
Dea melangkah sambil tersenyum mendekati istri ku, aku hanya perhatikan saja apa yang akan ia lakukan karena aku yakin Dinda juga tidak akan tinggal diam jika ada yang masih berani menyakiti dan merendahkannya.
Namun yang membuat kami semua terkejut Dea langsung memeluk Dinda dengan erat dan menangis sejadi-jadinya aku tahu ini bukan sandiwara tapi memang benar-benar dari hati aku tahu dia sudah menyesal semoga ini awal yang baik buat hubungan Dinda dan Dea .
"Dik maafin aku ya, selama ini aku sudah nyakitin hati kamu, tapi ingat dik aku lakukan bukan dari hatiku, aku lakukan karena terpaksa maafkan aku, aku sudah egois dan jahat sama kamu selama ini. Jika kamu mau memukulku silakan lampiaskan semua amarah rasa benci kamu dan juga rasa dendam kamu kepadaku dik silakan pukul aku dik pukul." Dea bicara sambil menangis
"Aku benar-benar minta maaf atas semua kelakuan burukku selama ini sama kamu jujur aku benar-benar menyesal melakukan semua itu tapi mulai sekarang aku tidak mau berbuat dosa lagi. Aku tahu setiap perbuatan yang kita lakukan akan mendapatkan balasan, aku bukan kakak yang baik buat kamu."
"Tapi kamu ingat satu hal dik aku juga sengaja lakukan itu agar kamu pergi dari rumah karena aku tidak tahan melihat kamu di hina dan di rendahkan terus sama ibu dan kakak Lexza, kakak yakin kamu bahagia bersama dengan Dava."
Semua orang yang ada disitu terkejut dengan penuturan Dea termasuk aku dan Dinda, Dea membisikan sesuatu ke telinga Dinda tapi aku masih mendengar apa yang di bisikan karena aku berdiri tepat di samping Dinda. Mungkin Dea sengaja berbisik agar tidak terdengar oleh yang lain karena memang mereka agak sedikit berjarak dengan kami.
"Kamu tahu dik, waktu kamu keluar dari kamar mandi dan kamu ganti baju sampai kamu manjat tembok belakang dan siapa yang mengeluarkan kamu aku tahu semua, karena waktu itu aku pulang ke rumah karena ada suatu dokumen yang sangat penting tertinggal di dalam kamar, tapi kamu tahu kenapa aku diam sampai aku dibentak sama ibu dan aku di marahin karena kaburnya kamu dari rumah."
"Aku pengen kamu bahagia dik diluar sana bersama dengan Dava, hati kecil kakak tidak suka kamu di jodohkan lagi dengan seorang laki-laki yang jelas-jelas kamu tidak mencintainya. Aku tahu Maya yang keluarkan kamu dari kamar mandi dan memberikan kamu uang satu juta, sebenarnya hati ku juga sakit melihat kamu pergi tapi mungkin dengan cara seperti itu kamu bahagia."
"Aku tidak mengadukan Maya ke ibu dan yang lain aku pura-pura tidak tahu apa-apa bahkan aku siap dibentak oleh ibu karena aku senang kamu di tolongin olehnya, kalau aku tidak menyayangi kamu dik mungkin waktu itu aku bisa menahan kamu dan membiarkan pengawal masukan kamu dan Maya ke ruang bawah tanah tapi aku tidak lakukan itu."
" Maafin sifat aku yang jahat ini karena aku tidak tahu bagaimana caranya lagi agar kamu bisa keluar dari keserakahan ibu makanya waktu itu aku juga adil dalam memukul kamu tapi hanya sekali dan itu aku pelan, tapi saat aku sampai di kamar aku juga kenangis. Waktu di mall aku juga membuatmu emosi aku sengaja biar kamu makin membenciku lebih baik kamu membenciku dari pada kamu manggil aku kakak tapi tidak bisa menolongmu"
Ya Tuhan jadi ini maksud Dea berlaku seperti itu terhadap istriku, memang aku benci sama dia tapi setelah aku mendengar setiap penjelasannya aku menjadi terharu, bagaimanapun dia memang kakak kandung Dinda jadi pasti ada rasa kasihan dan ikatan yang kuat .
__ADS_1
Istriku tidak sedikitpun meneteskan air mata padahal aku tahu kalau seandainya dia ada di luar dan pas sendiri pasti dia sudah menumpahkan air matanya, akhirnya istriku memeluk kakak Dea dan menghapus air mata kakak Dea sembari tersenyum.
"Sudah tidak usa menangis dan makasih banyak karena kakak sudah menyadari kesalahannya aku tidak masalah aku sudah memaafkan kakak kok walaupun memang awalnya aku sangat kecewa dengan sikap kakak."
"Prak......."
Dinda dan kakak Dea yang masih asyik bicara tiba-tiba kami di kangetkan dengan tamparan keras dari Lexza melayang tepat di pipi kakak Dea kalau Dinda tidak cepat menangkap tubuh kakak Dea mungkin sudah tersungkur di lantai, sifat bar-bar Lexza mengundang emosi Dinda.
Prak....prankkkkk.....
"Kurang ajar kamu ya Dea ternyata selama ini kamu berpihak sama orang miskin inl lihat Tahir istri durhaka kamu sudah berpihak ke manusia sialan ini"
"Arga....bajingan.."
Tangan istriku langsung mendarat di pipi Lexza membuatnya kanget.
"Dasar wanita murahan he....mungkin ini saatnya aku kasih tahu siapa kamu sebenarnya karena kalau kamu di biarkan terus menerus semakin ngelunjak ya, dengarkan aku baik-baik perempuan sialan anak haram. He....sadar diri kamu siapa kamu....kamu itu hanya anak haram."
" Anak yang di bawah oleh ibu kamu saat ibu kamu sudah menikah dengan ayah, ibu kamu itu sudah hamil di luar nikah oleh mantan pacarnya dan setelah dia tahu lagi hamil oleh ayah kamu dia menjebak ayah Evan karena ibu kamu yang murahan kayak kamu itu juga tidak mau ayah gelandangan kamu itu menikah dengannya paham kamu. Biar sadar diri dan tahu malu"
Jadi hanya aku dan kak Dea yang benar-benar anak ayah bukan kamu puas kamu perempuan biadab. Jadi kamu itu jangan bangga tinggal di keluarga Winata karena kamu itu hanya anak tidak di inginkan masih untung ayah mau menerima kamu sebagai anak angkatnya, tanya tuh sama ibu kamu palingan juga ibu kamu banyak sandiwara dan tidak mau berkata jujur"
__ADS_1
Dinda menatap Kenedy dengan tajam dan berkata.
"Semoga setelah kamu mendengar identitas asli istri kamu yang bar-bar ini kamu tidak menyesal dan meninggalkannya ya, sebagai laki-laki yang gentle harus mau menerima masa lalu istri kamu. Jangan jadi pecundang"
Sedangkan baik Dea maupun yang lain tercengang mendengar perkataan Dinda pasti mereka sangat syok dengan berita yang di terimah dari Dinda aku yakin sebentar lagi berita viral dimana-mana.
Tubuh Lexza bergetar hebat terlihat sekali dia syok mungkin dia tidak percaya dengan perkataan Dinda, Lexza belum bisa menerima semua kenyataan pahit itu.
"Tidak....kamu pasti bohong aku anak kandung ayah Evan walaupun ayah Evan sudah meninggal tapi aku ini tetap anak kandungnya, dasar membual kamu tidak terimah aku yang menjadi pewaris di keluarga Winata sehingga kamu iri sama aku yakan"
"Hahaha untuk apa iri kalau sekarang aku sudah memiliki segalanya hanya anak pungut aja bangga" ujar Dinda
"Tutup mulut kotormu yang banyak membuat itu bajingan" bentak Kenedy
"Bukkkkkk....kau yang tutup mulut busukmu kamu mau sekali aku tendang lagi kamu langsung masuk IGD dari tadi kamu sudah mendapat banyak tamparan dan tendangan tapi belum kapok juga ya, memang mulut kamu sebenarnya yang harus di kasih pelajaran."
Karena aku berpikir sudah dari tadi kami disini jadi, kami pergi aja ke ruangan Andy karena saat kami turun dari atas kami pasti kembali lewat sini semoga tidak ketemu dengan mereka lagi sangat muak melihat kemunafikan mereka disini namun justru baru saja aku melangka tanganku di tahan oleh Kenedy.
Mau kemana kalian bajingan kalian berdua mau lari ya setelah kalian berdua sengaja menjelekan istriku di depan banyak orang begini, aku tidak akan membiarkan kalian pergi begitu saja, enak saja.
Ehhh bajingan kecil ini masih berani juga sama aku padahal tadi Dinda sudah berapa kali hajar dia aja masih belum juga kapok sama parsis kayak istrinya sama-sama omong kosong dan penuh drama.
__ADS_1