Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
445


__ADS_3

Karena hari ini si kembar tidak masuk sekolah jadi aku dan Dinda tidak perlu antar ke sekolah, aku juga hari ini ada meeting penting di kantor jadi aku harus ke kantor agak sedikit pagi, semoga semua berkas sudah di siapkan oleh sekretaris Dani.


"Sayang kita satu mobil aja ya, biar mas antar sayang dulu baru mas lanjut ke kantor mas aja, kalau memang sayang pulang ingin bawah mobil sendiri kan masih ada mobil sayang yang tinggal di kantor jadi itu aja di pakek kalau sayang tidak mau di jemput, tapi kalau mas cepat pulang biar nanti mas jemput aja" ujatku


"Memangnya mas tidak terlambat nanti kalau mas antar Dinda kekantor dulu? bukannya tadi kata mas mau meeting nanti dengan klien penting, kalau mas tidak keberatan mengantar Dinda tidak masalah Dinda juga senang di antar sama mas hehehe. Yang penting tidak menganggu pekerjaan mas aja." Ujar Dinda.


"Iya memang ada meeting jam sembilan sayang tapi kalau hanya antar kamu masih bisa terkejar kamu lebih penting dari semua, kalau mas terlambat bisa pak Erik aja yang menghandle meetingnya bersama sekretaris Dani aja." ujarku


"Ya sudah tidak masalah mas kalau begitu ganti lah pakian-nya biar kita sarapan dulu selesai sarapan baru berangkat kekantor, nanti kalau pas pulang Dinda bawah mobil sendiri Dinda kabarin mas tapi kalau tidak juga tetap Dinda kabarin" ujar Dinda.


"Ya sudah kalau begitu yuk kita turun ayah dan ibu pasti sudah menunggu " ujar ku.


Aku dan Dinda turun kebawah untuk ikut sarapan bersama namun kali ini si kembar tidak ikut sarapan, karena mereka berdua libur jadi mereka masih tidur, tidak masalah biar mereka istirahat sepuasnya kalau sudah bosan mereka tidur pasti bangun juga, aku menyuruh bibi untuk menyiapkan sarapan untuk mereka setelah mereka bangun nanti, aku tahu tanpa aku ingatkan pelayan juga pasti ibu yang akan ingatkan mana perna ibu diam aja kalau anak cucunya belum makan.


"Selamat pagi ibu, ayah." Dinda menyapah ayah dan ibu.


"Pagi juga putry ayah, ibu. Yuk mari kita sarapan dulu sepertinya si kembar masih tidur karena hari ini mereka libur, biarkan saja palingan mereka bangun langsung latihan jangan nganggu mereka biarkan mereka tidur sepuas mereka " ujar ayah dan ibu hampir bersamaan.


"Bi....tolong ya nanti siapkan sarapan untuk Den Grey dan nona Gretta setelah mereka bangun. Jangan lupa buatkan susu juga untuk mereka dan kalau mereka latihan siapkan minun dan cemilan untuk mereka " ujarku.


"Baik Tuan muda." Ujar pelayan berlalu pergi sedangkan kami lanjut sarapan.


Setelah selesai sarapan aku langsung pamit karena menghindari macet dan juga harus antar istriku ke kantornya dulu baru ke kantorku. Tidak masalah mutar kalau hanya antar istriku memang itu sudah kewajibam seorang suami menjaga istrinya.

__ADS_1


"Yah, bu. Dinda dengan Dava berangkat dulu ya, ingat ibu harus banyak istirahat dan jangan lupa minum obat" ujar ku.


"Iya nak hati-hati kalian berdua ya, hari ini ibu mau keluar sebentar, pergi ikut arisan dulu setelah itu ibu mau ke butik ibu mau cek bagaimana dengan kondisi butik karena sudah satu bulan ini ibu tidak kesana" ujar ibu.


"Ibu mau ikut arisan? Apa tidak bisa bu transfer aja? Kalau kondisi ibu belum stabil istirahat aja" ujar Dinda.


"Hehehe kamu ini ya nak umur ibu memang sudah agak tua tapi ibu masih kuat dan sehat, Ibu selalu minum obat jadi tidak perlu takut ibu juga bosan di rumah jadi ibu mau ketemu teman-teman sosialita sekalian jalan-jalan ke mall " ujar Ibu.


"Ya sudah tidak masalah bu yang penting ibu jangan lupa makan dan minum obatnya" ujarku, aku tidak begitu kuatir dengan kondisi ibu karena ibu punya asisten pribadi, jadi setiap ibu kemana asisten ibu selalu ikut dan mengingatkan ibu untuk makan dan minum obat. Asisten ibu juga jago bela diri dan tahu mengemudi jadi ibu tidak cape-cape mengemudi.


Setelah aku dan Dinda mencium punggung tangan ayah dan ibu kami keluar dari rumah dan menujuh ke depan rumah, seperti biasa semua mobil yang akan di pake sudah siap, asisten Arfan membuka pintu mobil dan aku sama Dinda masuk kedalam , kami keluar dari gerbang utama dan menuju ke jalan raya....mobil mulai melaju membela jalan raya mekmati hiru pikuk ibu kota banyak sekali kendaraan lalu lalang, kami berlombah-lombah untuk mencari cela agar bisa masuk mendapatkan jalan yang bagus.


Hari ini kendaraan tidak seperti biasanya begitu macet, bisa jadi karena anak sekolah pada libur jadi jalanan agak sedikit berkurang macetnya. Sebenarnya yang bikin jalanan macet adalah anak-anak sekolah zaman sekarang anak masih dibawah umur juga sudah bisa mengendarai mobil atau motor sendiri, padahal belum ada sim, sebenarnya Grey dan Gretta sudah pintar bawah mobil tapi aku dan Dinda bahkan ayah dan ibu, kami melarang keras mereka mengendarai kendara,an.


"Sayang jangan lupa makan siang ya, kamu harus jaga kesehatan kamu ingat sesibuk apapun kita harus ingat makan, mas itu bersyukur punya asisten Arfan, sekretaris Dani dan pak Erik dan di antara mereka jika salah satu lupa yang satu pasti kasih ingat tapi karena itu kadang mas merasa lucu, contohnya sudah mau jam makan siang asisten Arfan datang," Tuan muda jam makan siang sebentar lagi."


Setelah asisten Arfan pergi datang sekretaris Dani" Tuan sudah saatnya makan siang


Setelah kedua orang itu pergi datang yang terakhir, Tuan muda makanan makan siang sudah siap, apakah Tuan muda makan di restoran atau di antar kesini. Kadang pusing dengan ocehan mereka bertiga yang paling intinya itu pak Erik datang tidak ada embel-embel ingatkan, pak Erik to the point aja makan siang sudah siap, kalau mas senang ke restoran ya mas tinggal bilang aja langsung ke restoran tapi kalau mas ingin."


"Hehehe kalau Dinda tidak perlu banyak asisten mas, karena asisten yang lebih bagus itu adalah ibu dan suami tercintaku selalu mengingatkan Dinda untuk makan, makasih ya mas jujur Dinda sangat bahagia pokoknya kebahagiaan Dinda tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata apa lagi sekarang ibu Anjani sudah sangat berubah membuat Dinda makin senang"


"Iya sayang nanti kalau ada waktu kita pergi jenguk bu Anjani, mau gimana pun juga bu anjani ibu kandung kamu sayang lagian bu Anjani sudah sangat berubah jadi itu sangat bagus, kalau bu Anjani keluar kita belikan satu rumah untuknya siapa tahu bu Anjani mau menikah lagi" ujarku.

__ADS_1


Tidak lama kemudian mobil kami memberok masuk ke loby utama perusaha,an Beauty G2, semua karyawan sudah ngantri menyambut kedatangan bos mereka, Dind mencium punggung tanganku sedangkan aku mengecup keningnya membuat semua mata tertujuh jepada kami berdua tapi aku bidoh amat.


"Makasih ya mas sudah antar Dinda, mas hati-hati dijalan." ujar Dinda.


"Iya sayang jangan lupa makan ya masuk lah mas langsung pergi ya takutnya terlambat" ujatku.


Aku kembali masuk kedalam mobil dan berlalu pergi meninggalkan perusahaan istriku. Ya mulai sekarang aku selalu memperhatikan istriku apalagi aku sudah mendengar cerita dari istriku tadi pagi jika bu Anjani sudah berubah dan bahkan bersujud di kaki Dinda dan kakak Dea meminta maaf, ini adalah momen yang sangat langkah seorang bu Anjani meminta maaf kepada kedua putrynya tapi aku sebagai suami bersyukur karena setelah semua masalah selesai dan bu Anjani juga sudah berubah sekarang aku hanya fokus ke kehidupan aku dan keluargaku.


Sepanjang jalan aku memikirkan untuk mulai membuat skejul nanti untuk keluarga yang akan berlibur, jadi bukan cuman kami yang tinggal di kediaman Adinata saja tapi semua keluarga yang. Karena bukan hanya berlibur saja rencana akan merayakan ulang tahun si kembar memang masih lama, si kembar meminta untuk pas umur 17 tahu ulang tahun mereka di rayakan di luar negeri, kalau aku sih setuju saja lagian masih lama juga tapi waktu ini terus berjalan jadi semua tidak akan terasa.


Tidak terasa aku sampai di kantor seperti biasa aku sudah di tunggu oleh karyawan yang berbaris di loby beserta para petinggi lainnya. Mereka memberikan hormat kepadaku.


"Tuan sebentar lagi meeting segerah di mulai semu para klien sudah menunggu di ruangan" ujar sekretaris Dani saat aki berjalan menujuh ke lift karena sekretaris Dani juga turut menyambutku.


"Baik siapkan lah semua berkas karena hari ini, jangan sampai ada kesalahan, karena hari ini pembahasan sangat penting, ini masih setengah sembilan kurang jadi nanti jam delapan lima puluh baru kita masuk" ujarku.


Aku keluar dari lift dan masuk kedalam ruanganku, aku mendudukan bokongku di atas kursi kebesaranku yang sudah menemani aku setiap hari disini sangat lah nyaman setiap kali aku duduk.


Saat aku hendak membuka leptop tiba-tiba pintu terbuka dan masuk pak Erik.


"Maaf Tuan muda ini ada berkas yang harus Tuan muda tanda tangan, tapi sebelum itu di baca dulu". Ujar pak Erik meletakkan berkas di atas meja pak Erik berlalu pergi dan aku kembali memeriksa file yang lain.


Setelah pak Erim

__ADS_1


__ADS_2