
Sedangkan di taman kota. Dava, Istrinya, Ririn dan Rafa sudah duduk di tenpat duduk kosong mereka langsung mesan jajanan yang jualan di pinggir taman itu.
bu Aini dan selingkuhannya masih gemetaran di tempat karena akan tamat riwayat mereka kalau berani Dava sebar luaskan Video itu.
"Mas bagaimana ini kalau benaran Tuan muda menyebarkan vudeo itu bisa gawat suamiku tahu dan istri mas juga tahu bukan hanya itu mas, perusahaan mas juga akan bernasib sama dengan perusahaan mas Arlo mas"
"Tenang sayang dia tidak mungkin melakukan itu, bisa jadi dia hanya nakut-nakutin saja tapi tidak berani" sih pria perut buncit itu meremekan Dava nanti baru menagis darah.
"Mas jangan meremekan anak itu karena apa yang dia katakan tidak main-main"
Lihat saja nanti apa yang akan kalian alami nanti.
"Mas, Dinda mau beli, bakso goreng dengan telur gulung mas itu makanan kesukaan Dinda setiap kali Dinda dan teman kesini, mas mau gak" tanya Dinda kepada Dava yang asyik gobrol dengan Rafa.
"Iya sayang mas juga mau, yuk kita pergi beli enak loh itu kelihatan sangat bersih." Ujar Dava mengajak Dinda pergi beli namun langsung di cegah oleh Dinda.
"Tidak perlu, mas dan Rafa disini saja biar Dinda dan Ririn pergi beli lagi jarak hanya berapa meter dari sini juga mas" ujar Dinda.
"Sayang hati-hati kalian Ririn jangan jauh dari kakak ipar kamu disini sangat rameh dan juga sudah malam kita gak tahu disini semua orang baik atau jahat." Celetuk Dava dan di benarkan oleh Rafa karena memang di taman kota rawan sekali kejahatan.
"Iya mas tenang saja kami berdua bisa jaga diri kok dan kalian disini tetap waspada dengan sekitaran kalian" Dinda bangkit dari duduknya dan menarik tangan Ririn untuk pergi beli bakso goreng dan telur gulung sesuai keinginan mereka.
Namun saat mereka ngantri ada seseorang entah dari mana datang langsung menabrak dirinya ke arah Dinda tapi untung Dinda menyadari jadi langsung menarik tangan Ririn dan menghinjar, akhirnya pria tersebut tersandung dan jatuh ke tanah mengaduh kesakitan.
__ADS_1
"Mas jalan tuh hati-hati dong hampir saja menabrak kami" ujar Ririn pria tersebut menatap tajam ke arah Dinda dan Ririn membuat nyali Ririn seketika ciut tapi tidak dengan Dinda, justru Dinda balik menatapnya dengan tajam.
"He... jaga mulut kamu ya kalau bicara, seharusnya aku yang marah karena kalian berdua aku terluka sekarang kalian berdua yang harus bertanggung jawab kalau tidak, kalian berdua tahu akibatnya" ujar pria asing itu.
"Ha...tanggung jawab...hahaha sorry ya, aku tidak merasa berbuat salah jadi harus bertanggung jawab, lagian semua orang disini lihat kok kalau kami berdua sama sekali tidak bersentuhan dengan anda. Kalau punya mata itu di pakai agar tidak tersandung lagian aku sendiri yang melihat anda yqng sengaja menabrak tubuhnya kearah kami berdua" Pria itu tersenyum licik dan menatap nyalang ke arah Ririn yang kebetulan juga berdiri tidak jauh dari samping Dinda.
Nyali pria itu langsung ciut tapi karena ia mengingat pesan bosnya jadi dia nekat, Pikir pria itu mungkin ini kesempatan untuk mengelabui Dinda karena dia tahu Dinda tidak tahan melihat orang terluka kecuwali orang jahat justru Dinda sendiri yang turun tangan.
Padahal sudah sangat rame pengunjung berdiri menonton kejadian itu.
Pria itu dengan cepat bangkit dari duduknya dan dengan cepat ia menarik tangan Ririn yang berdiri disamping Dinda membuat Dinda dan semua orang terkejut, Ririn yang sadar ada didalam pelukan sih pria belati ada di lehernya dan sudah menjadi sandera pria itu tetap tenang karena Ririn juga mau cari celah pria itu untuk menghajarnya.
Hal itu kedengaran sampai di teliga Dava dan Rafa sampai mereka berdua terkejut mendengar suara seorang gadis berteriak sangat nyaring. Dengan kompak mereka berdua menyebut nama Ririn dan berlari ke arah suara.
"Ririn" pekik Rafa dan Dava bersamaan sangat terlihat jelas di wajah ketiga orang itu sudah tersulut emosi terutama Rafa wajahnya merah merona menahan emosi sampai ia mengeraskam otot-ototnya.
"Iya asli cantik dan tanpan sekali, kalau ini sepertinya adik sepupunya Tuan muda deh soalnya wajah mereka agak mirip. Tapi siapa ini ya pria ini berani sekali menyengol keluar terhormat ini mau cari mati dia"
"Husss...diam jangan brisik ini lagi tengang kalian justru asyik lihat tanpan Tuan muda nyawah orang dalam. Bahaya."
"He....kurang ajar siapa kamu berani menyentuh adik saya...berani saja kamu sedikit saja lecet dari tubuhnya aku pastikan tamat riwayatmu" pekik Dava emosi.
"Hahaha...akhirnya anda datang juga Tuan muda aku kira jika anda tidak datang hari ini, hari terakhir anda bertemu dengan istri dan adik anda setelah itu aku juga akan mengirim kamu menyusul mereka."
__ADS_1
Dinda sengaja berikan kode kepada Dava untuk mengalihkan fokus pria itu dengan cara mengajak bicara, agar Dinda punya kesempatan untuk menyeran pria itu dari samping sedangkan Rafa bersiap menarik Ririn. Begitu juga Ririn sudah siap untuk menyerang pria itu.
"Hahaha....jangan bangga dulu kita buktikan saja siapa yang pulang tinggal nama, aku atau kamu yang pulang tinggal nama dan seluruh keluarga kamu juga akan tinggal nama." perkataan Dava berhasil membuat pria tersebut emosi dan mundur dia kebelakang.
"Kurang ajar berani sekali kamu anak ingusan berbicara begitu kepadaku, jika kamu mau anak ini selamat serahkan uang lima miliyar baru aku lepaskan jika kamu tidak mau anak ini mati didepan mata kamu." dari tadi Ririn sangat tenang karena memang dia juga sudah perna dilatih oleh Dinda jadi Ririn juga sudah bisa belah diri.
Ririn merasa belati yang ada di lehernya agak sedikit melongar itu adalah kesempatan emas bagi Ririn, sekali dia menyiku tangannya ke belakan pas di dada pria itu dan ngijak kakinya setelah itu Ririn lepas dari pria itu meringis kesakitan.
"Argh....kurang ajar.." Teriak pria itu dan hendak menyerang Ririn yang ada di pelukan Rafa.
Dinda melompat dan satu kali melayangkan tendangan tepat di kepala pria tersebut sampai oleng tapi tidak sampai terjatuh.
Dava juga tidak mau kalah, Dava berikan tinju tepat di pipi pria itu sampai terhempas jauh. Semua orang yang hadir disitu berteriak histeris menyaksikan aksi yang di lakukan oleh Dava dan Dinda, Rafa juga tidak mau kalah akhirnya Rafa berikan satu tendangan tepat di perut sih pria sampai mengeram kesakitan.
Brukkk...bammmkkk!
Dan jangan tanya ya, kenapa dari tadi pengawal tidak menghajar pria tersebut karena di larang oleh Dava dan Dinda karena mereka tidak mau nanti ada yang terluka kalau pakai bendah tajam tapi setelah pria itu jatuh terseungkur di tanah baru pengawal menghajarnya.
"Maaf Tuan kami lalai dalam menjaga nona muda ampuni kami Tuan." ujar pengawal agak ketakutan karena seharusnya tadi waktu Dinda dan Ririn pergi mereka mengikuti bukan membiarkan.
Dava dan Rafa menatap pengawal itu dengan sedikit emosi tapi mereka berdua kembali berpikir mereka sebagai suami dan pacar juga lalai dalam menjaga pasangan, tapi ya seharusnya pengawal juga singap menjaga mereka.
"Tidak masalah, tapi lain kali kalian jangan seperti ini lagi kalau sampai istri dan adik saya terluka kalian tahukan akibatnya, sekarang habisi dia tidak perlu kasih ampun. Dan untuk semunya jangan ada satu orangpun yang berani menyebarkan video tentang kejadian yang tadi, jika nanti ketahuan ada yang berani memosting kalian akan tahu akibatnya"
__ADS_1
Setelah selesai mereka tidak jadi makan lagi disitu tapi mereka bungkus dan makan mobil mereka segerah pulang ke rumah sedangkan pengawal mengurus pria asing itu, semua orang yang ada disitu juga hanya diam mendengar perkataam Dava. Karena mereka juga takut dedangkan masih di tempat yang sama seorang pria berdiri tidak jauh dari situ menahan emosi melihat anak buahnya mati di tangan Dava dan Dinda.
Pria itu tidak menyangkah bahwa dia sendiri yang menyaksika. Secarah langsung Dinda dan Dava menghajar anak buahnya itu tanpa ampun. Makanya jadi orang jangan serahkan