Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
322


__ADS_3

Setelah Dinda selesai bersiap kami berdua turun ke bawah dan menemui ibu dan ayah di ruang tengah, sedangkan Ririn dan Gama belum kelihatan batang hidung mereka entah masih di kamar atau sudah pergi. Kedua sepupuku itu kadang mengemaskan kadang juga nyembelin.


"Wah....putry ibu cantik sekali seperti bidadari dan putra ibu juga sangat tanpan sekali gaunnya juga bagus banget ya sayang" ujar ibu.


"Gama juga tidak kalah tanpan bibi, coba lihat Gama tanpan kan bi? Justru Gama lebih tanpan dari kakak Gama hanya saja Gama kalah karena belum punya pasangan sedangkan kakak Gama sebentar lagi sudah punya anak " ujar Gama tiba-tiba nongol dari mana.


Anak ini tidak mau kalah dari aku, setiap kali ibu memujihku dia selalu ikut nimbrung. Suka sekali cemburu memang sih Gama tanpan, putih tinggi tapi pastinya aku yang lebih tanpan dong. Aku tidak mau kalah juga dari Gama.


"Makanya cepat cari pasangan, kamu sih banyak memilih padahal sudah banyak cewek yang datang mendekat tapi justru kamu menjauh" ujar ku.


"Cari cewek itu berkualitas kakak Dava. Jangan asal copot aja kalau soal cewek memang banyak tapi mereka juga datang mendekati Gama bukan karena cinta melainkan karena mengincar harta. Cewek seperti itu banyak diluaran sana. Kalau cewek datang dengan tulus itu hanya satu-satu." ujar Gama.


"Iya, iya anak-anak ibu sangat tanpan, jadi sekarang kita berangkat, mana nak Ririn apakah Ririn tidak ikut"? Tanya ibu karena Ririn belum muncul dari tadi.


"Ririn ikut bik, tapi Ririn ikut mas Rafa saja soalnya mas Rafa sudah di jalan datang jemput Ririn." Ujar Ririn tiba-tiba muncul sama seperti Gama kedua sepupu ku ini kadang mengemaskan.


"Oh..baiklah nak kalau begitu kita tunggu saja sebentar lagi karena nak Rafa mungkin sudah di jalan, biar kita berangkat sama-sama saja dari sini." Ujar ibu.


Kami juga mengikuti apa kata ibu jadi menunggu Rafa, tidak lama kemudian Rafa datang dan kami langsung berangkat ke tempat acara.

__ADS_1


Ayah dan ibu satu mobil, aku dengan Dinda satu mobil, Rafa dan Ririn satu mobil sedangkan Gama sendirian dengan mobilnya, biasa jomblo tidak mau nebeng dengan siapapun Gama mau sendirian saja, semoga setelah kami sampai di sana ada yang bisa menarik hatinya agar Gama punya pasangan.


Mobil kami beriringan keluar dari gerbang dan menuju ke jalan raya, sepanjang perjalanan menuju ke gedung aku dan Dinda ngobrol di dalam mobil apalagi asisten Arfan yang nyetir jadi kami berdua asyik. Kalau di mobil ayah pak Erik yang selalu menemani ayah kecuwali ke perusahaan barulah sekretaris Kriss.


"Sayang malam ini kamu cantik sekali sayang, sampai mas pangli melihat kamu sayang padahal selama ini kamu memang sudah cantik dari sananya tapi malam ini makin cantik." ujarku.


"Ah mas bisa aja, Dinda memang sudah cantik dari dulu kok kalau Dinda tidak cantik mana mungkin mas mencintai Dinda hahaha." ujar Dinda.


Istriku sangat mengemaskan, bagaimana aku bisa berpaling darinya sedangkan Dinda adalah cinta pertama dan terakhir bagiku.


"Mas tidak melihat kamu dari cabtiknya sayang, sebenarnya bukan itu sih yang mas lihat kalau soal cantik banyak cewek diluar sana. Tapi karena mas lihat dari hati dan juga mas sangat mencintai kamu sayang makanya mas ingin membuat kamu bahagia."


Saat kami sementara berdiri mobil ayah mertua masuk, wah lengkap sudah, yang belum datang kakak Dea, mas Tahir, bibi Lya dan paman Gibran. Aku tidak tahu mereka ikut atau tidak.


"Yuk kita masuk, mungkin sebentar lagi acara segerah dimulai jadi kita masuk saja kedalam agar kita tidak berdiri disini." ujar ayah


Kami langsung masuk kedalam, gedung ternyata acara belum di mulai kami semua di sambut dengan sangat ramah, memang perusahaan ini masih di bawah naungan perusahaan Adinata, dan pemiliknya adalah kerabat dekat ayah juga makanya kami semua datang.


"Selama datang Tuan Adinata dan Nyonya Adinata. Selamat datang Juga buat Tuam muda dan nona muda, suatu kehormatan bagi kami menyambut kedatangan nyonya dan Tuan"

__ADS_1


Kami semua di antar kedepan sudah ada tempat duduk yang tersedia. Jadi kami dibawah untuk diduk kedepan.


"Wah....ternyata Tuan muda Dava juga datang lih, lihat deh istrinya ternyata lagi hamil besar loh, tapi tetap angun dan sangat cantik, penampilannya juga sangat mewah." ujar seorang anak gadis yang masih berdiri tidak jauh dari sana.


"Untung ya, Tuan muda sudah menikah kalau tidak aku orang pertama yang datang mendekatinya, siapa yang tidak mau jadi istrinya sudah tanpan kaya raya lagi, sebenarnya bisa sih Tuan muda nikah lagi banyak istri juga tidak masalah. Tergantung Tuan muda saja mau tidak punya banyak istri, kalau Tuan muda ingin punya banyak istri aku yang daftar hehehe" sambung temannya.


Pukkkkkk!


"Kamu pikir itu apa jadi kamu mau daftar. Lagian aku yakin Tuan muda sangat mencintai istrinya jadi tidak mungkin Tuan muda ingin menduakan istrinya kamu lihat tuh, mereka berdua sangat mesra bikin iri aja seadainya aku jadi istrinya mungkin aku perempuan yang paling bahagia di dunia ini, karena selain kaya raya Tuan muda juga sangat tanpan."


"Hmmm jangan mimpi punya suami seperti Tuan muda Dava karena sudah tidak ada pria seperti itu lagi, tapi cobak lihat deh kesana ada pria tanpan tuh yang di belakang Tuan muda sepertinya sepupunya karena wajahnya hampir mirip dengannya, boleh juga kalau tidak dengan Tuan muda sepupunya juga tidak masalah asal masih jomblo jangan suami orang."


Aku mendengar banyak sekali pembicaraan tentang aku dan Gama, kalau bodoh amat tidak peduli dengan perkataan mereka, aku menoleh ke belakang melihat Gama masih setia berdiri di belakangku dengan wajah tidak bersahabat.


Aku sudah menahan tawa hanya saja aku juga tidak bisa tertawa karena takut nanti jadi perhatian banyak orang. Sedangkan Ririn dari tadi sudah senyum-senyum sendiri mendengar setiap perkataan para gadis itu bahkan sampai mencolek pinggang Gama.


"Kakak Gama, tuh banyak sekali pengemar kakak, boleh juga tuh gaun warna maron itu sesuai dengan selerah kakak Gama dia cantik dan tinggi" ujar Ririn.


"Enak aja bilang itu selerah kakak, cewek-cewek matre begitu bukan selerah kakak Ririn, selerah kakak itu sama seperti selerah kakak Dava wanita berkelas dan mencintai kakak dengan tulus hati bukan karena kekayaan mereka mau mendekati kakak Gama." ujar Gama.

__ADS_1


__ADS_2