Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
120


__ADS_3

Setelah semua selesai kakak Dea tiba-tiba pamit pulang padahal memang kami baru saja datang belum sampai satu jam juga tapi kata kakak Dea ia cepat pulang karena harus mengambil semua sertifikat di rumah, karena semua aset yang masih atas naman ayah mertua ada di rumah itu untuk menyembunyikan sebelum bu Anjani menganti nama semu sertifikat itu.


Aku dan Dinda tidak melarang karena baik aku maupun Dinda setuju dengan tindakan kakak Dea hanya saja aku berpesan untuk kakak Dea selalu berhati-hati di rumah itu karena banyak cctv dimana-mana, takutnya nanti ketahuan.


Dik, Dava kakak pulang ya" pamit kakak Dea


"Baik kakak tapi kakak juga harus hati-hati, saat ini kakak di tempat yang tidak aman karena baik Lexza, Kenedy dan bu Anjani juga sudah tidak menyukai kakak lagi jadi jangan sembarang kakak makan atau minum apa yang di berikan oleh mereka. Siapa tahu saja didalam makanan itu ada racun kan kita tidak tahu"? Humm pintar sekali istriku kalau sudah bicara selalu benar.


Aku memang membenarkan perkataan Dinda karena sekarang di rumah itu sudah tidak aman takutnya kakak Dea akan mengalami hal serupa dengan Dinda, kalau sampai itu terjadi aku akan membuat mereka menyesal seumur hidup, berani sekali mereka berlaku buruk pada kakak iparku memang dulu kakak Dea pernah berbuat kesalahan tapi aku sangat tahu kalau apa yang di lakukan kakak Dea itu karena terpaksa.


"Benar kakak apa yang di bilang istriku kakak harus waspada karena aku takut nanti kakak mengalami hal sama seperti Dinda dulu, jika nanti ada apa-apa jangan lupa kakak hubungi kami jika butuh pertolongan kami pasti datang." aku melihat senyum senduh di wajah kakak Dea entah kenapa atau karena aku salah bicara tadi.


"Dava...semulia inikah hati kalian berdua sampai segitunya kalian mengkuatirkan keadaanku, padahal aku sudah perna menyakiti kalian berdua tapi kenapa kalian masih mau menerima keberadaanku secepat itu, kenapa kalian tidak membenci aku saja Dav, Dik. Tapi kalian tidak perlu kuatir jika aku mengalami hal yang sama seperti yang terjadi sama kamu dik aku siap menerima karena itu adalah karma untukku karena dulu aku juga perna melakukam hal itu sama kamu padahal aku tahu kamu sangat menderita, biar aku bayar semua dosa dan kesalahan yang sudah perna aku lakukan."


Dinda bangkit dari duduknya dan langsung memeluk kakak Dea, tadi katanya mau pulang sekarang jadi menangis lagi mereka berdua memang istriku hatinya sangat lembut.


"Kakak jangan bicara begitu, aku tahu maksud kakak melakukan itu agar aku bisa pergi dari rumah itu, karena kakak sayang dan menyayangiku makanya kakak sengaja lakukan itu biar aku tidak betah di rumah. Makasih ya kakak kita berdua anak kandung ayah jadi kita harus saling membantu dan sekarang juga kakak pulanglah sebelum semua penghuni rumah itu pulang dari kantor, biar kakak amankan dulu semua aset berharga ayah nanti kalau kakak sudah selesai ambil kakak serahkan aja semua sertifikat itu sama Maya ya kakak nanti Maya berikan sama aku."

__ADS_1


Kakak Dea tiba-tiba menaikan kedua alisnya mendengar penuturan Dinda yang bilang kalau sertifikatnya serahkan semua kepada Maya, memang siapa Maya pikirnya karena selama Ini mungkin kakak Dea belum mengetahui kalau Maya itu adalah mata-mata dari keluarga Adinata, tapi aduh kok kasih ke Maya nanti kalau Maya membocorkan identitas ku bagaimana.


Ah biarlah aku percaya sama Maya, karena Maya itu bukan pelayan biasa dia sebenarnya pengawal Wanita tapi sengaja di kirim kesana oleh pak Erik untuk menjadi mata-mata. Dinda sudah binggung mau jawab apa sampai dia menoleh ke aku. Padahal kakak Dea saja belum tanya apa-apa gimana sih.


"Loh memang siapa Maya dik kok bisa nanti dia berikan sama kalian Maya hanya seorang pelayan di rumah entah siapa yang membawahnya, dia juga jarang keluar kenapa harus kasih kedia nanti keburu ketahuan dong."


"Gak maksud Dinda itu karena Maya sudah perna menolongnya keluar dari sana jadi biar kakak tidak di curigai lebih baik kakak berikan kepada Maya nanti aku menyuruh teman notaris yang pergi kesana untuk jemput barang itu, tapi kalau memang kakak mau berikan langsung pada kami juga gapapa itu hanya saran saja kakak."


Kakak Dea manggut-manggut tandanya mengerti, baguslah kakak Dea tidak curiga.


Akhirnya kami bertiga keluar dari restoran dan menuju ke parkiran, Dinda dan kakak Dea kembali berpelukan setelah itu kakak Dea langsung masuk kedalam mobil dan berlalu pergi, sekarang tinggal aku dengan Dinda masih beridiri di parkiran aku harus antar pulang Dinda kerumah karena aku mau ketemu dengan ayah Evan.


"Sayang kamu mau kemana lagi atau kita langsung pulang saja" tanyaku siapa tahu saja Dinda mau mampir ke mall beli sesuatu lagian ini juga masih pagi jadi temani saja dulu nanti sekitar jam dua saja aku pergi temui ayah mertua.


"Memangnya mas tidak kemana-mana begitu? kalau mas mau pergi tidak apa-apa mas pergi saja, biar nanti aku hubungi Ririn untuk datang kesini menemaniku belanja mas. Mas tahu sendiri kalau wanita itu belanja tidak cukup cuman satu jam atau dua jam takutnya mas ada pekerjaan mendadak tidak apa-apa lagian mas tidak dengar tadi saat kita keluar Ririn bilang apa katanya mau ke mall bisa jadi dia sudah disana."


"Bengini saja tunggu aku telpon Ririn dulu aku tanya dia ada di mana, kalau nanti dia bilang ada di mall lebih baik mas antar aku kesana saja dan mas boleh pergi setelah itu aku pulang saja dengan Ririn"

__ADS_1


"Baiklah sayang cobak hubungi Ririn ada dimana sekarang"


Dinda langsung menghubungi Ririn ternyata kata Ririn sudah dalam perjalanan menuju ke Mall.


"Hallo Rin...kamu dimanan sekarang"?


"Hallo kakak ipar aku lagi di jalan menuju ke mall, ada apa kakak ipar ada yang bisa Ririn bantu"?


"Oh iya Rin ini kakak mau ke mall juga tapi mas Dava ada keperluan mendadak jadi tidak bisa menemaniku belanja, mau gak kamu temani kakak belanja"


"Wah....benaran kakak ipar mau dong tapi ada syaratnya...mana kakak Dava Ririn mau bicara dulu dengan kakak Dava."


Astaga memang benar-benar nih anak pasti minta uang jajan lagi padahal uang jajan yang di berikan bibik bukan uang sedikit.


"Hallo kakak Dava yang paling tanpan sedunia...kakak mau pergi ya, kakak tenang saja Ririn siap menjaga kakak ipar dari pria hidung belang dan lirikan mata para pria tanpan asal kakak kasih aku jajan beli tas hahaha" Ririn justru cengegesan.


Tukan aku bilang juga apa ujung-ujungnya minta belikan sesuatu tapi mau bagaimana pun juga dia sepupuku yang paling cantik jadi aku tidak bisa menolak permintaannya, hadeee....tadu bilang jagain kakak iparnya pria hidung belang dan pria tanpan..memangnya aku kurang tanpan Ririn...Ririn.

__ADS_1


__ADS_2