Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
255


__ADS_3

Aku dan ayah hanya tertawa mendengar obrolah Gama dan Rafa, mereka kayak bocah saja takut dibawah untuk sembeli memangnya mereka itu hewan jadi sembeli. Tidak perlu beritahu mereka berdua tunggu sampai tempat tujuan baru mereka tahu sendiri.


Ternyata suasana malam diluar begini dingin juga untung aku bawah jaket kalau tidak sudah kedinginan. Angin malam kencang sekali menampar wajah ini.


"Kalian berdua kedinginan tidak diluar ternyata dingin banget ya, aku pikir panas ternyata dingin." Ujarku.


"Jelas dingin dong kakak ini sudah jam berapa memangnya kakak tidak lihat jam" sambung Gama anak ini kalau bicara selalu benar.


Memang sudah jam sebelah, jadi tidak heran kalau dingin ternyata alamat yang diberikan ayah mertua agak jauh dari perkotaan ada gedung aduh...ayah mertua bisa aja deh. Masa kami harus jauh kesini hanya menangkap satu kecoak kecil. Tapi tidak masalah tanganku sudah gatal pengen menghajar seseorang.


Hampir satu jam perjalanam akhirnya kami sampai juga ternyata kami harus jalan kaki masuk kedalam gedung itu, kata ayah mertua jangan sampai ada yang melihat mobil kami jadi harus masukan kedalam hutan. Kami jalan kaki kegudang itu dan ayah mertua terus ayah masuk kedalam satu kamar yang pintuhnya sudah lapuk karena gedung tua ini sudah Puluhan tahun terbengkalai.


Ternyata target kami belum datang mungkin sebentar lagi pengawal sudah siaga di luar menunggu kedatangan mereka, sedangkan aku, Rafa dan pak Erik menjaga pintu belakang, Gama dan asisten Arfan terus salah satu pengawal berdiri di pintu samping ini gedung tua juga banyak sekali pintunya. Kalau waktu Elsa di culik itu di tengah hutan dan hanya dua pintu gedung masih lumayan baru, kalau ini sudah lapuk banyak lagi pintu, kalau nanti tiba-tiba roboh bagaimana ayah mertua juga ada-ada aja, cari tempat yang agak lumaya bagus sedikit ini tidak.


Tidak selang lama kami mendengar ada dua mobil berhenti tepat di samping gedung karena gelap jadi mereka tidak menyadari kalau kami ada di dalam. Ternyata kurang ajar ini tidak datang sendiri justru dia bawah pengawal tidak masalah.


Biarpun aku di belakang dan gelap aku bisa ngintip keluae dan aku lihat turun dari kedua mobil itu ada hampir empat belas orang, ternyata kurang ajar sudah tahu ada jebakan makanya dia datang tidak sendiri aku menyuruh yang lain semua pakek masker dan topi.


"Pakek masker kalian biar nanti pas lampu menyala wajah kalian jangan terlalu kelihatan, yang penting kita berhasil menangkap bajingan itu baru ayah mertua keluar."


"Aduh...kakak hilang masker Gama bagaimana ini" ujar Gama.


Anak ini kadang sangat cerobo untung pakek Erik sangat sianga jadi pakek Erik bawah masker lebih. Kami yang asyik didalam mendengar bunyi orang bertarung diluar aku yakini paati anak buah bajingan itu dengan pengawal.


Bukkkkkk......bummmkkkk!

__ADS_1


Ada suara teriak, kalau dari suaranya seperti bukan suara pengawal karena aku tanda semua suara pengawal bisa jadi pengawal bajingan itu yang kena tikam.


"Bajingan siapa kalian yang berani melawan kami ha. .siapa yang menyuruh kalian cepat katakan, dasar kecoak kecil mau menjebak saya jangan harap malam ini saya pastikan kalian semua habis ditanganku" teriak bajingan itu ternyata besar juga nyalinya menumbangkan anak buahnya tidak butuh waktu lama walaupun tidak sampai meninggal, di buat hanya buat mereka cidera saja nanti juga mereka sehat kembali, karena yang kami incar bukan mereka tapi bosnya."


Karena pengawal kewalahan melawan mereka akhirnya pak Erik dan asisten Arfan membantu mereka dan berhasil menangkap bosnya.


"Dasar bajingan mau apa kalian semua ha...apa salah saya lepaskan saya, saya tidak ada urusan sama kalian, lepaskan saya atau kalian menyesal seumur hidup saya akan membunuh kalian semua" ujar bajingan itu.


"Diam....kamu yang membunuh kami atau nyawah kamu yang kami habisi."


Pak Erik dan asisten Arfan langsung menyeret masuk kedalam dan diikat di tiang yang sudah di siapkan.


Saat lampu di nyalahkan dia terlihat terkejut saat melihat kami semua berdiri mengelilinginya, tapi dia tidak mengenal aku dengan Gama padahal kami sudah perna bertemu di restoran.


"Ikat dia pak di tiang itu, kita pancung dia ikat kaki dan tangannya jangan sampai dia lolos." Baik Tuan.


Brakkkkkkk!


Pak Erik dan pengawal mulai mengikat tubuhnya di tiang itu tapi justru dia memberontak dan bahkan tidak mau, karena aku emosi aku berikan satu tinju pas di rahangnya seketika darah segar keluar aku masih benci dengannya berani kerja sama dengan Anjani mau membunuh istriku dan kakak Dea.


Aku lihat bajingan ini bikin emosi ku makin naik, pengen aku habisi dia sekarang juga kalau bukan karena ayah mertua sudah aku lenyapkan.


Bukkkk....bukkkkkk!


" Diam kamu bajingan kalau kamu tidak mau mati lebih baik kamu nurut saja"

__ADS_1


"Cuiihhh....dasar kecoak mati....berani sekali kamu mengancam aku siapa kamu sebenarnya, dan mau apa kalian menyandra aku disini, lepaskan aku atau aku akan membuat kalian menyesal, kalian tidak tahu siapa saya ha...saya bisa melenyapkan orang"


"Hahaha...melenyapkan orang yang benar saja..bukankah sebentar lagi kamu juga akan lenyap tapi tidak sekarang tunggu nanti kalau kamu mati sekarang tidak seru," ujar


"Kita lihat saja nanti aku yang mati atau kalian yang mati...sekarang katakan apa yang kalian inginkan kenapa kalian mengikat aku disini bukankah kalian yang menyuruh aku kesini karena ada yang mau kalian bicarakan kenapa sekarang justru aku disiksa disini cepat lepaskan aku, atau kalian mau aku lapor polisi."


"Wah....kamu mau menakut-nakitu kami, maaf kami tidak takut, hanya saja jangan-jangan kamu yang akan diseret ke penjara oleh polisi karena video me**m kamu itu, seharusnya kamu berterimah kasih sama kami karena kalau tidak kamu sudah masuk di penjara, kami menolong kamu kok marah"


Kami yang sedang asyik di ruangan tiba-tiba kembali diserang oleh anak buahnya bajingan itu, akhirnya kami kembali bertarung kali ini bukan hanya pengawal saja yang bertarung, tapi kami semua melawan mereka Gama tetap menjaga bajingan itu takutnya saat kami sibuk melayan anak buahnya justru dia lolos kabur.


Bukkkkk....bukkkkk!...!


Katanya jagoan tapi datang hanya bawah pengawal lemah sekali di sengol saja langsung tumbang, tidak seru bertarung dengan kecoak kecil ini banyak gaya tapi tidak berdaya sekali pukul langsung mengaduh sakit.


Aku seret anak buahnya dan mengikat berdmpingan dengan bajingan itu aku rencana nanti biarkan anak buahnya yang menghajar kembali dia biar tahu rasa.


"Kamu dengan bos kamu sama-sama lemah tapi aku heran kenapa kalian datang kesini, memangnya kalian sudah melakukan kesalahan apa" tanya aku pada bajingan itu


"Itu bukan urusan kamu kecoak kecil panggil bos kamu kesini biar aku mau ketemu dengannya m, aku mau lihat sehebat apa bos kamu sampai dia bisa menyuruh aku kesini dan kalian berani memgikat aku disini semoga kalian tidak menyesal"


"Apa kamu benaran sudah siap kalau sudah biar bos kami keluar semoga kamu tidak jantungan saat bertemu dengan bos kami ya karena aku takut kamu langsung lingsan."


"Hahaha omong kosong macam apa itu."


Crekkkkk!

__ADS_1


"Siapa yang kamu bilang omong kosong disini kamu mencari saya yakan saya sudah datang".


"Tu....Tuan...."?


__ADS_2