
Bu Anjani dibantu oleh para pengawal untuk meloloskannya dirinya keluar dari kerumunan para wartawan, karena desakan itu entah siapa yang tidak sengaja menyengol kena tangan bu Anjani yang terluka awalnya memang bu Anjani ingin marah karena lengannya sakit namun di urunkan setelah sadar jika saat ini dirinya dirunduk oleh para wartawan kalau bu Anjani marah berarti nanti bisa terseber di berita terhangat di tv.
Akhirnya bu Anjani hanya menahan sakit dan masuk kedalam mobil lagian ada obat juga pikirnya jadi nanti kalau sampai dirumah bisa minum obat langsung istirahat.
Mobil bu Anjani keluar dari area rumah sakit dan menuju kerumah karena bu Anjani juga tidak mau lama-lama di rumah sakit, sedangkan setelah bu Anjani pergi semua para wartawan membubarkan diri karena mereka tidak dapat jawaban apa-apa dari bu Anjani.
Ada yang kecewa tapi ada juga yang gak karena mereka sudah ambil gambar bu Anjani jadi tidak masalah jika berita trening topik yang diberitakan hari ini adalah Istri orang terkaya nomor dua dinegara ini. Nyonya Winata akhirnya keluar dari rumah sakit setelah satu minggu mengikuti berbagai proses pengobatan di rumah sakit akhirnya diijinkan oleh dokter untuk pulang hari ini, tapi saat di tanyain oleh wartawan nyonya Winata tidak mengatakan apapun.
Berita itu dengan cepat sudah tersebar diamana-mana tentang keluarnya bu Anjani dari ruah sakit, kebetulan juga Tuan Evan lagi nonton berita jadi Tuan Evan tersenyum yang sangat mengerikan.
"Bagus akhirnya kamu keluar dari rumah sakit juga perempuan ******, tunggu saja dan persiapkan dirimu karena akan ada kejutan besar dari saya setelah resepsi Dava dan Dinda selesaidisitu kamu akan terjatuh. Kalau sekarang aku hancurkan kamu gampang saja tapi aku tidak mau nanti kamu mengacaukan acara resepsi putryku. Kalau sampai itu terjadi bukan hanya lengan kamu yang terluka tapi nyawamu juga ikut melayang."
Sepanjang jalan pulang ke kediaman bu Anjani bertanya kepada anak dan mantunya tentang semua yang di tanyakan oleh wartawan tadi tapi tidak ada seorang pun yang berani menangatakan apa-apa.
__ADS_1
Namun entah dapat keberanian dari mana Dea sudah tidak tahan lagi dibentak terus dari tadi oleh bu Anjani akhirnya Dea buka suara.
"Bu bisa sabar sedikit gak seharusnya ibu itu sabar tenang dan persiapkan jantung ibu dengan baik agar nanti pada saat ibu buka hp ibu bisa menahan emosi, lebih baik ibu menyimpan tenanga ibu deh jangan asal marah-marah yang tidak jelas seperti ini bu. capek tahu dengar ocehan ibu gak jelas, ibu tidak cape yang dari tadi ngomel terus menerus."
Bu Anjani yang mendengar perkataan Dea tidak terimah dan justru bu Anjani memarahi Dea sampai mengeluarkan kata-kata kasar membuat Dea sakut hati dengan perkataan bu Anjani.
"He kamu ya Dea makin hari makin kurang ajar kamu ya anak tidak tahu di untung sekarang kamu sudah mulai melawan ibu ya dasar anak membangkang, kenapa sekarang kamu agak mirip dengan anak sialan itu, kalian berdua sangat bedah dengan Lexza yang penurut atau kamu mau ibu usir kamu juga dari rumah biar jadi gembel diluaran sana ingat ya Dea kamu dan Tahir masih numpang di rumah."
"Hahaha....bu sadar gak itu wajar dong bu kalau sifatku dengan Dinda sama karena memang aku dan Dinda satu ayah dan satu ibu, sedangkan Lexza jelas bedah karena dia bukan saudara kandung kami berdua melainkan anak bawaan ibu entah siapa ayahnya. Dan ibu bilang apa mau usir aku dan mas Tahir dari rumah itu? Haahha silakan bu usir, karena sebelum ibu berniat mau mengusir kami, sebenarnya aku dan mas Tahir sudah ada niat mau keluar dari rumah yang seperti neraka itu".
"Yang jelas Lexza tidak akan melawan karena kalau dia melawan mau tinggal di mana dia ayah kandungnya saja tidak jelas rimbahnya, jangan sampai kata-kata ibu berbalik loh kembali ke ibu dan Lexza yang akan jadi gembel. Kita lihat saja nanti lagian selama aku dan mas Tahir tinggal di rumah itu juga bukannya kami tidak berjuang selama ini aku mengelola restoran susa paya tapi pada akhirnya yang menikmati uang itu juga ibu jadi impas"
"Dea......tutup mulut busukmu itu kalau ti......."! Belum selesai bu Anjani bicara Dea sudah memotongnya
__ADS_1
"Ibu yang tutup mulut omong kosong ibu, bukankah selama ini memang ibu yang tukang omong kosong, buktinya Lexza bukan anak kandung ayah tapi dengan tidak tahu malunya ibu menjebak ayah untuk bertanggung jawab atas kehamilan ibu."
"Aku curiga jangan-jangan ayah sudah tahu kalau Lexza bukan anak kandungnya dan ibu tahu hal itu sehingga ibu diam-diam menyewah orang untuk membunuh ayah dengan dalil kalau ayah kecelakaan padahal ibu yang melakukan itu semua benarkah begitu bu? aku tahu siapa ibu kalau itu benar aku berharap kalau ayah masih hidup dan membalas semua perbuatan ibu"
Bu Anjani yang mendengar perkataan Dea terkejut dan tiba-tiba bu Anjani merasa takut dalam hati, bu Anjani jadi berpikir jangan-jangan benar seperti yang di katakan oleh Dea kalau suaminya masih hidup dan penembakan terjadi terjahap dirinya adalah ulah suaminya. tapi tiba-tiba bu Anjani menepis itu semua karena bu Anjani percaya dengan kinerja Ogen jadi bu Anjani yakin kalau suaminya memang benar-benar sudah meninggal.
"Hey kamu anak kurang ajar jaga bicara kamu ya jangan asal bicara mana ada saya tega melakukan itu pada suami saya sendiri jangan ngaur kalau bicara itu tidak benar, ibu saja masih berharap kalau ayah kamu masih hidup dan pulang kerumah walaupun harapan tinggal harapan karena tidak mungkin itu terjadi".
"Kamu jangan sembarangan bicara ya, penembakan terjadi pada ibu itu tidak ada hubungannya dengan semua itu bisa jadi ini semua terjadi karena ada pesaing bisnis yang mengincar ibu"
"Ibu pikir aku masih anak kecil bu yang tidak tahu sifat jahat ibu, ibu saja berani menjebak ayah dan berbohong kalau Lexza anak kandung ayah hanya demi harta apalagi hal ini, bulankah ibu bilang kalau ibu bisa menghalalkan segala cara agar keinginan ibu bisa tercapai bisa jadikan memang semua yang terjadi terhadap ayah ibu dalangnya."
"Anak kandung ibu sendiri aja hanya karena harta ibu ingin menjualnya pernahkan ibu memikirkan perasaan putry-putry ibu gak pernakan? karena ibu itu ibu yang sangat egois hanya mementingkan diri sendiri tapi mengorbankan perasaan anak-anaknya dan juga suaminya, sifat licik apa yang tidak Dea ketahui bu hampir semua."
__ADS_1