Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
326


__ADS_3

Aku mendengar semua perkataan para tamu undangan yang menyayangkan sikap om Angga yang menurut ku tidak seperti orang berpendidikan, bukannya Om Angga tidak tahu kalau aku sudah punya istri, tapi om Angga pura-pura.


Om Angga justru menuntut aku untuk harus bertunangan dengan Aisya enak aja, aku tidak sudih bertunangan dengan perempuan gila itu. Karena aku sudah punya istri yang sangat cantik. Ayah langsung menyelah perkataan om Angga hal itu membuat ayah dan om Angga berdebat.


"Tuan Angga! Saya sangat menghargai anda karena kita kerabat tapi kalau cara Tuan Angga seperti ini saya tidak setujuh, karena putra saya sudah menikah jadi saya sama sekali tidak setujuh kalau putra saya akan bertunangan dengan nona Aisya.


Karena dulu nona Aisya sendiri yang menolak dan tidak ingin di jodohkan dengan Dava, dan satu lagi tidak ada perjanjian di antara kita karena waktu itu setelah penolakan dari nona Aisya kita memutuskan untuk tidak melanjutkan perjodohan. Dan bukan hanya penolakan dari nona Aisya tapi putra saya juga tidak setujuh dengan perjodohan itu, jadi Tuan Angga tidak bisa menuntut atau memaksa putra saya untuk tunangan dengan nona Aisya.


Bukankah nona Aisya sudah punya tunangan? Dan kenapa harus putra saya yang sudah punya istri yang ingin di jodohkn dengan nona Aisya. Biarpun putra saya belum menikah sekali pun belum tentu saya juga setujuh kalau mereka tunangan sekarang, apalagi istri dan putra saya jadi tolong Tuan Angga jangan ambil keputusan sepihak begitu" ujar ayah.


"Tuan Adinata, anda tidak bisa begitu memang waktu itu putri saya yang memutuskan, tapi saya rasa semua itu masih berlakuh dan sekarang putri saya sudah putus dengan tunangannya demi Tuan muda Dava, dan kebetulan Tuan muda Dava ada disini jadi kita sekalian saja di saksikan para tamu undangan, Aisya sini" ujar Om Angga sambil memanggil Aisya naik ke atas panggung dengan senyum mengembang Aisya juga naik ke atas panggung.


"Selamat malam para tamu undangan saya Aisya putry dari Tuan Angga, disini saya mau memanggil calon suami saya Dava Adinata untuk nail ke atas panggung karena acara tuangan segerah di mulai ." Ujar Aisya.

__ADS_1


"Loh...Tuan Angga bukahkan Tuan mudah Dava sudah punya istri kenapa Anda memaksa Tuan muda Dava untuk tunangan dengan putry Anda apakah anda tidak punya hati, kalau seandainya putry anda di perlakukan seperti itu apakah anda bisa menerimah, kalau saya di posisi istri sah Tuan muda Dava saya sudah marah" ujar salah satu tamu undangan gadis itu cukup berani.


"Nah betul sekali, kok bisa ya orang terhormat seperti Tuan Angga bisa melakukan hal sekeji ini, Tuan Angga tidak memikirkan perasaan istri sah dari Tuan muda Dava, oh ya kita tunggu aja deh apa reaksi Tuan muda Dava, apakah Tuan muda Dava menerimah acara pertunangan ini atau tidak tapi saya yakin Tuan muda Dava tidak akan menerimah" sambung yang lain.


Karena om Angga dan Aisya mendengar perkataan para tamu undangan sehingga mereka hanya tersenyum sembari berkata." Para tamu undangan harap tenang karena saya yakin Tuan muda Dava juga mencintai saya, secarakan saya cantik dan berprestasi jadi pasti Tuan muda Dava lebih memilih saya dari pada wanita lain." Ujar Aisya.


"Ngeri! Kok bisa ya ada perempuan tidak punya malu seperti ini, dengan bangga dia memanggil suami orang sebagai calon suaminya jadi jijik lihat perempuan seperti ini, cantik sih tapi kalau jadi pelakor sama saja." Ujar yang lain.


Dasar wanita tidak punya malu. Siapa yang dia sebut calon suami, aku sudah punya istri justru mereka bicara begitu di depan banyak para tamu undangan, aku tidak mau jadi batu sandungan bagi semua orang akhirnya aku bangkit dari duduk dan mengandeng mesra istriku.


"Nah...calon suami saya sudah datang. Sini mas Dava malam ini adalah malam special untuk kita berdua, sudah lama kita impikan momen ini jadi saatnya bagi kita"


"Maaf nona Aisya, siapa yang anda maksud adalah calon suami anda, sejak kapan saya jadi calon suami anda. Didepan para tamu undangan saya mohon maaf sebesar-besarnya atas kesalah pahaman ini, karena disini saya tegaskan kepada om Angga dan nona Aisya bawah saya sudah punya istri yang cantik dan sangat terhormat bahkan hanya dia satu-satunya wanita yang saya cintai di dunia ini selain ibu saya.

__ADS_1


Jadi saya mohon tolong nona Aisya jangaj percaya diri dan berkata saya ini adalah calon suami anda, karena sampai kapan pun saya tidak punya hubungan apa-apa dengan anda dan untuk om Angga tolong ya om, jangan buat kesalah pahaman ini makin rumit karena saya dan nona Aisya tidak punya hubungan apa-apa. Malam ini saya hadir disini sebagai tamu undangan bukan sebagai calon suami" ujarku


Setelah aku bicara demikian aku mengandeng tangan Dinda dan gegas keluar rencana mau pulang tapi baru saja kami berbalik, tanganku dan Dinda di hempaskan secara kasar hal itu membuat Dinda murka dan sekali berbalik tangan melayang tepat di pipi Aisya hal itu membuat Aisya tidak bisa menjanga keseimbangan akhirnya tersungkur ke lantai.


Plakkkkkkl!.....


"Argh...."!


"Nona Aisya dari tadi saya sudah sabar dengan kelakuan anda, saya pikir anda lulusan luar negeri jadi anda paham dengan apa yang anda lakukan, karena anda punya pikiran yang luas dan tahu jika perbuatan yang anda lakukan adalah perbuata tang salah, anda tahu kalau Tuan muda Dava adalah suami sah saya tapu itu pun anda masih menginginkannya apakah harga diri anda serendah itu nona Aisya" bentak Dinda.


Semua mata tertujuh kepada kami berdua karena, tanparan tadi dan Aisya sampai berteriak mengeluarkan kata-kata kotor sehingga banyak para tamu undangan memandang rendah dirinya. Dan karena tamparan dari Dinda kembuat om Angga langsung marah karena tidak terimah putrinya di hajar oleh Dinda.


"Tuan Adinata apakah seperti ini attitude menantu Anda, sehingga dia melakukan hal tidak senono di depan semua orang, berani sekali menantu anda menampar putry kesayangan saya, apakah serendah ini menantu yang anda pilih. Hahaha...lebih berkelas putry saya ketimbang wanita pilihan putra anda sangat kelas bawah." ujar Om Angga.

__ADS_1


Ayah mertua yang mendengar pernghinaan terhadap Dinda langsung bangkit berdiri dan ikut emosi karena ayah mertua tidak terimah Dinda di rendahkan begitu sehingga ayah mertua menatap nyalang dan sudah emosi.


__ADS_2