
Kedua pengawal yang mengkuti dari belakang berdiri agak jauh dari tempat dimana kedua teman yang lain membawa mayat untuk membuangnya.
Setelah sampai di lokasih kedua pengawal itu keluar dari mobil dan mengeluarkan kedua mayat itu dari dalam terus mereka meletakan di disitu saja karena memang itu rencana pengawal Dinda.
Mereka susa paya mengeluarkan mayat itu apalagi yang yang namanya Tomas itu sudah hitam tinggi besar lagi.
"Hmm berat sekali mayat ini susa paya keluarkan dari mobil sampai keringat halus" ujar salah satu dari kedua pengawal itu.
"Iya sama hanya mengangkat mayat ini capek sekali padahal hanya turunkan dari dalam mobil, yuk angkat biar selesai kita harus segerah pergi dari sini."
Kedua pengawal itu susa payah mengeluarkan mayat itu dari dalam mobil setelah mereka merasa sudah selesai akhirnya mereka berdua kembali masuk kedalam mobil dan berlalu pergi, tapi setelah mereka agak jauh sedikit dari lokasih, dan perkiraan mereka kalau musu sudah tidak memantau mereka lagi akhirnya mereka berhenti dan bersembunyi.
Sedangkan setelah mobil musu melihat kedua pengawal itu berlalu pergi mobil musu merasa sudah aman dan tidak ada yang mengintai mereka lagi dan akhirnya mereka mulai mendekat.
"Kita segerah pergi periksa kedua mayat itu sebelum mereka kembali kalau memang itu adalah teman kita, kita harus bawah pulang mayat mereka kemarkas untuk melaporkan ke bos."
"Iya kamu benar kita harus secepatnya pergi dari sini takutnya mereka kembali"
Padahal mereka tidak menyadari kalau ternyata masih ada satu mobil lagi yang dari tadi mengintai mereka karena asyik dengan memeriksa mayat itu jadi musu tidak melihat samping kiri kanan.
__ADS_1
Mereka terkejut saat membuka kantong jenasa itu ternyata benar itu adalah teman mereka yang diutus oleh bos mereka.
Biarpun mereka sedih dan terkejut tapi mereka tidak mau tertangkap sehingga mereka cepat-cepat membungkus kembali kedua mayat itu dan hendak memasukan kedalam mobil mereka.
"Kita harus cepat bawah kedua mayat ini pergi dari sini kita harus tunjukan ke bos kalau memang perempuan itu bukan sembarangan perempuan, jadi jangan perna meremekan kekuatannya buktinya mereka berdua juga ikut meninggal karena gagal dalam misi mereka apalagi kita yang belum apa-apa ini."
"Iya kamu benar cepat angkat mayatnya dan kita segerah pergi dari sini takutnya ada yang melihat kita"
Ketiga orang itu berusaha mengangkat kedua mayat itu dan mereka masukan kedalam mobil, setelah mereka berhasil memasukan kedua mayat temannya kedalam mobil akhirnya mereka bertiga juga masuk dan gegas pergi sendangkan dari kejauhan kedua pengawal dari Dinda mulai mengikuti musu dari belakang.
Mereka mengikuti mobil itu sekitar satu kilo meter dari pembuangan mayat tadi akhirnya mereka ketemu dengan kedua pengawal yang membuang mayat tadi.
Tapi plat mobilnya sudah di ganti dan untung tadi waktu mereka membuang mayat mereka pake topeng jadi tidak di kenali.
Setelah mereka berempat ketemu mereka bersiap untuk mengikuti mobil musu lagian tadi mereka juga sudah memasang gps di kantung jenasa itu, jadi pengawal Dinda tahu kemana mereka pergi sehingga biarpun mereka kehilang jejak tidak masalah karena mereka hanya cari titik-titik dimana musu berhenti.
Setelah mereka selasi merencanakan sesuatu akhirnya mereka mulai mengikuti mobil musu hingga sampai di pinggir kota...
"Astaga jauh sekali ternyata markas mereka di dekat pinggir kota ingat hati-hati karena kita sudah masuk di kawasan mereka jadi jangan lengah harus tetap waspada jangan sampai kita tidak pulang sampai dirumah."
__ADS_1
"Pukk.....kamu bicara apa bukannya doakan biar kita pulang dengan selamat ini kamu doakan kita nyangkut disini, lebih baik diam saja biar kita aman, kita hanya mengikuti mereka dan tahu markas mereka setelah itu kita harus segerah pulang sebelum nona menghubungi kita yang penting kita tidak perlu susa paya mencari keberadaan mereka jika kita ingin menghancurkan mereka."
"Diam lah lihat kedepan sepertinya mereka mau berbelok kayaknya disini deh tempatnya masa harus pergi lagi sudah jauh sekali kita pergi loh ingat waspada karena kita sudah disini jangan sampai kita di kepung."
"ishttttt....lihat itu memang disini markas mereka tapi kecil juga sih kok bisa mereka berani dengan Tuan kita mau mati mereka dibuat jadi perkedel."
"Sekarang kita berbalik dan pulang yang penting kita sudah tahu jangan sampai ada kamera pengintai disini dan mereka mengetahui keberadaan kita bisa gawat."
Akhirnya pengawal Dinda berbalik arah dan hendak kembali ke rumah namun tiba-tiba ada teriakan suara dari arah depan.
"Hay ada penyusup kejar mereka, jangan biarkan mereka pergi siapa tahu itu musu kita yang mengintai markas kita" namun sayang pengawal Dinda mereka sudah berlalu pergi jadi mereka tidak berani mengejar apalagi masih ada kedua temannya yang belum di kuburkan.
"Tidak mungkin itu musu kita, mereka mana berani ke sini lagian tadi kamu tidak melihat hanya satu mobil dan itupun sudah pergi jangan hiraukan mereka bisa jadi mereka hanya salah jalan kesini makanya mereka putar balik sekarang kita harus masuk dan melaporkan hal ini ke bos kita karena dari tadi pasti bos sudah menunggu"
musu berpikir kalau pengawal Dinda tidak berani mengikuti mereka jadi mereka menganggap reme padahal musu tidak tahu kalau saat ini mereka sudah dalam bahaya, karena markas mereka sudah di ketahui walaupun ini bukan markas besarnya tapi karena pengawal Dinda sudah tahu persembunyian mereka jadi pasti tidak butuh waktu lama lagi pengawal Dinda akan mengetahui markas besar.
"Lagian kalau memang benar mereka sudah tahu markas ini tidak masalah karena markas ini hanya umpan saja, ini bukan markas utama jadi tidak perlu risau dengan hal itu bos kita sudah menunggu jangan lama-lama disini kalau tidak mau bos murka kita sudah lama pergi tidak kasih kabar sama sekali."
Akhirnya anak buah dari pria misteris itu masuk kedalam meninggalkan kedua mayat itu tergeletak di lantai, sebenarnya anak buah dari pria misterius itu juga lagi ketakutan tapi mau bagaimana lagi mereka harus menghadapi dengan berani kalau tidak berani keluarga mereka dalam bahaya karena itu adalah resiko bagi mereka yang sudah masuk ke klompok itu.
__ADS_1
Anak buah pria misterius itu sampai di depan pintu dan mengetuk pintu tidak lama kemudian bos mereka membuka pintu dengan ada sedikit senyum namun seketika senyum itu hilang saat melihat siapa yang datang.
"Kenapa kalian lama sekali yang lain mana? dan mana perempuan itu kalian sudah membawahnya kan?" Tanya pria misterius itu sedangkan kedua anak buahnya saling pandang