
Setelah aku selesai periksa semua barang yang aku bawah akhirnya aku simpan semua barang itu ketempat yang aman apapun ceritanya yang penting sekarang semua barang berharga sudah aku amankan, jadi aku mau lihat seperti apa reaksi ibu saat tahu semua harta kekayaannya ludes semua tidak ada yang tersisah.
Setelah aku selesai menyimpang semua barang itu aku bersiap untuk langsung pergi ke restoran, padahal asli aku ngantuk banget, tapi kalau aku tidur bagaimana ya? atau aku gak usa ke reatoran saja aku istirahat dulu disini biar agak sedikit tenang barulah pulang lagian tidak ada yang nyariin aku kalau bukan mas Tahir aku istirahat saja deh disini nanti sore baru pulang.
Aku sudah tidak kuat menahan kantuk lagi akhirnya aku urun untuk pergi ke restoran aku naik ke atas ranjang dan langsung merebahkan tubuh di atas ranjang rasanya empuk banget tidak selang lama aku tertidur dengan pulas.
Saat aku bangun begini ternyata sudah jam lima dan ada beberapa panggilan dari mas Tahir waduh bisa gawat nih kalau mas Tahir nyariin aku memang sih ini jam pulang tapi semoga mas tahir belum sampai di rumah.
Aku segerah menghubungi mas Tahir aku mau pastikan mas Tahir ada dimana sudah sampai dirumah atau masih dalam perjalanan pulang.
"Hallo mas ada dimana maaf tadi mas telpon aku gak sempat angkat soalnya aku sibuk mas, mas sudah pulang dari kantor belum."?
"Hallo sayang mas dalam perjalanan pulang dari tadi mas telpon itu karena mas pengen ngajak kamu makan di luar saja tidak perlu makan di rumah soalnya mas malas lihat orang ruamh."
"Memangnya posisi mas dimana sekarang, biar aku kesana saja, mas tunggu saja disana" tanyaku
__ADS_1
"Oh ya sudah sayang mas tunggu ya disini saja cepat ya" ujarnya
Setelah mas Tahir beritahu alamatnya aku segerah merapikan make up aku dan gegas aku keluar dari apertemen dan berlalu pergi ya karena aku gak mau nanti mas Tahir menunggu lama.
Dan malam itu aku dan mas Tahir makan diluar setelah kami pulang sampai di rumah ternyata kami hanya mendapati ibu sendirian duduk di ruang tengah tanpa ada Lexza dan suaminya, paman Gibran dan bibik Lya juga tidak ada entah mereka kemana padahal sudah jam segini.
Rumah ini terasa mencekam sekali kayak tidak berpenghuni oleh manusia, sebenarnya dirumah ini hanya wujud saja yang menyerupai manusia tapi hati iblis itulah dirumah ini kayak neraka.
Saat ibu melihat kedatangan kami langsung memasang wajah senyum dan langsung menyapa, tapi maaf jangankan aku menyapa senyum saja aku tidak mau rasa benci dan sakit itu sudah melebihi rasa kasih sayang yang dulu aku tanamkan didalan hati ini.
Aku yang sudah melangkah pergi langsung terhenti mendengar penuturan ibu yang katanya kami tidak perna menghargainya lagi karena memang betul yang di katakan ibu itu, bahwa aku sama sekali tidak menghormatinya lagi sebagai seorang ibu yang melahirkan aku karena apa? untuk apa menghormati orang yang sama sekali tidak tahu menghormati dan menghargai orang lain.
"Hahaah apa ibu bilang kami tidak menghormati itu?...apakah ibu sangat membutuhkan hormat dari kami, kalau memang ibu sangat membutuhkan cobak ibu juga belajar untuk menghormati orang lain, dan stop dengan kebiasaan buruk ibu yang suka menghina dan merendahkan orang lain, ibu tidak melihat berita tadinya yang memberitakan seorang nyonya besar yang sombong dan angkuh kena karma karena berani di siram air comberan oleh dua orang ob di sebuah perusahaan besar."
"Cobak ibu buka berita itu masa ibu gak tahu malu bu..Cukup sudah ibu selalu membuat masalah bagaimana ibu bisa menyelamatkan perusahaan dan bagaimana orang lain mau menghormati ibu sedangkan sifat buruk ibu bawah kemana-mana. Malu tahu bu...malu aku pikir setelah penembakan terjadi terhadap ibu membuat ibu sadar dan tidak mau membuat masalah lagi tapi justru ibu makin menjadi terserah deh bu aku malas."
__ADS_1
Aku melihat wajah ibu awalnya senyum seketika beruba emosi setelah mendengar berita itu memangnya ibu gak tahu apa tentang berita itu, ane deh.
Jadi saat aku sampai di tempat tujuan yang dimana sudah ada mas Tahir menunggu aku dan mas Tahir untuk makan malam, kebetulan di restoran itu ada tv jadi aku dengan mas Tahir asyik nonton sambil menunggu pesanan kami datang namun betapa terkejutnya kami berdua dengan muncul berita yang viral tentang seorang perempuan yang mengaku sebagai nyonya Winata mendapatkan perlakukan yang tidak menyenangkan dari dua orang karyawan di sebuah perusahaan.
Karena didalam berita tidak disebut perusahaan mana namun di keterangan itu juga di sampaikan kalau kejadian itu lantara sih ibu merendahkan ke dua orang karyawan itu, dengan mengatai mereka orang miskin dan karyawan rendahan itu yang memicuh kedua orang itu emosi dan menyiram air ke ibu itu.
Aku yang melihat berita itu tertengun sampai kapan ibu akan berubah dan kenapa ibu kayak tidak sadar diri kehidupan yang dulu seperti apa, padahal dulu ibu juga terlahir dari keluarga miskin tapi kenapa membuat diri seperti orang yang kaya sejak lahir heran aku sama sikap dan pikiran ibu.
"Eh lihat deh ibu ini arogan banget masa dia bisa berkata begitu kepada kedua karyawan itu pantaslah mereka berdua marah siapa juga yang tidak marah kalau dihina begitu"
"Iya untung bukan aku yang digituan kalau gak sudah aku putar lehernya dan pisahkan dari tubuhnya, bisa-bisa nya mausia planet itu berkata dengan sombongnya begitu, bagus juga sih pembalasan yang sepandan yang dia dapatkan"
"Untung itu bukan ibu ku loh kalau itu ibuku aku sangat malu memiliki seorang ibu yang arogan dan sombong seperti itu, aku doakan semoga semua usahanya bangkrut dan kan menjadi gembel."
Banyak omongan orang yang aku dengar membuat aku malu dengan sendirinya inilah kelakuan ibu yang tidak lihat tempat, ibu pikir karena memliki harta jadi semena-mena melakukan sesuatu dengan sesuka hati seperti ini lah akhirnya hancur semua, viral dimana-mana bagaimana perusahaan kembali dipulihkan sedangkan sifat ibu seperti ini.
__ADS_1