Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
180


__ADS_3

Aku dan Dinda hari ini renana tidak kemana-mana hanya di kamar saja, setelah kakak Dea dan mas Tahir pulang aku dan Dinda tetap di kamar saja karena masih terasa capeknya sedangkan yang lain, mereka pada keluar dari hotel dan pergi jalan-jalan termasuk ibu sedangkan ayah harus pergi kekantor pusat karena ada hal penting yang harus diurus disana.


Aku menawarkan diri untuk ikut ke kantor tapi ayah melarang katanya aku tidak perlu ikut aku harus istirahat, oh ya. Aku baru ingat soal Tuan Arlo pak Erik sudah kasih pelajaran belum ya untuk kedua orang itu sebenarnya aku kasihan dengan Tuan Arlo tapi geram juga dengan tingkah kedua perempuan itu istri dan anaknya. Jadi biar kasih pelajaran kepada mereka kurang ajar sekali berani-beraninya mereka menghina istri ku mereka belum tahu siapa istri tahu kayak gitu aku biarkan iatriku yang bermain dengan mereka tadi malam.


Sepertinya karena sudah selesai resepsi jadi ayah mau mengambil alih perusahaan Winata grup, karena ayah mertua juga akan keluar dari persembunyiannya.


"Sayang kamu gak bosan di kamar terus yuk, kita keluar sekedar jalan-jalan di sekitaran hotel kalau gak kita mandi mau"


"Gak deh mas, aku mau menyiapkan semua barang yang mau kita bawah supaya sampai disana tidak repok"


"Loh apa yang mau kita bawah sayang! gak perlu bawah apa-apa dari sini karena semua sudah disediakan oleh Asisten pribadi mas, pak Erik tidak bisa mengikuti kemana kita pergi karena perusahaan juga membutuhkannya, jadi mas sudah di carikan asisten pribadi yang sangat pintar belah diri juga mengikuti kemana mas pergi, rencana mas juga mau carikan kama asisten pribadi sayang untuk menemani kamu kemana kamu pergi"


"Asisten pribadi mas cewek atau cowok" tanya Dinda membuat aku menaikan kedua Alis ku, hummm aku tahu pasti dia cemburu aku kerjain ah mau lihat reaksinya.


"Cewek sayang dia cantik terus putih tinggi, kenapa memangnya sayang"


"Mas kenapa harus cewek sih memangnya gak bisa asisten cowok, mas kan cowok seharusnya jangan cewek gimana sih. Oh...aku tahu biar mas bisa berdua-an dengannya saat aku gak ada di samping mas iyakan ngaku."

__ADS_1


"Auuhhhh sakit sayang...lepasin kamu mau kulit ku terkelupas sayang" aku mengaduh sakit saat tangan Dinda tidak lepas dari pinggangku badan kurus tapi kalau cubit sakit sekali.


"Ganti gak asisten pribadi mas, kalau begitu asisten mas over ke aku saja terus mas cari yang baru bilang sama pak Erik jangan cari perempuan tapi cari laki-laki."


Astaga ternyata kalau Dinda cemburu sangat mengemaskan, lihat pipinya kayak kepiting rebus imut kali lagi, membuatku pengen aku makan sampai habis kalau seandainya Dinda adalah makanan.


"Jadi sayang mau dengan asisten mas, tapi dia cowok bagaimana tuh, mas yang gak rela dia jadi asisten kamu sayang"


Dinda yang mendengar memutar kedua bola matanya membuat aku ngakak.


"Sayang tadi mas hanya bercanda mana mau mas cari asisten perempuan...mas malas berurusan dengan perempuan cukup istriku yang cantik ini selalu mas sayangi jangan ada yang menganggu. Mas gak mau kamu salah paham sayang jadi mas minta pak Erik carikan cewek satu untukmu dan cowok untuk mas, namun ceweknya yang belum ada"


Karena Dinda melihat telponnya gak ku angkat akhirya Dinda bertanya kenapa telponnya gak ku angkat. Dinda menatapku dengan tatapan intimidasi.


"Mas kenapa telponnya gak di angkat, angkat gih siapa tahu ada hal penting yang ingin di sampaikan."


Akhirnya aku angkat Dinda angkat telpon itu sekalian Dinda loudspeaker, belum juga Dinda bicara ada suara berat dan ancaman dari seberang membuat bulu kudukku berdigit ngeri.

__ADS_1


"Tuan muda Dava..saya pastikan anda akan menyusul kakak kamu Hawari bersama istri dan keluarga besar Adinata, kalian bersiaplah saya akan membalas semua perbuatan kalian terhadap saya. Ingat saya akan menghancurkan kalian semua."


"Hahaha siapa anda berani sekali mengancam keluarga terpandang di negara ini, kita lihat saja nanti siapa yang hancur anda atau saya...kalau anda jantan ayo keluar jangan berlindung saja di velakang orang lain. Karena saya dan keluarga saya tidak merasa perna melakukan kesalahan terhadap orang lain makanya saya tidak takut. Kalau anda berani ketemu dengan saya kita selesaikan secara jantan."


Orang tersebut langsung mengakhiri panggilan dan saat aku kembali menghubunginya ternyata sudah tidak aktif, tapi untung aku merekan suaranya tapi. Kalau dari suaranya sepertinya aku kenal suara ini tapi siapa ya lagian suaranya sangat samar-samar.


Orang ini pasti adalah orang yang sama mengirim orang untuk menyerang kami benerapa hari ini dan juga waktu pesta semalam. Kedua orang yang ada di kantor polisi sama sekali tidak mau mau ngakui siapa yang menyuruh mereka, justru mereka bilang kalau mereka hanya tidak menyukai acara kamu di gelar dengan mewah begitu.


Astaga aku baru ingat sama Roy di rumah sakit belum tahu kabarnya masih ada pengawal yang menjaga sih disana, hanya saja dia pengawal yang berkelas juga untung dia menghalangi kedua penjahat itu kalau tidak tadi malam pasti banyak tamu terluka.


Setelah telpon mati aku menarik napas dalam baru menghembuskannya keluar.


"Mas sepertinya sipenelpon tadi tidak salah lagi kalau dia adalah dalang dari semu penyerangan selama ini, mas kenal gak suaranya kalau aku tidak kenal sama sekali."


"Mas sepertinya kenal suara ini sayang tapi agak samar jadi mas takut salah tapi kemungkinan ayah nanti tahu siapa orangnya"


"Memangnya siapa, kalau menurut mas"? Tanya Dinda penasaran aku juga tidak bisa membohongi istriku karena dia juga harus tahu apapun menyangkut keluarga Adinata dia harus tahu.

__ADS_1


"Suaramya seperti paman Admaja sayang mas masih ingat betul suara itu, tapi tadi dia sengaja samarkan suaranya mungkin pikirnya biar mas tidak kenal suaranya, dan tadi dia bilang mas dan kamu terus semua keluarga Adinata akan hancur dan ikut nyusul mbak Hawari. Ternyata benar dugaan mas dan ayah kalau paman Admaja yang masih hidup dan dia yang melekukan ini semua karena mengiginkan semua harta jatuh ketangannya"


Kalau memang benar kamu paman yang sudah membunuh mbak Hawari, maafkan aku juga yang akan menghabisimu, nyawa ganti nyawa aku akan membuat mu tersiksa baru aku membunuhmu membalaskan rasa sakit yang diderita mbak Hawari. Aku bersumpah akan membunuhmu.


__ADS_2