantas saja kamu sering bepergian, alasan ada acara diluar kota dengan teman-teman arisan bodohnya aku gak menyuruh orang untuk memata matai kamu karena aku percaya sama kamu. Tapi ternyata kepercayaanku di permainkan memang ya kalau dasarnya sudah murahan sampai kapanpun tetap murahan."
"Nak bagaimana dengan kondisi kedua putry ayah mereka berdua baik-baik sajakan?"
"Maafkan Dava ayah jika Dava lancang tapi apa benar ayah benar-benar gak tahu soal perselingkuhan itu? Karena dari pengakuan kakak Dea mereka sudah melakukan hubungan gelap itu sudah dua tahun ayah.
"Deg...." seperti dihujanin ribuan belati di jantung ayah mertua sampai wajah ayah dengan tatapan datar kedepan.
"Jika dari awal ayah sudah tahu nak mungkin perempuan ****** itu sudah tidak ada didunia ini lagi tapi sudah di neraka jahanam, ini semua salah ayah karena ayah menganggap remeh masa lalu perempuan itu, ayah pikir dia sudah beruba tapi ternyata ayah salah. Biarkan saja ayah yang mengurus perempuan itu jangan biarkan dia cepat mati karena kalau dia cepat mati tidak seru biarkan dia melihat dan menikmati sendiri kehancurannya dengan pria brengset itu"
Aku ceritakan semua dari awal kejadian yang katanya bu Anjani menyuruh Lexza pergi ambil hp sampai gantian kakak Dea yang pergi akhirnya tidak segaja kakak Dea mengangkat telpon dari pria yang bernama Ogen, dan meminta uang sebayak satu miliyar bahkan menyuruh bu Anjani cepat hapus semua bukti tentang rencana mereka dan bu Anjani akan mengalihkan semua harta dari atas nama ayah menjadi nama bu Anjani karena mereka akan segerah menikah.
Karena kakak Dea penasaran akhirnya kakak Dea buka chat dan galeri dan mendapatkan semua bukti yang ada itu yang membuat kakak Dea murka dan bertengkar hebat dengan bu Anjani.
Ayah mertua yang mendengar semua ceritaku terhenyak, aku tahu perasaan ayah saat ini pasti sakit sekali aku yang mendengar saja sudah sakit apalagi ayah kasian juga seharusnya dalam masa tua ayah hidup bahagia tapi justru banyak beban yang ayah pikul...ayah mertua bisa menikah lagi sih karena masih awet muda siapa yang tidak mau dengan pria baik seperti ayah Evan harta juga melimpah.
__ADS_1
Ayah menarik napas panjang baru buka suara.
"Nak apakah semua bukti itu ada sama kamu boleh ayah melihatnya kalau soal kecelakaan ayah tidak masalah tapi bukti perselingkuhan mereka adakah sama kamu nak"? Tanya ayah mertua dengan suara bergetar aku tahu ayah mertua menahan sakit dan emosi.
"Ada ayah semua bukti ada disini" aku menyodorkan hpku dan aku memperlihatkan video mes**m bu Anjani dengan pria yang bernama Ogen itu, ayah mertua menonton sampai badannya gemetaran raut muka ayah mertua beruba sangat seram. Kasian ayah ayah dapat istri buruk rupa.
Tapi ayah mertua tetap tenang menahan diri ayah mertus bisa mengendalikan emosi. Dan menatap ke arah pak Reno yang setia menemani aku dan ayah mertua dari tadi.
"Reno...kamu tahu apa yang harus kamu lakukan habisi laki-laki bajingan ini kalau tidak buat dia menjadi cacak, saya mau lihat setelah perempuan ****** itu tahu pria idamannya cacat apakah dia masih mau dengannya karena secepatnya aku akan keluar dari persembunyianku."
"Baik Tuan saya tahu"
Pak Reno pergi agak sedikit menjauh dari aku dan ayah mertua aku melihat pak Reno menelpon seseorang bisa jadi itu orang suruhan yang sudah perna ayah mertua pake untuk menembak bu Anjani. Biarlah itu urusan ayah mertua yang penting ayah mertua sudah tahu semua tentang ini tapi masih ada dua masalah lagi yang belum aku bahas dengan ayah mertus.
"Ayah..cobak ayah lihat ini..." aku kembali membuka hp dan memperlihatkan Vodeo kakak Dea dan Dinda mereka begitu terpukul saat tahu kenyataan pahit yang mereka dan ayah alami.
"Ayah kakak Dea dan Dinda sangat terpukul dengan kepergia ayah...mereka berangapan kalau ayah memang sudah tidak ada, jadi kakak Dea dan Dinda berencana membalas dendam mereka membalas segala sakit yang ayah rasakan, apakah ayah masih tega menyembunyikan diri disini dan tidak mau bertemu dengan mereka berdua ayah"?
__ADS_1
"Apakah ayah tidak kasian dengan kedua putry ayah...kalau Dinda masih punya Dava dan orang tua dirumah menghiburnya tapi kakak Dea ayah..kakak Dea kasian belum tentu Tahir mengerti kondisinya dan Dava yakin ayah kalau Tahir tidak tahu soal masalah ini kakak Dea pasti tidak berani memberitahunya makanya kakak Dea datang meminta bantuan kami ayah. Dava mohon ayah pikirkan lagi semua ini."