Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
333


__ADS_3

Aku dan asisten Arfan masuk kedalam gedung dan betapa terkejutnya aku melihat pemandangan di depan mata, aku sampai menutup mulut dari mana Dinda tahu Ya Tuhan dengan pesan dari Emelia sampai nekat pergi menemui Emelia, Dinda sudah mirip kayak mafia berkelas atas. Aku masih tidak bisa berbuat apa-apa karena jujur aku benar-benar terkejut.


Ya Tuhan asisten Arfan, ini nona muda apa bukan kenapa sadis sekali? padahal semalam aku menyuruh pak Erik untuk mencari tahu alamat rumah Emelia, tapi justru orang suruhan pak Erik katanya terlambat datang, aku sampai heran pak Erik menyuruh orang suruhannya pergi jam berapa, dan Dinda pergi jam berapa sehingga mereka selisih sedangkan Dinda hamil, kadang tidak masuk logika tapi memang itu lah kenyataannya.


"Tuan muda, saya rasa nona muda seorang mafia. Karena nona muda bisa melakukan apapun yang nona muda inginkan. Sepertinya Tuan Winata tidak memberitahukan kepada Tuan muda tentang kehidupan nona muda sepenuhnya, karena cara seorang wanita seperti nona muda ini adalah cara seorang mafia berkelas atas. Kalau nona muda adalah wanita biasa saya tidak yakin nona muda bisa melakukan ini di subuh tadi." Ujar asisten Arfan.


Kami berdua asyik ngintip sambil membahas mengenai Dinda tiba-tiba kami di kejutkan dengan teriakan dari dalam ruangan, ternyata kedua pengawal yang mengangkat tubuh Emelia dengan kasar mereka membanting Emelia di lantai yang sudah agak rusak, sepertinya Dinda sudah tidak asing lagi dengan gedung tua ini.


Brukkkkk!..


"Argh.....!"


Teriak Emelia. Setelah tutupan kepalanya di buka sangat jelas, Emelia juga terkejut melihat Dinda berdiri didepan matanya. Emelia juga menatap tajam ke arah Dinda yang berdiri di hadapannya.


"K...kau....ja...jadi ka..kamu yang menculik aku...kenapa kamu melakukan ini terhadap aku, kenapa kamu menghancurkan tempat tinggalku, aku akan menuntut kamu nanti jadi kamu harus bertanggung jawab dengan semua kerusakan yang ada" tanya Emelia panik. Tapi dengan santai Dinda duduk di kursi yang sudah disediakan oleh pengawal di depan Emelia, ternyata Dinda kerja sama dengan pengawal-pengawal ini pantas aja Dinda bisa lolos keluar dari rumah subuh tadi.

__ADS_1


Awas aja aku akan berikan hukuman kepada pengawal yang sudah bekerja sama dengan Dinda, untung Dinda tidak kenapa-kenapa kalau tidak aku akan menuntut mereka. Bisa-bisanya mereka tidak memberitahu aku soal Dinda pergi.


"Hahaha...akting anda bagus juga nona Emelia, aku sudah berikan kamu kesempatan untuk intropeksi diri dan jangan perna memgusik kehidupan rumah tanggaku, tapi ternyata kesempatan emas yang aku berikan untuk nona Emelia sia-siakan, karena menganggap remeh dengan ancaman yang aku berikan, bukankah nona Emelia memgirim pesan kepadaku untuk menjemput nona Emelia, pesan yang nona Emelia kirim aku sudah membacanya bahkan Tuan muda juga sudah membacanya.


Jadi aku memenuhi pesan yang anda kirim nona, sebelum anda datang menemui aku, aku terlebih dulu menemui anda nona aku satu orang paling tidak suka orang penting datang menemui aku, sehingga aku inisiatif untuk datang sendiri tanpa Tuan muda, sekarang aku mau tanya pesan apa yang ingin nona Emelia sampaikam sebelum aku mengirim nona Emelia pergi ke alam bakah, aku sudah ingatkan berulang kali tapi anda tidak mau mendengar asal anda tahu nona jika ada tahanan sudah sampai di tempat ini berarti tidak ada harapan untuk hidup. Aku tidak suka main-main dengan orang yang selalu mengusik kehudupan ku." Ujar Dinda.


Justru perkataan Dinda di anggak lelucon oleh Emelia, wanita ini tidak ada rasa takut sama sekalih padahal sudah ada maut di depan mata tapi justru dia tertawa. Dan dia mengatakan kalau dia tidak takut dengan ancaman Dinda karena dia percaya kalau Dinda tidak berani melakukan kejahatan terhadapnya.


"Jangan nakut-nakuti aku karena aku tidak perna takut dengan ancaman kamu, aku tahu kamu itu hanya berlindung di ketiak suami dan mertua kamu, kamu hanya perempuan lemah yang tidak bisa apa-apa jadi jangan banyak bicara" ujar Emelia.


Dinda tidak banyak bicara langaung keluarkan pistol dari dalam tas dan menembaki tepat di sebelah betis Emelia seketika membuat Emelia teriak histeris, aku dan asisten Arfan juga tidak kalah terkejut. Karena gerakan Dinda cepat sekali.


Dorrr........!


"Arghr..........Tolong!" Emelia teriak minta tolong.

__ADS_1


Setelah selesai menembak, dengan santai Dinda mendekati Emelia dengan senyum Dinda pencet luka Emelia yang tertembak tadi, hal itu membuat Emelia kesakitan dan meminta untuk menghentikan aksi Dinda.


"Brengset hentikan....ampun sakit....akan aku membunuhmu lihat saja nanti. Cepat lepaskan aku akan menghubungi ayahku dan aku akan membuat perhitungan denganmu, jangan kamu pikir kamu adalah nona muda dan suami kamu adalah Dava jadi kamu pikir kamu bisa mengalahkan aku, akan aku membuat mu menderita dan aku akan merampas Dava dari kamu." ujar Emelia.


Plakkkkk...plakkkkkk!....


"Aku bukan wanita brengset kayak kamu yang ingin menghancurkan rumah tangga orang, aku juga bukan wanita tidak tahu diri yang hanya mengandalkan kekuasaan suami dan mertua untuk menindas orang, aku seperti ini karena kamu yang datang mengigit aku, ingat aku satu orang kalau aku di injak oleh orang aku bukan injak balik tapi aku langsung patahkan lehernya. Jadi kamu jangan sampai bukan hanya kaki kamu saja yang aku patahkan tapi leher kamu juga. Aku melakukan seauatu jika orang itu akan mengusik hidupku". ujar Dinda.


Emelia membulatkan matanya dengan sempurna, karena perkataan Dinda, aku sudah tidak tahan lagi dengan semua yang sudah dilakukan oleh Dinda akhirnya aku keluar dari persembunyian dan mendekati Dinda yang kebetulan Dinda membelakangiku.


Aku memeluk Dinda dari belakang sehingga membuat Dinda terkejut, dan langsung membalik badan.


"Sayang....kamu ngapain disini?" tanyaku.


"Ma...mas....! Kok ada disini? Mas tahu dari mana Dinda ada disini mas?" tanya Dinda.

__ADS_1


"Kamu tidak lupakan, sayang. Siapa suamimu bukan? Suami kamu memiliki mata dimana-mana jadi setiap apa yang kamu lakukan suami kamu tahu jadi kamu tidak perlu tanya kenapa mas tahu kamu disini sayang" ujarku.


Dinda langsung memeluk aku dan memberikan ciuman tepat di pipiku sehingga membuat mata Emelia membulat sempurna, Emelia emosi karena Dinda mencium pipiku jadi Emelia tidak terimah sehingga dia berteriak. Lucu perempuan ini memang dia siapa, Dinda kan istriku jadi apapun yang dia lakukan tidak masalah.


__ADS_2