Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
430


__ADS_3

Akhirnya kami sampai di rumah juga, kedua anak ku langsung masuk kedalam kamar masing-masing untuk membersihkan diri, karena aku lihat kedua anak ku juga sudah sangat lelah, seharian di sekolah dan pulang sama-sama dengan aku dan Dinda. Memang setiap hari seperti ini karena khursus itu yang membuat mereka lama pulang sampai di rumah.


"Papi, mami. Grey masuk kamar dulu ya soalnya Grey merasa lelah banget pih, mih, Grey pengen bersihkan diri dan rebahan sebentar sebelum makan" ujar Grey.


"Iya mih, pih. Gretta juga ya" sambung Gretta.


"Iya nak mandilah kalian, nanti jangan lupa makan ya jangan sampai ketiduran ya nak"ujar Dinda.


Aku dan Dinda juga geges ke kamar namun ketemu dengan ibu di ruang tengah.apa ayah belum pulang tumben ayah tidak kelihatan tapi kalau aku tidak salah lihat mobil ayah sudah di depan tadi.


"Baru pulang kalian nak? mandi lah biar makan kita ayah kalian juga baru saja nyampe masih mandi pasti kalian juga sangat lela bukan?" ujar ibu, sedangkah Dinda yang sudah melangkah langsung berhenti dan ikut duduk du samping ibu, Dinda kalau soal ibu sangat perhatian sekali perhatikan kesehatan ibu karena ibu sudah sering masuk rumah sakit.


"Ibu bagaimana dengan kesehatan ibu, ibu tidak lupa minum obat bukan? soalnya Dinda selalu ingatin suster untuk berikan ibu obat, kondisi ibu bagaimana maafin Dinda ya bu akhir-akhir ini Dinda sibuk banget" tanya Dinda.


Ibu tersenyum mendengar pertanyaan Dinda, ibu mengelus kepala Dinda sembari berkata" ibu baik-baik aja nak kamu tenang aja jangan kuatir ibu selalu minum obat dengan rutin, bagaimana dengan launcing produk terbaru hari ini lancar? " tanya ibu.


"Syukur bu semua berjalan dengan lancar, ini karena doa ibu juga makanya usaha Dinda selalu lancar makasih ya bu, ibu sudah support Dinda selama ini, dan maafin Dinda bu semenjak Dinda kerja jarang ada waktu untuk ngobrol dan menanyakan kabar ibu, tapi benarkan ibu sehat-sehat saja ibu jangan buat Dinda sedih ya karena Dinda tidak mau ibu sakit terus, bukan hanya Dinda yang sedih tapi kedua cucu kesayangan ibu juga ikut sedih. Waktu ibu masuk rumah sakit terakhir Grey dan Gretta sangat sedih." Dinda memeluk ibu.


"Seorang ibu itu pasti selalu mendoakan anak-anaknya, dan ibu tahu semua itu ibu janji ibu tidak akan sakit lagi ibu akan rutin minum obat sudah jangan cengeng nanti di lihat Grey dan Gretta mereka pikir neneknya jahat lagi sama mami nya hehehe. Mandi lah sana nak biar makan nanti" ujar ibu.


Aku dan Dinda gegas ke kamar meninggalkan ibu duduk sendirian di ruang tengah mrnunggu ayah yang katanya lagi mandi, untuk membersihkan diri sebenarnya sangat lelah tapi, perhatian untuk orang tua juga sangat penting. Aku juga jarang sekali menanyakan kabar ibu padahal setiap hari ketemu tapi ya aku lohat ibu baik-baik saja makanya aku diam bukan tidak peduli.

__ADS_1


"Sayang yuk kita mandi dulu sudah mau jam tujuh nih biar selesai makan langsung istirahat capek banget " ujarku padahal ada kerjaan yang harus aku selesaikan jadi aku belum istirahat. Aku tunggu Dinda tidur baru aku mengerjakan pekerjaan yang tertunda.


Aku dan Dinda masuk kedalam kamar mandi dan merendam tubuh ini dengan air hanget, tubuh ini terasa ringan sekali setelah air hanget di campur dengan aroma sabun lavender menusuk di hidung dan pori-pori rasanya segar.


Bukan hanya mandi saja aku dengan Dinda sambil ngobrol membuat acara mandi kami berdua tidak terasa, sehabis mandi aku dan Dinda keluar dari kamar mandi dan gegas untuk ganti pakian.


"Mas ini pakian mas, oh ya mas sudah lama Dinda tidak melihat mas olaraga loh , justru sekarang Gretta dan Grey yang tidak perna absen setiap weekend, mereka selalu memanfaatkan waktu untuk latihan Gretta sekarang lebih pintar menembak dari pada Dinda, dia sama seperti mami nya dia sangat suka dengan tantangan.Ya menurut Dinda hal ya wajar sih dan memang Gretta harus tahu itu" ujar Dinda


"Iya kamu benar sayang, sangking sibuknya mas sudah lama tidak latihan, hanya perna sekali mas ngajarin Gretta dan Grey, mulai dari situ mas tidak perna latihan lagi setiap kali Gretta dan Grey mau latihan mereka selalu bersama pak Erik dan asisten Arfan. Nanti mas usahakan latihan lagi soalnya mas merasa tubuh mas juga agak berlemak sekalian sama Grey dan Gretta terus sayang tidak ikut"? ujarku


"Dinda ikut mas, soalnya Dinda sudah janji sama Gretta untuk mengajarinya seni bela diri, sebagai seorang anak perempuan harus bisa menjaga diri sendiri, walaupun ada pengawal tapi mereka juga manusia biasa bisa lalai dalam tugas dan tanggung jawab suatu saat nanti, kita juga harus waspada jangan anggap enteng bilang tidak ada kejahatan, ingat mas kejahatan itu datang karena kita memberikan dia kesempatan dan celah.


Dinda tidak mau Gretta kenapa-kenapa karena tidak bisa melindungi dirinya sendiri, mereka pintar dalam menembak tapi kalau dunia persilatan kurang sama aja mas, Grey juga mas sunggu-sunggu mengajarinya tapi ingat jangan beritahu mereka berdua soal markas itu, biarkan saja nanti kita angkat ketua Heri mengantikan posisi mas aja, Dinda tidak mau Grey apalagi Gretta terjun ke grup itu." ujar Dinda


Memang ayah perna bilang sama aku dan Dinda untuk memasukan Grey dan Gretta ke pelatihan khusus, tapi ibu dan Dinda tidak mau, kata Dinda untuk apa masukan ke tempat lain sedangkan Dinda juga bisa dan semua pengawal juga bisa ngajarin Grey dan Gretta bahkan yang di katakan hebat juga sudah didepan mata kenapa harus cari dari luar.


"Iya benar sayang, apa yang kamu bilang tadi lagian mas lihat keberanian Gretta nurun dari kamu sayang, Grey juga gitu hanya wajah mereka aja yang mirip mas kalau sikap semua ikut kamu sayang tegas dan suka dengan tantangan itu, ada kalahnya dia juga kalau sudah minta sesuatu harus di kasih kalau tidak bisa ngambek hanya istriku tidak seperti itu hehehe" ujarku terkekeh.


"Besok weekend sebenarnya kesempatan untuk ajarin mereka hanya saja besok family gathering lagi, tapi acaranya sore ya kan mas? Berarti bisa lah"


"Iya sayang bisa lah acaranya sore kok tadi mas sudah memberitahu di grup, tapi belum lihat tangapan mereka bagaiman." ujarku.

__ADS_1


"Ya sudah mas cepat ganti pakian biar kita turun kebawah jangan sampai yang lain sudah menunggu kita tidak enak" ujar Dinda


Aku dan Dinda langsung ganti pakian dan setelah selesai, aku mengandeng tangan Dinda dan turun kebawah namun justru kami berpapasan dengan Grey yang juga baru keluar dari kamar dan hendak turun ke bawah. Kirain anak ino sudah turun dari tadi rupanya baru mau turun juga tapi mana anak gadisku tidak kelihatan apa dia sudah turun?.


" Eh...nak ! Mana adik mu? apa dia sudah turun kebawah" tanyaku soalnya aku lihat kamar Gretta masih tertutup.


"Bisa jadi udah pih, kayak tidak tahu aja si adik pih, kalau udah lapar mana mau nunggu lagi disini lebih baik dia langsung ke meja makan tidak apa-apa dia nunggu disana hehehe"ujar Grey.


"Ya sudah kalau begitu kita turun lah selesai makan istirahat ya nak besok pagi latihan tidak nak" tanya Dinda.


"Latihan mih, hanya sebentar saja bukannya kata papi besok family gathering disini? kalau siang ya palingan sebentar aja latihan tapi kalau sore ya seperti biasa" ujar Grey.


Kami bicara sambil turun kebawah tidak terasa sudah sampai di meja makan ternyata benar Gretta sudah duduk bersama ayah dan ibu terus keluarga lainnya, jadi disini bukan hanya kami doang tapi ada saudara yang lagi kulia dan sambil kerja juga disini ada beberapa orang.


Aku rencana setelah selesai makan aku mau bicarakan soal acara famili gathering besok sama ayah dan ibu. Sekalian buat arisan keluarga.


"Duduk nak biar makan" ujar ibu.


Aku dan Dinda langsung Duduk, terus Dinda ambilkan makanan untuk ku mata Gretta tidak lepas dari tangan maminya yang memindahkan makanan ke piringku, karena ini di meja makan jadi sepertinya Gretta takut bicara tapi aku penasaran tatapan matanya menunjukkan ada sesuatu yang ingin dia sampaikan.


Kami semua makan dalam diam menikmati semua hidangan yang ada di atas meja hanya detingan sendok dan piring aja, aku melihat semua makan dengan lahap.

__ADS_1


Setelah selesai makan kami tidak langsung masuk kamar Gretta dan Grey juga tadi katanya sudah cape dan ngantuk tapi setelah selesai makan justru mereka juga ikut duduk di ruang tengah dasar bocah banyak sekali tingkah mereka.


"Pih....sepertinya hidup papi sangat enak ya punya istri sebaik dan secantik mami, mau makan aja harus di siapkan benar-benar hidup enak." terjawab sudah tatapan Gretta tadi melihat mami nya pengen ngakak.


__ADS_2