
"Ya ampun Jel...aku sudah mengingatkan kamu loh tadi, tapi kamu ngeyel banget jadi orang, kamu itu cantik jadi bisa dapat pria yang lebih baik dari Tuan muda Dava, walaupun memang Tuan muda Dava sangat sempurna tapi kamu harus tahu dia sudah punya istri jangan mau merendahkan harga diri kamu disini lihat tuh banyak ora g memandang kamu dengan pandangan merendahkan" ujar seorang gadis kalau tidak salah namanya priska.
"Tutup mulut mu Pris bisa-bisanya kamu bicara begitu sama aku didepan banyak orang padahal aku teman kamu, aku seperti ini karena aku mau mengantikan posisinya sebagai nyonya muda doa tidak pantas menajadi nona muda"
"Prak.....Sekali lagi kamu ucapkan kata kotor itu saya pastikan tempat kamu bukan disini tapi berpindah ke IGD katanya gadis terhormat tapi mulut kamu tidak perna di ajarin ya sini biar saya ajarin kamu." sekali lagi tangan kakak Dea melayang tepat di pipi perempuan itu.
Aku teriakin pengawal tidak lama kemudian.
Dua orang pengawal datang dan menyeret kedua orang itu ibu dan anak diseret keluar dari area acara. Karena anaknya tidak mau pergi dia teriak-teriak sambil maki dengan suara mengelegar akhirnya menjadi tontonan para tamu undangan. Ia mencuri perhatian tamu yang hadir tak banyak yang menyayangkan sikap arogan dari perempuam itu karena Tuan Hermawan juga sudah malu sehingga dia juga pergi mengikuti istri dan anaknya
Aku melihat pak Erik berdiri tidak jauh dari kami berdiri akhirnya aku memberikan kode kepada pak Erik untuk mendekat.
"Iya Tuan muda ada yang bisa saya bantu?"
"Pak Erik urus pak Hermawan, pak Erik tahukan apa yang harus pak Erik lakukan berikan kejutan untuk mereka aku mau lihat sejauh mana istri dan anaknya berlaku sombong dan arogan"
"Baik Tuan muda saya paham akan saya atur semuanya"
Setelah selesai kami kembali bercengkarama dengan semua para tamu undangan...banyak sekali tamu undangan yang memuji kecantikan istriku memang sih istriku cantik sekali.
"Dava, Dinda yuk naik ke atas panggung banyak tamu yang mau berfoto nanti saja bercengkramanya karena tamu pada mau pulang," baru saja aku ingin melangkah ke atas panggung ada bunyi yang sangat kuat seperti sesuatu yang meledak mendengar itu para tamu undangan kanget dan ada yang berteriak.
"Bummkkk...."!
Aku yang juga terkejut ikut menaloeh ke belakang ternyata aku melihat ada beberapa pengawal mengerumini dua orang yang menurut aku pelaku yang ingin membuat kekacauan, hampir saja para tamu celaka untuk belum sempat di ledakan para pengawal dan polisi sudah mereingkusnya karena hal itu ada seorang pengawal mengalami luka di sekujur tubuhnya.
Karena menghalangi kedua pria itu aku berlari mendekat tapi aku langsung dicegah oleh paman, pak Erik dan juga ayah yang kebetulan ada dibelakangku.
__ADS_1
"Nak jangan mendekat biarkan polisi yang menanganinya masalah ini karena ada polisi disini kecuwali tidak ada." ujar Ayah.
"Iya benar Tuan muda biarkan saja para pengawal dan polisi yang ngurus masalah ini."
Kami masih bicara datang seorang pengawal melaporka kalau pengawal Rio terluka.
"Maaf bos tolong hubungi Ambulance karena pengawal Rio terluka parah" mendengar itu kami sedikit panik dan pak Erik langsung menghubungi ambulance.
Ya Tuhan kenapa sampai kecolongan begini sih bahkan ada korban kok bisa siapa sih mereka.
Tidak lama kemudian datang ambulance dan dibawah oleh pengawal Rio ke rumah sakit. Ada dua orang pengawal ikut ke rumah sakit.
"Tuan muda, saya harap anda dan nona muda tetap di tempat jangan kemana-mana, karena saya dapat laporan dari pengawal kalau dua orang itu disuruh oleh seseorang untuk membunuh Tuan muda dan menculik nona muda. Kalau tidak antara salah satu keluarga Adinata yang akan jadi korban jadi tolong perhatikan nona muda lainnya biar tidak keluar dari sini."
Setelah itu suasana kembali seperti semula. Banyak yang datang untuk ucapan selamat. Tak ketinggal Andy juga datang.
"Kakak..Dava..kembali kesana kakak ipar sendirian masa kakak tinggalkan kakak ipar nanti ada yang ambil baru ngamuk."
"Tuh...ada disana sama bibi dan tante Riska terus kakak Dea nemanin kakak ipar"
"Terus yang lain Ririn dan Elsa terus ponakan yang lain mana Gam kamu jagain adik-adik itu jangan sampai kita lengah...kita tidak tahu apa yang terjadi nantinya, manusia sebanyak ini siapa tahu masih ada orang jahat yang menyusup kesini padahal penjangaan ketat kol bisa mereka bisa lolos kesini"
"Kakak tidak melihat itu ada mereka semua tadi paman sudah melarang mereka menjauh dari kita karena takut terjadi sesuatu diluar kendali kita"
Tidak lama mas Tahir, Rafa dan paman datang menghampiri aku dan ayah.
Aku secara pribadi sangat bahagia tidak bisa di gambarkan dan tidak bisa dirangkai dengan kata-kata sangking habagianya malam ini juga acara sangat mantap bisa dibilang acara berjalan dengan baik walaupun ada beberapa insiden yang terjadi tapi tidak sampai mengacaukam acara.
__ADS_1
"Hay bro...mantap ya kamu sudah mendapatkan pasangan sedangkan kami belum carikan dong pasangan dan selamat berbahagia ya, aku gak nyangka loh tiba-tiba menerima undangan"
"Heheh...makasih ya bro sudah mau datang ke acara nikahan aku sudah lama juga kita tidak ketemu, aku tidak menyangka ternyata ayah saya kirim undangan untuk kalian semua padahal jujur aku tidak berpikir sampai disitu."
Teman-teman masa sekolah dulu ternyata ayah masih ingat sama mereka, lagian orang tua mereka juga rekan bisnis ayah jadi ternyata mereka diundang semua oleh ayah, kalau teman kulia aku semua di luar negeri bersama dengan Rafa tapi bedah negara.
Teman Dinda juga ada yang datang istriku ternyata mengundang mereka tanpa pengetahuanku tapi tidak masalah yang penting dia bahagia, kami berdua banyak dapat selamat dari para undangan.
Aku melihat ayah dan ibu lagi asyik bicara dengan para tamu undangan juga.
"Selamat Tuan Adinata dan nyonya sudah punya menantu yang cantik semoga secepatnya mendapatkan momongan"
"Selamat Tuan, jeng....ternyata putra anda tanpan sekali tahu saya dari dulu sudah saya jodohkan dengan putry saya
sekarang sudah pukul sepuluh malam banyak tamu yang sudah berpamitan untuk pulang tapi masih banyak anak muda yang berkeliaran.
Aku yang lagi ngobrol dengan teman-teman tiba-tiba Elsa dan Ririn datang menghampiriku. Memang ponakan dan sepupuku sangat cantik tidak perlu lagi meragukan kecantikan mereka lagi.
"Kakak dari tadi kemana sih kami cariin kakak...yuk kita foto dulu dari tadi kita belum foto loh lagian pengantin seharusnya ada disana kenapa berdiri disini."
"Wah....ini adik kamu Dav cantik sekali kenalin dong siapa tahu jodoh, jangan pelit gitu Dav kita ini teman loh masa gak bisa padahal hanya kenalan saja"
"Jangan macam-macam sama adik-adikku kalau kamu tidak mau tangan kamu patah urus tuh cewek-cewek kamu..play boy kakap begini masa tidak punya cewek aku tidak percaya aku mau adik-adikku mendapatkan pria yang baik bertanggung jawab dengan kehidupan mereka bukan dipermainkan"
Aku sangat mengenal siapa teman yang satu ini hanya melihat wanita cantik saja matanya mulai jelalatan, tapi itu sih dulu gak tahu sekarang, aku juga dulu jahat sih tapi bukan mempermainkan cewek aku nakal hanya minum-minum saja"
"He..Dav sudah lama kita tidak ketemu ternyata kamu beruba banget...memang dulu aku nakal Dav tapi itu dulu sekarang gak lagi. Aku sudah jalankan bisnis orang tua ku Dav jadi aku sudah bertobat bahkan dulu aku sering pacaran gonta-ganti pacar dan sering ke club. Sekarang sudah gak perna Dav aku baru menyadari perempuan yang datang mendekat itu karena mereka hanya mengiginka harta bukan karena cinta."
__ADS_1
"Baguslah kalau memang kamu beruba aku senang mendengarnya...tapi kalau aku belum lihat dengan mataku sendiri aku tidak percaya hehehe."
Memang sih kelihatan sekali banyak parubahan dari temanku yang satu ini karena dulu dia sangat terkenal dengan kata play boy