Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
342


__ADS_3

Setelah menjawab semua pertanyaan wartawan aku dan Gama serta asisten Arfan langsung masuk kedalam mobil dan pergi.


Kami rencana pergi ke suatu tempat yang akan melewati hutan rimbah yang penuh kejahatan, memang masih siang sekitar jam jam dua tapi perjalanan juga hampir dua jam tapi kalau di tengah hutan suasana seperti sudah malam. Alu tidak takut dengan manusia hanya saja aku tidak suka dengan orang yang suka menganggu ketenanganku.


"Tuan muda, kita harus waspada jika kita sampai di tengah hutan baru kali ini saya melewati hutan itu Tuan muda, tapi katanya banyak sekali kejahatan terjadi di tempat itu, banyak sekali pembunuh bayaran dan perampok merajalelah di hutan makanya tidak banyak kendaraan yang melewati tengah hutan. kalau bukan ada pekerjaan penting aku tidak akan melewati tempat itu tapi karena terpaksa jadi aku harus melewati termpat itu


Kita harus waspada Tuan muda. Tapi Tuan muda tidak perlu takut karena kami garda depan untuk melindungi Tuan muda, lagian pengawal juga ada enam orang di belakang jadi kita masih bisa melawan mereka. " ujar asisten Arfan.


"Iya asisten Arfan saya memang sudah mendengar tentang kejadian di hutan itu, tapi tidak perna melewati semoga tidak ada ngangguan sama sekali di jalan. Namun jika adapun asisten Arfan kita harus menghadapinya jangan lari dari masalah, kita harus tuntaskan mungkin dengan adanya kita melawan mereka, mereka bisa jerah dan mereka tidak akan menganggu kendaraan yang lewat, dan jalan ini kembali menjadi jalan ramai" ujarku.


Memang aku sudah sering kali mendengar cerita tentang kejadian yang ada di hutan yang akan kami lewati ini, hanya saja aku belum perna melewati tempat itu, sedangkan tempat yang kami tujuh saat ini harus melewati hutan tidak ada jalan lain, yang aku dengar humor ada beberapa komplotan yang selalu malakukan kejahatan jika apa yang mereka minta tidak diberikan, sudah banyak sekali korban tapi setiap kali di laporkan ke polisi tapi polisi selalu diam saja mereka tidak melakukan tindakan apapun.


Aku curiga komplotan ini sudah karja sama dengan aparat sehingga mereka tidak takut lagi dengan kejahatan yang mereka lakukan, mereka merasa bahwa apa yang mereka lakukan mendapatkan ijin dari aparat. Sepertinya aparat seperti itu harus di tindak tegas juga agar mereka tidak bekerja sama dengan komplotan dan kejahatan ini.


Hal itu membuat para penjahat makin berkuasa di kawasan hutan itu banyak korban pemerko**an terhadap para gadis yang lewat kawasan hutan itu. Banyak sekali korban yang berjatuhan karena bukan hanya agak gelap tapi juga ada tanjakan tajam sehingga mereka bersembunyi.


"Kita jangan jauh dari pengawal Tuan muda kita harus berdekatan dengan mereka jika terjadi sesuatu kita bisa membantai mereka, tapi kita tidak tahu jumlah mereka. Tuan muda ini adalah senjata jadi Tuan muda silahkan pilih mana yang ingin Tuan muda pakek karena semua pengawal sudah mempersiapkan senjatah masing-masing" ujar asisten Arfan.

__ADS_1


Karena kami asyik dengan membicarakan tentang kejahatan yang terjadi di hutan tengah hutan, tidak sadar kami sudah mau memasuki hutan. Sehingga kami semua mulai mempersiapkan diri masing-masing.


Ternyata di tengah hutan bukannya tidak ada lampuh jalan, ada hanya saja di rusakin oleh komplotan itu sehingga jam segini sudah gelap hanya ada satu atau dia tapi jaraknya sangat jauh jadi mereka berkesempatan


Brukkkkkk!


Baru saja kami bicarakan hal itu, tiba-tiba mobil kami dapat hantam dari bagian kanan membuat kami sedikit oleng, karena terkejut asisten Arfan mengeluarkan makian dari mulutnya. Aku juga terkejut dengan dengan bunyi dari luar mobil, tapi kami tetap tenang dan berusaha untuk melewati mereka namun justru mereka makin menghimpit kami jadi kami tidak bisa lolos begitu saja.


"Astaga dasar bajingan mau jual nyawah kalian, kami tidak menganggu kalian kami lewat sini dengan cara baik-baik tapi jika kalian meanganggu kami baiklah kami akan menghadapi kalian. Tapi jangan pikir selama ini kalian bisa melakukan apa yang kalian inginkan tapi aku tidak akan membiarkan kalian lolos begitu saja" aku berteriak


Aku berteriak begitu tapi semakin kami menarik gas mereka juga mengejar dari belakang dengan kayu balok di tangan bahkan ada yang memengang senjatah tajam. Sampai mereka mem²ukul samping mobil.


Dorrrrrrr....dorrrrrrr!


Kurang ajar mereka menembaki mobil kami sampai oleng. Aku langsung mengeluarkan senjata yang sudah aku siapkan dan langsung aku menembaki ban motor mereka sampai bocor dan mereka terguling di aspal, aku pikir mereka sedikit ternyata lumayan banyak.


Kurang ajar ternyata mereka sangat banyak, saat mereka mendapatkan korban mereka mulai kerja sama dan keluar semua untuk menjerat setiap kendaraan yang lewat.

__ADS_1


"Asisten Arfan siapkan semuan kita harus menghadapi kurang ajar ini dasar kurang ajar, berani-beraninya mereka menghalangi jalan kita." ujarku


"Tuan muda, kita kalah jumlah mereka kelompok besar jadi apakah kita menghadapi mereka atau kita lari. Tapi menurut saya biarpun kita kalah jumlah kita tetap menghadapi mereka jangan takut kita pasti menang." ujarku.


"Woy.....kami tidak perna menganggu kehidupan kalian kami hanya ingin melewati tempat ini dengan baik bukan untuk menganggu kalian jadi tolong lepaskan kami jika tidak jangan salahkan kami jika nyawah kalian bisa melayang."


"Hahaha.....dasar kecoak kecil...kamu mau mengertak kami kamu pikir kami takut jadi kamu bilang membunuh kita jangan harap karena kamu yang akan kami bunuh, aku yang akan menghabisi kamu sekarang serakan seluruh barang bawaan kalian dan serahkan seluruh uang kalian kalau kaliam tidak mau mati. Sepertinya kamu orang kaya jadi pasti punya banyak uang" ujar salah satu komplotan itu dia pikir aku takut.


Dasar kecoak kecil penjilat berani sekali dia bicara begitu aku akan menghabisi mereka, kurang ajar menghalagi jalanku. Biar aku menghabisi mereka semua.


Aku melihat mobil pengawal yang masih di belakang kami menabrak salah satu motor sampai terjun bebas ke bawah bahkan banyak yang sudah tergeletak di bawah.


"Pengawal habisi mereka semua jangan membiarkan bajingan kecil itu berkuasa, basmi semuanya, habisi mereka." teriakku begitu juga asisten Arfan baru saja aku bicara bunyi tembakan bersahutan.


Dorrrrr.....dorrrrrr....


Brakkkkkkkkkk bummmmkkkk.

__ADS_1


Banyak sekali mayat tergelatak tapi selama kami menembak mobil kami juga tetap berjalan dan tiba-tiba ada saru peluruh mengenai kaca mobil sampai tembus tapi untung kami tidak terluka, hari ini adalah hari yang sangat melelahkan, kenapa aku bilang melelakan karena menghadapi manusia-manusia serakah seperti ini.


Memang manusia seperti ini harus di basmi jangan sampai mereka menguasai hutan dan hutan ini akan menjadi angker karena tidak ada kendaraam yang lewat.


__ADS_2