Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
267


__ADS_3

Setelah keempat pria itu keluar dari kediaman keluarga winata, pak Sammy telpon Tuan Winata untuk menyampaikam kalau misi mereka sudah selesai, tapi mereka belum melakukan apa-apa karena masih tinggu tiga hari waktu yang sudah mereka tentukan.


"Hallo Tuan..kami sudah melakukan sesuai dengan rencana kita Tuan jadi tadi kami belum melakukan apa-apa, tunggu tiga hari baru kami akan bergerak jika nyonya tidak mau keluar dari rumah dengan terpaksa kami akan melakukan ketegasan. Karena ternyata nyonya sangat keras kepala Tua dan maaf Tuan sifat nyonya sangat buruk tidak bisa menjadi cerminan, nyonya mencaci maki anak dan mantunya Tuan bahkan ada sepasang suami istri juga ada disana"


"Bagus kalau tiga hari lagi kalian datang tapi mereka tidak mau keluar dan masih ngotot, seret paksa mereka keluar dari rumah dan jangan biarkan mereka membawah barang berharga apapun. Cukup mereka membawah pakian mereka saja bila perlu seret mereka sampai di jalan raya agar semua tetangga tahu kalau perempuan itu sudah di usir dari rumah, dan satu lagi pak Sammy tolong blokir atm perempuan itu dan juga atm putrynya yang bernama Lexza dan satu lagi yang bernama Ogen blokir semua dan bekukan semua saldo yang ada didalam"


"Baik Tuan saya akan blokir semua atm mereka hari ini juga."


atm bu Anjani akan di blokir oleh bank baguslah biar nanti tidak bisa di pergunakan lagi


"Oh ya satu lagi pak Samny jika nanti tiga hari lagi pas pak Sammy datang, dan ternyata putry saya ada disana bersama dengan suaminya biarkan mereka di rumah saja yang perlu di seret itu adalah ketiga orang itu Kenedy dan istrinya dan juga ibunya, mereka tidak punya hak apa-apa disitu saya mau lihat seperti apa kehidupan mereka."


"Memang itu tidak keterlaluan Tuan kalau seret mereka keluar begitu nyonya adalah istri Tuan sedangkan nona Lexza adalah putry anda Tuan."


"Lakukan saja pak Sammy ceritanya panjang" ujar Tusn Winata karena Tuan Winata tidak mau cerita ke orang lain.

__ADS_1


"Baik Tuan" ujar pak Sammy.


Setelah selesai menelpon Tuan Winata pak Sammy langsung matikan telpon dan melanjutkan perjalanan mereka pulang.


Tuan Winata tersenyum menyeramkam.


"Kamu Anjani main-main sama saya, kamu belum tahu siapa saya sebenarnya suami kamu sendiri yang sudah puluhan tahun hidup bersama kamu, saya berikan segalanya untuk kamu, apalagi yang masih kurang sampai kamu melakukan hal sekeji ini terhadap aku, bukan hanya kamu dan Ogen yang akan aku habisi kalian tapi juga anak dan menantu kamu kalau berani mereka macam-macam sama kedua putry saya, saya tidak segan membunuh mereka, selama ini aku menyayangi dia seperti anak saya sendiri tapi justru dia memperlakukan putry kandung saya seperti itu.


Ini permulaan Anjani saya mau lihat setelah kamu di usir dari rumah itu, kamu mau kemana lagi biarpun kamu sudah jadi gembel melarat saya tidak akan melepaskan kamu saya akan membuat kamu membayar semua perbuatan kamu, tunggu saja setelah kamu di usir dari rumah baru kamu ketemu dengan pujaan hatimu. Kenapa tidak dari dulu saya ketemu dengan Riska dia perempuan baik dan sangat sopan nak Rafa juga baik banget, semoga saat saya melamar Riska dia mau menerima saya apa adanya."


Cieehhh....! Tuan Winata lagi berbunga-bunga hatinya karena tante Riska suka mengisi hatinya"


"Argh....! Kurang ajar kamu mas aku pikir setelah kamu meninggal kamu tinggalkan aku semua harta kamu dan aku jadi hidup bahagia tapi ternyata justru hidup aku makin susa, dan jadi gembel kalau semua aset di sita oleh bank, tidak......aku tidak akan mau jadi kehilangan semua hartaku, aku harus cari cara biar mendapatkan banyak uang dan melunasi semua hutang di bank dalam tiga hari ini agar semua aset tidak di sita oleh pihak bank"? Teriak bu Anjani.


"Bu kok bisa sih banyak sekali hutang di bank? ayah ambil itu untuk apa sih kalau kita di usir dari sini kita tinggal dimana? Masa tinggal di jalanan"

__ADS_1


Bu Anjani yang mendengar ocehan Lexza langsung naik tensi.


"Anak dan menantu tidak berguna seperti kalian berdua punya hak apa bertanya begitu, seharusnya memang kalian semua di usir keluar dari sini biar aku aja disini, sudah kalah calon presiden jadi mau apalagi disini jangan kamu selalu bertanya tinggal dimana.


Seharusnya kalau kalian berguna berikan uang banyak untuk ibu pergi lunasi hutang itu agar tidak di sita oleh bank, dan kamu Dea kamu kan dekat dengan Dinda jadi tolong hubungi Dinda untuk bantu ibu minta satu triliun saja itu mah kecil bagi dia bilang ibu tunggu malam ini uang sudah masuk paling lambat jam dua belas malam. Jadi anak itu berguna sedikit jangan punya suami kaya raya dan mertua kaya raya tadi saat ibunya susa justru tidak ada bantuan sama sekali."


"Bu Dea mohon berhenti bicara yang tidak masuk akal lebih baik ibu berkemas barang ibu dan kembali ke kampung halaman ibu, biar ibu tidak bicara yang tidak-tidak memangnya ibu sudah berikan apa untuk Dinda dan Dava selama disini? jadi mereka harus membantu ibu jangan harap bu karena sampai kapan pun harapan ibu akan sia-sia.


Ibu jangan meresa ibu sudah sangat berjasa dalam hidup Dinda jadi minta Dinda untuk membantu ibu pada saat ibu susa jangan harap deh. Pakek ngancam uang harus masuk malam ini hak apa ibu perintah begitu. Lexza dan suami kamu siap-siap saja untuk jadi gembel di luar sana, kalau jadi di usir dari sini makanya jadi manusia itu jangan sombong"


"Hahaha....kamu kamu bilang saya di usir jadi gembenl? Apa kamu tidak ngaca dulu Dea baru bicara, aku rasa kita sama akan menjadi gembel di luar sana jadi tolong jangan gembel teriak gembel kamu bicara seperti itu kayak kamu punya rumah sendiri saja, jangankan punya rumah jangan-jangan hanya sekedar makan saja kamu tidak sanggup" ujar Lexza bangga.


"Hahaha...capek jelaskan ke orang yang tidak punya otak lagian memangnya selama ini kamu tahu apa tentang aku dan mas Tahir lakukan, tidak kan? Jadi jangan asal bicara takutnya saat kamu tahu kenyataan kamu mati berdiri kita lihat saja nanti siapa yang akan menjadi gembel yang sebenarnya aku atau kamu."


"Sudah....cukup jangan bertengkar bikin kepalaku makin pusing lebih baik aku pergi dan kamu Dea ingat hubungi Dinda, ibu tidak mau tahu apapun alasannya, ibu hanya mau menerima uang bukan bualan"

__ADS_1


Ibu Anjani langsung merampas kunci mobil dan tasnya terus berlalu pergi meninggalkan semua orang yang masih ada di ruang tengah.


Sedangkan kakak Dea dan mas Tahir masuk kedalam kamar di ikuti bibi Lya dan paman Gibran tinggallah kedua orang itu masih terpaku di tempat .


__ADS_2