
Semua para penjahat sudah kami lumpuhkan, tapi masih ada beberapa orang yang kami biarkan hidup termasuk bos mereka atau ketua yang selama ini menjadi pemimpin mereka di hutan, aku ingin mengakhirin semua ini dengan tragis agar tidak ada lagi yang melakukan sesuatu semena-mena karena selama ini, aku dan ayah lemah dalam menangani masalah waktu dulu kejadian mbak Hawari. Jadi sekarang aku tidak mau lagi main-main dengan penjahat seperti ini.
Aku perintahkan eman orang yang masih sisa itu untuk menyiksa om Angga dulu baru membunuhnya begitu juga menyiksa istri dan putry nya, aku tidak ingin kejadian Marlan terulang kembali karya pengawal akan menghianati bosnya lagi aku ingin membuat pengawal mengerti bahwa keluarga Adinata tidak bisa di permainkan.
"Sekarang kalian mau menyiksa bajingan ini atau keluarga kalian yang akan menjadi korban, kalian rela membela bajingan ini yang tidak memberikan apa-apa kepada kalian sedangkan nyawah kalian dan nyawah keluarga kalian taruhannya dasar kalian pengawal bodoh, tidak di gaji juga kalian masih tetap bersama manusia yang kalian anggap bos. Sekarang kalian tinggal memilih mau kehilangan nyawah bersama keluarga kalian atau kalian menyiksa bajingan ini" ujarku.
"Cepat jawab Tuan muda! jangan diam saja waktu tidak menunggu kalian disini, kalau kalian tidak menjawab aku hancurkan kalian semua, jangan pikir aku tidak bisa melakukannya alu bisa menghabisi kalian sekarang juga." bentak ketua Heri.
Ketua Heri geram dengan kelakuan anak buahnya om Angga yang dari tadi hanya diam membisu tidak ada jawaban sama sekali, bukan hanya ketua Heri yang geram dengan sikap om Angga tapi sebenarnya dari tadi aku sudah geram dengan kelakuannya, jadi kalau om Angga tetap egois bukan hanya om Angga yang akan di hancurkan tapi mereka semua, sedangkan om Angga mendongakan kepalanya dan menatap aku dengan sinis baru dia berkata dengan lirih.
"Jangan harap anak buah ku mendengarkan gertakan murahan kamu itu, karena mereka adalah anak buah yang setia jadi mereka tidak akan menghianati bosnya, mereka juga akan siap mati untuk bosnya, lihat saja nanti aku akan membalas semua perbuatan kalian terkhususnya kamu anak kurang ajar. Aku sumpahi kamu dan keluarga kamu sampai seumur hidup, hidup kalian tidak akan tenang, dasar penghianat kalian semua aku tahu kenapa ayah kamu tidak hadir disini karena dia takut bukan, seharusnya dia datang biar dia bisa menyaksikan bagaimana anak buahku akan melepaskan aku dari sini" ujar om Angga.
Aku pengen tertawah tapi juga geram dengan setiap kata-kata yang keluar dari mulutnya, dalam keadaan seperti ini saja pria tua ini masih berlagak sok-sok an. Baiklah aku yang akan duluan menghajarnya biar dia tahu aku juga bisa.
__ADS_1
"Bukkkkkkk!"
"Anda pikir aku tidak berani menghajar anda lagi jangan bermimpih untuk keluar dari sini dengan selamat jika mereka tidak mau melakukannya tidak masalah bagiku, biar aku saja yang akan menghabisi kalian semua dan satu lagi biar anda tahu ayah ku tidak perna takut dengan apapun karena ayah ku lagi dalam perjalanan menujuh kesini, anda tidik melihat betapa menderitanya istri dan putry anda? Memangnya anda adalah seorang suami dan ayah yang egois dan tidak punya hati sama sekali.
Pengawal siksa putrynya sampai meninggal begitu juga istrinya jangan berikan ampun untuk mereka" ujarku
Seketika Aisya mengangkat kepalanya dan menatap aku dengan mata yang berkaca-kaca.
Selama ini aku di tekan dan di ancam, sehingga aku melakukan ini semua bukan dari hati tapi karena terpaksa, namun sekarang aku sudah cape Dav, aku sudah menyerah lebih baik ambilah pistol kamu dan bunuhlah aku Dav aku sudah tidak sanggup, tidak masalah aku meninggal karena kamu sudah mengetahui kebenarannya jadi aku meninggal dengan tenang, maafkan aku Dav yang sudah menganggu rumah tanggah kamu dan nona muda tolong sampaikan maafku untuknya, tolong tembak aku Dav karena aku merasa sudah tidak kuat lagi dengan kondisi seperti ini."
" Diriku sudah hancur lantaran ayah ku sendiri, aku pikir setelah aku menolak perjodohan itu hidup aku bahagia karena aku sudah punya calon, ternyata tanpa pengetahuan ku ayahku membunuh calon suamiku padahal tinggal satu bulan lagi kami akan segerah menikah" Jelas Aisya.
Ya Tuhan kenapa aku begitu lemah jika melihat seorang gadis bicara begitu, tapi Aisya memang sudah tidak bisa di selamatkan lagi dengan kondisi tubuhnya sudah berbauh dan kulitnya terkelupas lantaran dapat siksaan selama ini.
__ADS_1
"Aku sudah memaafkan kamu Aisya, tapi kali ini aku sudah tahu kebenarannya jadi aku tidak bisa membunuhmu, biarlah pak Erik yang akan melakukannya semoga kamu tenang ya di sorga" ujarku.
Entah kenapa aku tidak tega membunuh Aisya setelah aku mendengar penjelasannya, tak lama kemudian meninggal lah Aisya tanpa di bunuh karena aku melihat memang dia sudah tidak kuat lagi saat dia bicara denganku. Ya Tuhan betapa jahatnya anda om Angga sampai putry anda menjadi korban keserakahan kamu.
"Aisya....Aisya bangun sayang jangan tinggalkan ibu nak, kamu tidak menyayangi ibu sehingga kamu meninggalkan ibu begitu saja, sayang bangun" teriak ibunya.
Plakkkkkk!
"Dasar laki-laki biadab, kamu yang menyebabkan Aisya meninggal selama ini kamu juga yang menyiksa aku dan Aisya untuk mengikuti semua kemauan kamu bukan, sekarang nikmatilah, Aisya sudah meninggal jadi lebih baik aku juga ikut meninggal, dasar bajingan....kau yang menyebabkan putry ku meninggal lebih baik anda mati saja" sambung ibu nya Aisya.
Terlihat jelas di wajah ibunya Aisya kalau ibunya itu sangat terpukul dan ada timbul kebencian terhadap om Angga. Kasian juga nyonya Angga korban dari suaminya sendiri. Aisya belum di siksa sudah meninggal tapi ya sudah biar saja dia juga sudah tidak tahan dengan siksaan itu.
"Sekarang kalian sudah mendengar bukan seperti apa bos kalian dia itu bajingan istri dan putry nya sendiri di jadikan ajang pencari harta, apa lagi kalian yang hanya seorang pengawal rendahan bisa jadi sewaktu-waktu kalian di jadikan tumbal selanjutnya demi memenuhi keinginannya. Sekarang semua ada di tangan kalian, kalian mau menyiksanya atau kalian yang di siksa."
__ADS_1