
Matahari pagi mulai malu-malu menunjukan wujudnya mulai menyinari bumi, semua makluk berlombah-lombah untuk melakakuan aktifitasnya, aku terbangun dari tidurku, ternyata sudah jam enam pagi. Aku melihat mas Dava masih setia dengan selimutnya, aku bangun dari tidurku dan gegas kekamar mandi untuk membersihkan wajahku.
Sekalian mandi aja pikirku. Sebelum kekamar mandi aku siapkan pakian yang akan aku kenakan hari ini dengan pakian mas Dava stelan jas dengan dasi dan baju kemeja, sudah aku siapkan jadi tinggal mandi kalau nanti mas Dava bangun terus langsung mandi juga tidak masalah.
Hanya saja aku sering melarang mas Dava untuk langsung mandi kalau baru bangun karena aliran darah kita sebagai manusia itu saat kita bagun aliran darah kita itu masih terus mengalir, jadi kalau baru bangun tidur terus langsung mandi apalagi siram di kepala itu akan menyebabkan seseorang mengalami masalah serius.
Bisa jadi atau ada juga yang langsung jatuh di kamar mandi dan meninggal seketika, itu di sebabkan karna orang tersebut baru bagun tapi langsung mandi dan siram kepala sehingga darahnya stop tiba-tiba karena membeku.
Kenapa kebanyakan pria meninggal di kamar mandi saat mandi setelah jatuh langsung meninggal karena itu sebabnya , seorang pria itu tidak sabar untuk melakukan sesuatu jadi saat dia mandi seharusnya siram air dari kaki dulu baru perut atau dada baru naik ke bahu setelah itu baru kepala kalau mau cuci rambut.
Jadi setiap kali mas Dava bangun tidur aku selalu ingatkan mas Dava agar tidak langsung mandi walaupun sudah di kamar mandi, mas Dava bisa duduk sebentar baru mandi, apalagi kalau baru selesai bagadang semalaman karena kerjaan lebih baik jangan cuci rambut dulu karena bisa membuat kepala pusing dan akan mengakibatkan hal yang fatal. Aku juga selalu ingatkan Gama, kakak Rafa dan mas Tahir kedua ayah ku juga, aku tidak mau mereka kenapa-kenapa jadi aku harus mencengahnya.
Bangun Tidur Jangan Langsung Mandi, Apabila kita langsung mandi atau hanya sekadar berdiri setelah bangun tidur, tubuh tidak cukup waktu untuk bekerja dengan normal. Dampaknya, tubuh jadi ‘’kaget.
Posisi berdiri saat kita mandi membuat jantung bekerja lebih keras memompa darah ke seluruh tubuh.
Efeknya mungkin kita merasa tiba-tiba pusing, nah ini akibat otak kekurangan suplai oksigen.
Pada kasus yang lebih parah, langsung mandi setelah bangun tidur dapat menyebabkan hipotensi ortostatik.
Kondisi ini terjadi saat jantung tidak sempat menyuplai darah menuju otak karena kita berdiri mendadak dari posisi awal duduk atau berbaring.
Sehingga aku selalu menasihati mas Dava setiap kali bangun tidur aku selalu mencengahnya untuk tidak langsung mandi. Aku meningalkan mas Dava di kamar dan aku gegas ke kamar mandi, aku terlebih dulu mengisi air hanget sambil membersihkan wajah dan gosok gigi, setelah semua selesai aku mulai melucuti pakian ku satu persatu dan tidak tersisa sehelai benang lun di tubuh ini aku langsung masuk kedalam bathtub.
Walaupun masih pagi tapi karena aku mandi pake air hanget jadi rasanya sejuk sekali membuat aku hanyut dalam suasana, aku menutup mata dan membuatkan air menusuk setiap pori-poriku. Namun aku di kagetkan dengan suara mas Dava yang memanggilku.
__ADS_1
"Sayang kamu sudah mandi? Kenapa tidak membangunkan mas! Biar kita mandi bareng aja. Mas juga mau mandi ah." ujar mas Dava mulai ancang-ancang untuk mandi tapi aku langsung ingatkan untuk tunggu sebentar dulu batu mandi.
"Mas...ingat! mas baru bangun tidur jadi tunggu sebentar dulu baru mandi, tadi Dinda tidak tega bagunin mas soalnya mas tidur pules banget" ujarku.
"Oh, ya. Sayang jadinya hari ini sayang pergi sama kakak Dea"tanya mas Dava.
"Iya mas Dinda jadi pergi sama kakak Dea tidak apa-apa kan mas? Mas tidak marah bukan?" tanyaku.
"Kalau mas tidak marah sayang, biar bagaimana pun bu Anjani adakah ibu kandung yang sudah melahirkan kamu, kalau bukan bu Anjani mungkin mas tidak menikah dengan wanita secantik kamu sayang, memang bu Anjani jahat dulu dia bisa melakukan segalah cara untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Bahkan untuk menyiksa putry-nya sendiri saja dia tega tapi itu dulu, siapa tahu aja sudah tiga belas tahu dia masuk penjara dia bertobat dan kembali ke jalan yang benar, Ogen aja bertobat masa bu Anjani tidak.
Tapi pesan mas kamu hati-hati sayang, mas tidak mau kamu kenapa-kenapa karena kita belum tahu seperti apa kondisi ibu saat ini." ujar mas Dava.
Karena aku rasa mas Dava sudah cukup duduk sehingga aku menyuruh mas Dava mandi, kami berdua mandi bersama setelah rasa cukup aku di gendong sama mas Dava setelah pakek komono kedalam kamar, aku rencana pagi ini aku yang antar sih kembar agar pulang langsung jemput kakak Dea.
"Kita berdua antar aja sayang, lagian pertemuannya jam sembilan dengan nyonya Misel terus jam sebelas baru meeting dengan direksi mau membahas soal kenaikan gaji karyawan, mas juga pengen antar anak-anak bareng kamu sayang karena jarang sekali kita sama-sama mengantar mereka, kadang kalau kamu yang antar mas sibuk dan kalau mas yang antar kamu sibuk jadi ini kesempatan."
Betul juga apa yang di katan oleh mas Dava, setelah kami selesai bersiap, ternyata sudah pas jam tujuh jadi aku dan mas Dava langsung turun kebawah, ternyata semua sudah menunggu di meja makan, kami langsung makan tidak ada pembicaraan sama sekali.
"Sayang kalian sudah siap belum biar mami dan papi antar" ujarku membuat kedua anal ku menatap aku dan mas Dava bergantian mereka tidak percaya.
"Ha...Serius mih?! Mami dan papi berdua benaran mau antar Gretta dan kakak Grey"? Tanya Gretta.
"Iya sayang benar, papi dan mami mau antar kalian berdua, kenapa kaget begitu nak, kok kayal heran? Tidak suka mami antar" tanyaku.
"Hore.......akhirnya papi dan mami bisa sama-sama antar Gretta dan kakak Grey, soalnya tumben aja mami mau antar sudah lama mami dan papi jarang barengan antar gitu makanya Gretta kaget mih" ujar Gretta dan Grey sambil memeluk aku dan mas Dava.
__ADS_1
Ya Tuhan, begini kah rasanya sakit sekali melihat kedua anakku, begitu senang mendengar aku dan mas Dava antar mereka berdua, aku aja kaget dengan reaksi Gretta....aku janji akan selalu usahakan mulai sekarang untuk bersama mas Dava antar kedua anakku jangan karena sibuk kerja jadi hilang kebersamaan dengan anak-anak ku. Aku merasa bersalah kali maafin mami ya nak mami egois tidak bisa membagi waktu dengan baik.
"Iya sayang yuks salim kakek dan nenek biar kita berangkat" Grey dan Gretta langsung nyalam ayah dan ibu kami keluar dari rumah dan gegas ke parkiran ternyata mobil sudah siap.
Kami berempat masuk kedalam mobil sedangkan salah satu pengawal membawah mobilku, nanti setelah selesai antar si kembar baru dengan mobil masing-masing karena aku harus jemput kakak Dea lagi baru ke lapas.
Pagi ini agak sedikit macet tapi tidak separah biasanya, aku dan mas Dava mengatar kedua anak ku ke sekolah hari inj sepanjang perjalanan kesekolah Gretta sangat semangat.
"Mami tahu tidak, Gretta sangat bahagia bisa di antar sama mami dan papi jarang soalnya mami dan papi antar Gretta dan kakak Grey. Oh, ya, mih. Pih! Kapan kita pergi berlibur Gretta bosan pih masa punya banyak uang tapi hanya sibuk kerja tidak perna berlibur terus uang sebanyak itu untuk apa mih, kalau seperti itu tidak perlu bekerja lagi Gretta yanf perhatikan mami sama papi terus kakek pergi pagi pulang sore tapi sudah lama, sekali keluarga kita pergi libur bareng." ujar Gretta sedangkan Grey justru senyum itu tandanya Grey senang karena Gretta sudah mewakili isi hatinya.
Aku memandang mas Dava yang sementara nyetir, karena Mas Dava sengaja tidak pakek sopir nanti setelah ke kantor baru pakek sopir.
"Iya nak rencana papi dalam pekan ini kita akan liburan tapi tunggu dulu ya papi dan mami selesaikan urusan kita semua pergi berlibur." ujar mas Dava.
Tak lama kemudia kami sampai di sekolah Grey dan Gretta masuk kedalam sekolah setelah pamitan, aku pesan kepasan suster dan pengawal jangan sampai terjadi sesuatu, aku dengan mas Dava juga pakek mobil masing-masing karena arah tujuan kami tidak sama.
Setelah aku pamit sama mas Dava aku langsung pergi karena macet jadi pasti aku telat jemput kakak Dea apalagi dari sekolah ke tempat kakak Dea agak lumayan jauh, mas Dava juga aku lihat masuk kedalam mobil dan pergi.
Hampir satu jam lebih akhirnya aku sampai juga di tempat tujuan, ternyata kakak Dea sudah menunggu disana.
"Kakak maaf Dinda agak telat soalnya macet banget kakak sudah lama menunggu disini" tanya ku.
"Tidak masalah dik kakak juga baru sampai lagian mau kakak cepat datang juga inikan restoran kakak hehehe...jadi bisa kakak menunggu kamu disini ayuklah mau berangkat tidak, kalau tidak biar kakak masuk." ujar kakak Dea.
Sue deh...mau masuk lagi katanya, aku dan kakak Dea langsung masuk kedalam mobil dan pergi tapi sebelum itu aku sudah meminta kakak Dea untuk menyiapkan beberapa makanan yang enak untuk kami bawah dari restorant kakak Dea, semoga kedatangan aku dan kakak Dea di terimah baik oleh ibu tapi kalau ibu tidak terimah baik ini pertama dan terakhir aku datang, aku hanya ingat aja kalau ibu yang melahirkan ku walaupun banyak sekali kesalahan yang sudah di lakukan oleh ibu.
__ADS_1