Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
357


__ADS_3

Tapi kali ini aku menyuruh ibu dan ayah yang naik keatas panggung, bagaimana pun juga orang tua yang lebih berkuasa. Memang hari ini adalah acara penyambutan istri dan kedua anak ku kembali ke rumah tapi bukan dalam arti apa-apa harus aku, sehingga ayah ku tidak di pandang.


Aku mendekati ayah dan ibu terus aku menyuruh ayah dan ibu yang naik ke atas panggung karena dari tadi mc sudah menunggu, dan memanggil aku dan Dinda untuk naik ke atas panggung.


"Ayah dan ibu saja yang naik dan menarik nomor pertamanya, tadi Dinda dan Dava sudah memberikan pesan dan kesan jadi sekarang giliran ayah dan ibu." Ujar ku.


"Iya ayah, masa Dinda dengan mas Dava terus yang ada di depan seharusnya ayah dan ibu juga. Jadi sekarang giliran ayah dan ibi saja" sambung Dinda membuat ayah dan ibu tersenyum.


"Tapi nak, hari ini acara kamu sebenarnya jadi kalian yang harus terus tanpil di depan biar di kenal semua orang, sekarang ayah dan ibu sudah tuan jadi kurangi berdiri di depan." Ujar ayah tapi aku dan Dinda tidak di hiraukan akhirnya ayah dan ibu yang naik ke atas.


"Baik para tamu undangan yang terhormat sementara menikmati hidangan, tolong kembali fokus kedepan karena dari pihak keluarga besar Adinata dan Winata menyediakan doorprize untuk tiga tamu undangan yang beruntung malam ini. Hadia yang sangat mengiurkan bagi yang nomor undiannya keluar segerah tunjukan nomor mejanya beserta nomor kupon yang di bawah kursi." Jelas mc.

__ADS_1


"Wah.....semoga aja gua yang akan mendapatkan hadia utama, kalau mobil gua sudah punya, emas juga tidak masalah tapi kalau hadia utama pasti mahal banget" ujar seorang gadis yang mejanya tidak begitu jauh dari aku dan Dinda duduk bergabung dengan Andy dan calonnya, terus kakak Dea dan mas Tahir juga jadi kami satu meja. Tapi nomor undiannya karena satu meja itu hanya satu nomor walaupun banyak kursi jadi aku berikan nomornya ke Andy semoga Anda mendapatkan salah satu dari hadia itu.


"Ah! Kalau gua nggak masalah dapat salah satu dari ketiga hadia itu aja sudah bahagia banget, asalkan gua dapat, dari pafa nggak dapat sama sekali, dapat mobil aja mahal lo" sambung temannya.


"Lo benar banget sebenarnya harga hadia itu tidak jauh bedah kok hanya selisi dikit aja gua mah mana aja, udah seneng banget bisa pulang bawah hadia dari acara besar ini bangga tahu"


"Hussss....brisik banget deh lo berdua dari tadi berdebat mulu ah...syukur-syukur lo berdua dapat kalau nggak gigit jari, ingat disini ribuan orang yang dapat nomor bukan hanya lo berdua tapi semua orang disini, sedangkan hadia hanya tiga jadi jangan berharap oke takutnya giliran lo berdua nggak dapat mala kecewa karena udah banyak berharap." Ujar salah satu teman mereka entah mereka dapat nomor dari mana kok bisa mereka ada emam orang di satu meja tapi punya nomor semua. Bisa jadi mereka mencuri nomor dari meja lain, tapi ah bodoh amat mereka ambil dari mana, lagian disini orang kaya semua yang datang jadi mereka juga tidak begitu menginginkan hadia yang kami berikan.


"Oalah....Sil...lo sih enak papi mami lo kaya raya jadi lo nggak kekurangan uang, kalau gua memang orang tua gua seorang pengusaha nggak kalah kaya juga sih dari keluarga lo tapi nih, asal lo tahu semenjak papi gua menikah lagi dengan janda satu anak, papi gua lebih perhatian anak tirinya dan istri barunya ketimbang gua Sil....gua kulia sambil kerja mencukupi kehidupan gua, kalau gua gadis rendahan mungkin gua sudah jual diri untuk mempermewah diri gua tapi gua bukan gadis rendahan jadi gua berusaha menjaga kehormatan gua dan gua harus banting tulang untuk kebutuhan gua, karena gua mau suatu saat gua menikah suami gua menghargai gua dan memandang gua berharga." Ujar gadis itu.


"Astaga Ros, lo kulia selama ini apa aja yang sudah lo pelajari bodoh banget sih lo, seharusnya lo nggak perlu kerja tinggal cari pria kaya sekarang banyak sekali pengusaha muda yang belum menikah tinggal bermain dengannya dan dapat uang untuk menutupi kebutuhan lo masa itu aja lo nggak ngerti, jadi perempuan itu harus pintar cari laki-laki yang bisa di manfaatin." Balas teman yang namanya Sisil.

__ADS_1


"Hehehe Sil...Sil..biarpun gua nggak punya uang Sil, gua nggak akan lakuin hal menjijikan itu, gua mencari suami bukan karena harta tapi karena dia tulus mencintai dan menyayangi gua begitu juga gua mencintai dan menyayanginya karena harta hanya sementara, buktinya papi mami gua mereka berpisah juga karena orang ketiga, masih kurang apalagi kami semua sudah lengkap tapi papi gua pria serakah dan licik jadi dia selingkuh, gua nggak mau hal itu terjadi pada diriku. Gua mau suami gua menikahi gua karena mencintai gua itu aja kalau soal kaya itu nomor dua karena orang kaya tidak menjamin kebahagiaan."


Gama mendengar semua percakapan gadis itu, sepertinya Gama sangat tertarik dengan gadis yang namanya rosa, menurutku dia gadis yang sangat baik dari tutur katanya gadis yang menjaga harga dirinya. Aku berbisik di telinga Gama membuatnya terkejut karena serius menatap gadis itu.


"Gam...sepertinya sangat cocok untukmu Gam, bukamnya kamu cari gadis seperti ini yang tidak matrealistis. Aku kemal orang tua nya ayah nya kerja sama dengan perusahaan cabang, kalau kamu suka biar aku yang mengurusnya bagaimana?" tawarku.


"Hehehe tidak perlu kakak, biar Gama aja nanti yang mendekati dia tunggu selesai acara doorprizenya."


"Baik saatnya kita menarik undian yang pertama, yang akan di lakukan oleh Tuan Adinata dan nyonya Adinata" ujar mc, ayah langsung masukan tangannya kedalam guci kecil dan setelah di keluarkan tangannya ternyata ada balon kecil, didalam balon kecil itu ada kupon sehingga ayah berusaha memecahkan balon itu.


Setelah pecah balon itu ayah membuka kertas itu dan menunjukan kepada semua orang.

__ADS_1


"Wah...dan inilah nomor yang keluar yaitu nomor 17, wah....di meja 11 ternyata silahkan naik ke atas panggung" ujar mc ternyata yang naik dapat undian adalah suami istri sepasang.


Mereka naik ke atas panggung dengan semangat, suami istri itu sangat bahagia karena mereka mendapatkan undian.


__ADS_2