Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
166


__ADS_3

Setelah selesai semua aku mengajak Dinda untuk bersihkan diri tapi justru Dinda menyuruhku duluan mandi. Apalagi badan ini rasanya pengel banget padahal hanya berdiri terus duduk menerima tamu undang tapi cape juga.


Hahaha aku tahu apa yang ada didalam pikiran Dinda dia sudah berpikir yang ane-ane padahal aku hanya pengen mandi bersama saja. Tapi gak tahu juga ya kalau sudah sampai didalam kamar mandi.


"Sayang yuk kita mandi bareng saja biar cepat ini sudah malam loh. Kamu gak mau istirahat memangnya kamu gak cape?"


" Justru karena aku cape mas makanya pengen cepat selesai biar istirahat, mas duluan saja mandi gih. Aku mau bersihkan make up dulu baru mandi soalnya kalau aku mandi bersama mas kita tidak akan selesai mandi di kamar mandi karena aku tahu sifat mas...banyak trik yang mas lakukan sampai kita berjam-jam didalam sana"


Astaga pengen ngakak mendengar cerocos istriku dia sudah tahu sifatku seperti apa jadi dia gak mau mandi bareng aku.


"Hahaha....gak loh sayang, mas juga cape jadi kita hanya mandi saja gak ngapa-ngapain serius deh"


"Mas kata-kata itu sudah aku dengar setiap hari loh, tapi saat sampai di dalam kamar mandi mas selalu melangar janji itu, mas gak perna tepati janji kalau soal yang satu ini jadi trik mas aku sudah tahu cepat sana mas mandi."


Enak saja dia suruh aku mandi sendiri mana mau aku, tapi memang Dinda benar aku lebih senang di kamar mandi ketimbang di atas ranjang jadi dia sudah hafal betul.


Karena Dinda sementara duduk di depan meja rias jadi aku gegas mendekatinya tanpa banyak bicara langsung aku mengendongnya, enak saja gara-gara lihat dia tadi sih joni bangkit dari tidurnya. Masa gak mau tanggung jawab.


Aku angkat tubuhnya ala bridal style membawahnya kedalam kamar mandi gak ku hiraukan omelannyan.


"Mas turunkan aku....mas banyak modus katanya mau mandi tapi nanti bukan mandi justru mas buat yang lain" aku dekatkan bibir ini ke telingannya.


"Sayang kamu harus bertanggung jawab karena gara-gara kamu sih joni sudah bangun ini harus kamu tidurkan, kalau gak dia tidak akan tidur sampai pagi mau kamu begitu"

__ADS_1


Dinda membulatkan mata indahnya dengan sempurna, tapi dia binggung dengan kata sih joni hehehe soalnya baru kali ini dia dengar begitu.


"Sih joni siapa mas bukankah hanya kita berdua disini kenapa ada joni mana orangnya biar aku suruh dia keluar dari sini"


Astaga istriku ini lucu sekali kalau dia binggung begini makin biking gemes.


"Ini sayang yang namanya joni dia sudah bangunnya coba kamu sentuh hahsh" aku tunjukan yang dibawah langsung dapat satu pukulan darinya.


"Pukkkk...banyak modus, yuk mandi aku capek sekali" aku sengaja mendekatinya dan memeluk dia dari belakang membuat sih joni makin menjadi.


"Sayang kamu gak kasihan sama mas dan sih joni...satu kali aja ya sayang mau ya satu kali saja mas janji yang penting sih joni bisa tidur kembali."


"Mas yakin hanya sekali....bukan dua sampai tiga kali"ujar Dinda karena memang istriku ini sudah hafal betul sikapku apalagi soal hal ini.


"Serius mas hanya sekali kalau mas bohong bagaimana? soalnya aku sangat tahu mas orangnya seperti apa jadi aku tidak yakin hanya sekali mas bilang, bisa jadi sampai dua atau tiga kali" aku hanya tersenyum mendengar istriku ngomel tidak masalah yang penting sih joni bisa tenang.


"Iya sayang mas janji kok tapi gak tahu nanti ya"


"Ya sudah deh yuk" Akhirnya setelah rayuan maut dan semua jurus ku keluarkan akhirnya istriku setuju juga.


Aku kegirangan dan aku gak bisa menunggu lama lagi aku langsung menuntun istriku kedalam bakhtub, kami berdua langsung masuk kedalam bakhtub dan akhirnya tercapai sudah keinginannku sih joni dapat tempat yang paling teryaman, tapi kali ini seperti yang Dinda kuatirkan biarpun aku capek tidak cukup sekali saja lagian istri ku juga tidak banyak komentar mungkin ia merasakan nikmat juga makanya dia hanya menerima saja.


Aku kembali memberikan istriku kenikmatan sampai dia mengeluarkan suara erangan hal itu membuat aku makin mengila. Karena Dinda juga makin menjadi satu ronde selesai dan sekarang ronde kedua istriku tadi katanya cape tapi dia juga yang paling dominan menguasai area hhehehe.....hampir dua jam di kamar mandi baru selesai kegiatan kami berdua.

__ADS_1


Tadi sebelum melakukan tugas badan terasa cape tapi setelah mendapatkan vitamin C dari istriku, hehehehe ada juga ya vitamin C. Aku merasa staminaku makin membaik dan tubuhku makin segar ternyata....ini tips juga buat pria kalau badan pengal atau rasa lelah cobak minta vitamin C dari istri setelah selesai percaya badan kalian pasti segar hahah.


Setelah usai di kamar mandi aku mengendong istriku dan kami kembali keluar dari kamar mandi, aku bantu keringkan rambutnya karena gara-gara aku jadi kramas deh...


"Sayang sini mas bantuin keringkan rambutmu jangan tidur dengan basah begini nanti sakit kepala"


"Ini gara-gara mas sehingga aku harus cuci rambut tengah malam begini cobak tadi hanya mandi pasti cepat selesai dan rambutku tidak basah begini. Tadi katanya hanya sekali tapi giliran sudah mulai justru berulang-ulang dasar."


"Hehe...bilang satu dulu sayang biar sayang mau, kalau mas bilang dua sampai tiga kali nanti sayang gak mau lagi masa sih joni biarkan menderita sayang nanti kasian."


Aku keringkan rambut Dinda aku tahu dia juga sudah sangat lelah mungkin besok pagi kami berdua tidak akan bagun pagi bisa jadi siang jam dua belas baru bangun.


"Sayang cepat ganti pakian kamu nanti masuk angin biar kita istirahat memang sayang belum ngantuk kok lama-lama disitu , atau sayang mai minta tambah lagi hahaha"


"Enak aja"


Dinda langsung bangkit dari duduknya dan mengambil pakian ganti yang sudah disiapkan. Setela selesai aku ganti pakian ku begitu juga Dinda langsung ganti pakian tidurnya kami berdua naik ke atas ranjang dan membaringkan tubuh kami yang lelah.


"Mas aku sangat beryukur karena acara kita malam ini bisa berjalan dengan baik walaupun ada insiden tapi tidak sampai memakan korban, tapi yang aku pikirkan bagaimana reaksi perempuan itu dengan anaknya ya tahu kalau mas itu orang terlandang"


Dinda memasukan kepalanya kedalam dada bidangku sambil bicara.


"Sama mas juga berpikir begitu sayang tapi biar saja saaatnya kita tidur." karena aku sudah tidak kuat menahan kantuk jadi kami tidur.

__ADS_1


__ADS_2