
Setelah Lexza di seret oleh pengawal, aku juga langsung gegas pergi untuk menemui istri dan kedua anakku, karena aku sudah pergi beberapa jam saja sudah merasa kangen dengan mereka, mungkin karena efek aku sangat mencintai mereka jadi tidak ingin jauh dari mereka, apalagi banyak orang jahat yang ingin mencelakai keluargaku terutama istri dan kedua anakku saat ini mereka menjadi target utama para penjahat, sehingga aku harus ekstra menjaga mereka dengan baik dan benar.
Aku langsung menerobos masuk kedalam ruangan ternyata istriku sementara menyusui kedua anakku, dia langsung melempar senyum manisnya kepadaku, syukurlah mereka tidak kenapa-napa. Aku melihat senyumnya saja sudah membuatku sangat bahagian.
"Sayang kalian tidak kenapa-napakan? mas sangat kuatir dengan kondisi kalian tapi untung kalian baik-baik saja sayang," aku langsung memeluk Dinda aku sangat takut kehilangan mereka. Sekarang mereka adalah penyemangat hidupku jadi kalau mereka terluka sedikit saja aku tidak bisamemaafkan diriku.
"Mas jangan berlebihan deh, kami tidak kenapa-kenapa justru Dinda mau tanya mas dari mana aja, kok baru pulang jam segini? tadi Dinda tanya ayah tapi katanya mas ada pekerjaam yang harus di kerjakan memang benar ya mas, bukannya Dinda tidak percaya sama mas, hanya saja setelah mas pergi perasaan Dinda tidak enak, jadi Dinda takut terjadi sesuatu dengan mas, tapi untunglah mas baik-baik saja mana Gama mas"? tanya Dinda.
"Maafin mas ya sayang tadi mas ada pekerjaan penting jadi mas tidak bisa meninggalkannya sayang, tadi mas sangat kuatir dengan keselamatan kalian sayang tapi untung kalian baik-baik saja. Kalau kalian kenapa-kenapa mas tidak akan memaafkan diri mas sendiri. Oh ya Gama ada di luar dengan pengawal disana, ayah dan ibu kemana sayang apakah mereka sudah pulang dan sekarang kamu sudah lihat kan kalau mas baik-baik saja jadi jangan kuatir oke"?
"Mas lihat deh, kami baik-baik saja jadi jangan menyalahkan diri sendiri karena Dinda dan kedua anak kita baik-baik saja, hanya ada hal penting yang ingin Dinda bicarakan dengan kamu mas, ini soal Lexza barusan dia masuk kesini Dinda heran kok bisa dia tahu kalau Dinda ada di rumah sakit, sampai di menyamar jadi seorang suster, awalnya dia masuk dia duluan mendatangi kedua kembar kebetulan Dinda kecapean mas jadi Dinda istirahat jadi Dinda tidak tahu kalau manusia itu masuk, tapi untung bersamaan dokter datang dan mendapati perempuan sinting itu ingin mencekik putra kita mas.
__ADS_1
Dinda yang terkejut dengan teriakan dokter langsung bangun dengan susa paya Dinda mendekatinya dan menendangnya tepat di perut sehingga dia kesakitan. Karena dia hendak menyerang Dinda tapi untung Dinda memghindar jadi tidak kena Dinda justru dia yang kena.Tadi ada ririn yang menjaga kembar bersama suster tapi Ririn ada ke kamar mandi dan suster ada keluar sebentar, Dinda menyuruh pengawal untuk mengurungnya tunggu Dinda keluar dari rumah sakit baru Dinda urus dia satu kali. Dinda pastikan dia senabi dengan Emelia " Ujar Istriku membuat aku juga tidak kalah terkejut.
Kurang ajar sih Lexza hampir sedikit dia mencelakai putraku, baiklah aku tidak akan sengan membunuhmu, karena memang dari dulu juga kamu sudah jahat Lexza aku masih dendam kamu waktu menyiksa istriku, jadi sekarang hampir sedikit kamu mencelakai putra putriku manusia tidak punya hati, apa salah kedua anak ku sehingga dia datang ingin mencelakai mereka tapi untung kedua anak ku tidak kenapa-kenapa.
Emosi ku tidak terbendung jujur aku ingin sekali sekarang juga aku pergi untuk menghabisi perempuan hina itu, tapi aku urungkan karena aku mengingat istriku masih sakit jadi aku harus menjaganya, biarkan perempuan itu terkurung di penjarah bawah tanah samapai aku datang menemuinya aku harus hubungi kakak Dea dan ayah, aku harus minta solusi dari mereka yang musti aku lakukan bisa saja aku membunuhnya tanpa pengetahuan semua orang, tapi aku masih menghargai ayah dan kakak Dea biar bagaimanapun Lexza adalah anak sambung ayah dan kakak tiri dari kakak Dea jadi mereka patut di beritahukan.
"Kemana ayah dan ibu sayang kok mereka tidak ada disini atau mereka sudah pulang?" Tanya ku.
"Tunggu saja sayang kalau ayah dan kakak Dea katanya datang mungkin sebentar lagi kita tunggu saja ya" ujarku.
Setelah Dinda selesai menyusui kedua kembar, aku dengan hati-hati menidurkan mereka berdua dan aku langsung berikan Dinda makan karena tadi sudah berikan menyusui jadi pasti Dinda kelaparan.
__ADS_1
"Sayang makan ya, ini makanan lapan biar mas suapin kamu sayang soalnya kamu harus banyak makan kasian kedua baby kita, mereka butuh asi sayang jadi kamu harus banyak makan."
"Itu makanan baru datang saya tadi Dinda pengen makan hanya saja baby twins lagi menangis minta susu jadi Dinda masih memberikan mereka asi lagi makanya tidak sempat makan mas, karena mereka sudah tidur jadi Dinda mau makan sekalian mas juga makan soalnya banyak banget makanan itu, empat sehat lima sempurna semua lengkap di masak oleh suster hahaha". Ujar Dinda tertawa.
Aku yang asyik menyuapi Dinda tiba-tiba pintu tuangan terbuka ternyata yang datang Ririn, baguslah Ririn sudah datang tapi tidak sendiri justru bersama Rafa padahal tadi kata Dinda Ririn keluar sebentar setelah keluar dari kamar mandi kok bisa sama Rafa. Mungkin mereka ketemu di loby pas Ririn balik ke sini, saat Ririn melihat aku dia langsung datang memghampiriku.
"Kakak maaf ya, soalnya tadi hampir sedikit Ririn mencelakai kedua kembar Ririn tidak becus kakak menjaga mereka" ujar Ririn.
"Tidak masalah Rin, tapi lain kali jangan seperti itu lagi ya oh ya Raf tadi datang sama siapa"?
"Tadi datang sendiri Dav sampai di loby baru ketemu Ririn disana, soalnya baru selesai ketemu dengan klien dan kata ayah dan ibu mau kesini jadi biar sekalian datang jenguk adikku yang cantik dan ponakan yang imut, ini adik kakak belikan ini untukmu di makan ya kamu kan lagi menyusui jadi pasti cepat lapar. Kamu harus banyak makan biar ponakan juga mendapatkan gizi kakak tidak mau kamu sakit sehingga ponakan juga nanti ikut sakit."
__ADS_1
Rafa sangatperhatian terhadap Dinda dan kedua anak ku.