
Ayah mendekati Lexza dan berdiri tepat di hadapannya, baru saja Lexza melihatnya dengan tidak punya sopan Lexza meludahi ayah, seketika aku langsung emosi. Tapi aku langsung di tahan oleh ayah katanya tidak masalah. Bagaimana aku bisa tenang perempuan rendahan seperti Lexza berani meludahi ayah.
"Cuihhhhh sangat menjijikan tua bangka ini, untuk apa mendekati kesini sangat muak lihatnya. Pergi aja sana aku tidak butuh penjelasan dari orang jahat dan serakah seperti kamu."
"Hey nona jaga kata-kata kamu terhadap Tuan besar kami, anda tidak pantas untuk mengeluarkan kata-kata tidak penting itu" mungkin pak Erik sudah tidak tahan dengan kata-kata Lexza sehingga langsung di marahinnya.
"Hey perempuan mu***han, berani-beraninya kamu membuang luda menjijikan kamu itu ke arah ayah saya, ku habisi kau ya, jangan kamu pikir aku tidak berani." bentakku.
"Tenang nak, biarkan saja dia lakukan sesuka hati, ayah hanya memberikan pemahanan aja selepas itu urusan kalian mau apakan dia." Ujar ayah setenang mungkin, tapi Lexza menatap ayah dengan tatapan nyalang.
"Biar saya jelaskan semua kepada kamu siapa ayah kamu dan siapa saya, biar kamu jangan meninggal dengan membawah rasa penasaran dan rasa benci yang tidak bermutuh itu, ayah kandung kamu itu bukan saudara kandung saya, dan juga bukan anak kandung dari ayah Adinata melainkan Anak punggut yang ayah Adinata menemukan di pinggir jalan" ujar Ayah.
"Decihhhhh.....dasar pembual, anda pikir anda bicara begitu biar aku percaya, jangan harap, karena aku tidak akan percaya." Ujar Lexza.
"Tidak mengapa jika kamu tidak percaya, tapi setidaknya tolong dengarkan dulu penjelasan saya sampai selesai." Ujar ayah.
Ayah lanjut menjelaskan kembali, dari awal mula kakek menemukan Admaja sampai di besarkan dan dibagikan pekerjaan dan harta, tapi karena Admaja orang yang serakah sehingga dia merencanakan kejahatan terhadap ayah, akhirnya dia membunuh mbak Hawari dengan sadis setelah itu, dia kabur. Kali ini penjelasan ayah sangat terperinci tidak terlewatkan sedikitpun, sehingga membuat Lexza tercengang.
__ADS_1
"Kamu itu salah paham, entah kamu tahu berita itu dari mana terserah kamu, dan jika kamu tidak percaya juga itu urusan kamu juga saya tidak perna memaksa untuk kamu percaya, dan asal kamu tahu kenapa ayah kamu itu di bunuh waktu itu? Karena ayah kamu sudah berani menculik Elsa sepupu Dava. Padahal mereka tidak tahu apa-apa tapi hanya karena ayah kamu ingin mencapai tujuan, dia melakukan segalah cara tapi dia gagal, pada akhirnya dia meninggal. Tapi ayah kamu di makamkan dengan secara baik-baik. Sebelum ayah kamu meninggal dia juga menitipkan sebuah surat saya juga tidak tahu apa isinya biar kamu saja yang membaca, dan semoga kamu paham dengan semua penjelasan dari saya."
"Jadi bukan anda yang anak punggut dan bukan anda juga yang ingin menguasai semua harta milik kakek Adinata, tapi kenapa ibu mengatakan kalau anda lah yang anak punggut"? Tanya Lexza lagi.
"Itu karena kamu lebih percaya perempuan licik itu, sehingga kamu di perdaya untuk menyalurkan balas dendamnya melalui kamu, makanya dia mendoktrin kamu agar kamu membenci semua orang termasuk Dinda." Ujar
Aku langsung maju dan menyerahkan surat itu ke tangannya, karena masih bisa di pengang satu tangan untuk membacah, dia membacah dengan sangat kuat sehingga kami semua mendengar.
"Untuk mu Lexza putry ku"
Ayah ingin mengambil semua harta yang sebenarnya bukan milik ayah, bagian ayah sudah ayah dapatkan tapi ayah ingin memiliki semua kekayaan yang di miliki paman angkat kamu Edy Adinata, sehingga ayah membunuh putry nya. Nak!...belajarlah hidup normal dan jangan melakukan kejahatan lagi, kamu harus menjadi pelindung bagi keluarga Adinata karena mereka sudah melakukan banyak kebaikan, maafkan ayah kamu nak ingat pesan ayah. Ayaj meninggal karena kesalahan ayah sendiri bukan karena kesalahan orang.)
Lexza tercengang membaca surat itu dan mengalir air matanya dengan deras, tapi karena Dinda sudah tersulut emosi dengan kasar Dinda menarik kertas itu dari tangannya dan membuang ke tanah.
"Bagaimana sudah kamu baca isi dari surat itu bukan? Apakah kamu belum percaya juga? Sekarang semua sudah selesai jadi aku juga tidak ingin menunggu lama lagi. Makanya jadi perempuam itu jangan bodoh, kamu sudah tahu bukan? Siapa disini yang jahat dan siapa yang baik, karena perbuatan kamu, aku tidak mengampuni kamu."
"Dinda...tolong maafkan aku, tolong lepaskan aku Dinda aku mohon...aku....!"
__ADS_1
Dorrrrrr.....dorrrrrrrt!
Belum selesai Lexza berbicara Dinda langsung mengeluarkan pistolnya dan satu kali tembakan tepat di kaki kiri Lexza dan satu lagi meleset di pinggang Lexza, membuat Lexza menjerit, orang tua Marlan yang melihat itu mereka juga ikut menjerit karena keganasan Dinda.
"Kamu tahu betapa aku membenci mu dari dulu sampai sekarang, sudah berulang kali aku berikan kesempatan untuk kamu hidup. Karena aku ingat kebersamaan kita waktu masih kecil walaupun waktu kecil apa yang aku miliki kamu yang selalu merampasnya, tapi aku tidak masalah, sekarang aku sudah terlanjur melukai mu jadi maafkan aku Lexza aku tidak bisa membiarkan kamu hidup, kamu harus menyusul ayah kamu karena mungkin ini jalan hidup kamu." ujar Dinda
Dinda langsung meletakan pistolnya di kening Lexza dan menutup matanya, sembari berkata lirih" Lexza maafkan aku, kamu meninggal dengan kesalahan kamu sendiri bukan aku. Sudah banyal kesalaham yang kamu lakukan"
Dinda langung menarik pelatuk pistolnya.
Dorrrrr.....dorrrrr!.
Seketika Lexza merengang nyawah, Marlan yang belum di eksekusi gemetaran sampai kencing celana, karena dengan mata kepalanya sendiri, dengan sadis Dinda membunuh Lexza di hadapan semua orang.
"Pengawal...tolong lepaskan dia dari ikatan rantainya, dan kuburkan dia dengan layak ya, sama seperti ayahnya pesan untuk kalian pengawal, jangan perna menghianati Tuan kalian kalau kalian tidak mau bernasib sama seperti penghianat itu" ujar Dinda membuat semua pengawal menunduk kepala.
Sesuai dengan perkataan Dinda, Dinda tidak membunuh Marlan melainkan Dinda menyuruh aku yang membunuhnya karena tadi Dinda sudah memberikan dua tembakan di kakinya, biar aku jelaskan kenapa kalau ada hal-hal seperti ini ayah tidak perna mau melakukannya karena ayah, orangnya tidak tega,an sama seperti ayah mertua jadi aku tidak biarkan ayah melakukan hal itu.
__ADS_1