Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
277


__ADS_3

Sadis!....sangat sadis itu yang aku ucapkan dalam hatiku bagaimana tidak, istriku bicara setenang mungkin dan tidak ada raut senyum di wajahnya, kami yang jantungan dengan perkataan istriku justru Lexza makin mengembangkan senyumnya karena Lexza pikir rumah yang di maksud Dinda adalah rumah tinggal.


"Nah gitu dong jadi adik itu harus berbakti kepada kakak kamu, setidaknya kamu berikan rumah untuk kami bertiga tinggal ternyata kamu baik juga ya tapi bukan hanya rumah sih yang aku minta, aku juga mau minta sesuatu dari kalian berdua khususnya kamu Dava, kakak mau minta kerjaan untuk kamu tolong berikan aku kerja ya, di perusahaan kamu. Kita kan satu keluarga aku juga kakak kamu Dava karena aku kakaknya Dinda otomatis aku kakak kamu juga seharusnya kamu menolong kakak ipar kamu ini."


Dasar tidak tahu malu dia belum paham rumah yang dimaksud Dinda, bagaimana reaksinya ya saat tahu rumah itu adalah tanah kubur. Biarlah aku pancing dia biar dia habiskan dulu semua perkataannya barulah aku bicara, biarkan aku dan Dinda angkat dulu setingih mungkin baru aku jatuhkan kebawah bagaimana sakit tidak.


"Ha...tidak tahu malu jadi orang, sudah di kasih tanah buat rumah oleh kakak ipar bukannya bersyukur justru ngelunjat ya, sudah di kasih hati mau jantung dasar tidak punya malu bermuka tebal. Kalau seandainya Ririn adalah kakak ipar ogah berikan barang berharga untuk manusia yang tidak punya hati sama sekali, lagia kakak Dava juga kenapa diam aja sih" emosi Ririn.


Sekarang Ririn yang emosi aku dan Dinda hanya senyum-senyum saja biarkan dia dengan Lexza berdebat aku mau lihat siapa yang menang nanti di antara keduanya . Kayak perlombaan aja, ada yang menang dan ada yang kalah. Karena Lexza tidak menerima perkataan Ririn terhadapnya jadi Lexza mulai menyerang Ririn.


"Kamu!.....mulut kamu ya, bisa diam tidak aku tabok nanti mulut kamu itu lancang kali, aku tidak bicara sama kamu jadi lebih mau tutup mulut kamu" bentak Lexza.


"Memangnya kamu siapa suruh aku menutup mulut dasar munafik, mulut....mulut ku dong hak apa kamu menyuruh aku tutup mulut enak aja, jangan sampai aku yang menutup mulutmu." Sambung Ririn tidak mau kalah.

__ADS_1


"Sudah dik diamlah, oh, ya masih ada lagi yang mau di minta selain kerjaan dan rumah biar aku dan istriku bisa pikirkan, karena kami mau pulang jangan memperlambat waktu kami." Aku langsung menyelah perdebatan Lexza dan Ririn kalau tidak sampai besok kami disini karena Ririn bukan anak gadis yang mudah menyerah begitu anak ini ada keras kepalanya juga apalagi dia tahu kalau orang tersebut jahat. Dia tidak akan melepaskan begitu saja.


"Iya Dava ternyata kamu sangat pengertian juga ya padahal kakak belum bilang kamu sudah bertanya, aku punya satu permintaan lagi Dav, selama inikan Dinda sudah dirawat dan di lahirkan oleh ibu sampai kamu menikahinya, tapi sekarang ibu lagi dalam keadaan yang sulit bisa kamu membantunya saat ini perusahaan ayah Evan bermasalah dan seperti yang aku bilang tadi dari pihak bank datang untuk menyita semua aset, aku ingin kalian yang membayar hutang di bank biar bisa menyelamatkan semua aset"


Ibu, anak sama rupanya, ujung-ujung minta seperti itu juga baiklah aku akan meladeni kamu Lexza.


"Hanya itu saja, kalau sudah selesai biar aku jelaskan atau Dinda saja Jelaskan"? Tanyaku.


"Dinda saja mas" sambung Dinda.


Lexza sudah senyum-senyum sendiri dari tadi, dia masih tenang dan tidak ada kata kasar keluar dari mulutnya tapi lihat saja sebentar lagi dia pasti murka dan keluar kata-kata kramat, siapa lagi yang tidak tahu keturunan bu Anjani dan Admaja, kalau ayah Evan dan Dinda bedah. Senyum saja dulu Lexza nanti setelah kamu mendengar penjelasan Dinda seperti apa reaksi kamu nanti.


"Baik lah dengarkan aku baik-baik, tadi kamu minta aku rumah yakan?, aku akan berikan apa yang kamu mau sesuai dengan perkataanku tadi bahwa aku siapkan rumah terbaik untuk kalian dan kamu setujuh, sedangkan kamu minta pekerjaan oh pasti! Aku akan berikan pekerjaan untukmu sebagai bayaran kamu dari pekerjaan itu kamu bisa bayar hutang di bank" ujar Dinda.

__ADS_1


"Iya dong kamu harus berikan apa yang aku minta karena kita saudara jadi itu sudah sebagai tugas kamu untuk memberikan pekerjaan, cepat katakan pekerjaan apa dan rumahnya di mana aku tidak sabar ingin melihatnya." ujar Lexza antusia.


" Saya akan membayar kamu mahal, dengan nominal yang kamu inginkan karena sesuai dengan pekerjaan yang kamu kerjakan, yaitu kamu pergi ke kuburan umum untuk mengali kubur yang sudah aku belikan untuk rumah kalian disana karena orang seperti kalian cocoknya disana, kamu pikir dengan gampang aku berikan rumah dan pekerjaan untuk mu, rumah yang aku maksud adalah kuburan kalian itu adalah rumah terakhir yang aku belikan untuk kamu dan keluargamu.


Setelah kamu selesai mengalinya aku akan mengantarkan kalian ke rumah baru kalian peristirahatan terakhir. Karena aku sudah muak dengan manusia munafik seperti kalian enak sekali kamu datang dan meminta rumah dan pekerjaan kepada kami, memang siapa kamu berani mengatur aku dan suamiku, ingat kamu bukan siapa-siapa jadi jangan semena-mena terhadap aku kalau kamu tidak mau aku sendiri yang antarkan kamu ke tempat dimana ayah kandung kamu berada.


Sebagai bayaran karena kamu sudah mengali lubang kubur kamu sendiri, tenang saja bayaran kamu aku pergunakan untuk mencor makam terakhir kalian dengan secantik, aku masih berbaik hati loh kamu dapat bayaran dariku."


Padahal aku sudah paham dari awal kemana arah tujuan pembicaraan Dinda tapi aku aja ikut terkejut dengan penuturan Dinda, tak kalah dari aku Ririn sampai membuka mulutnya dengan lebar dan melotot matanya dengan sempurnya, sedangkan pak Erik dengan asisten Arfan mereka justru tertawa terbahak-bahak.


Hal itu justru memicu kemarahan Lexza yang merasa di permainkan oleh kami dan di permalukan seketika wajahnya merah karena menahan amarah, tadinya sudah senang sekarang emosi.


"Kurang ajar kalian ya berani sekalian kamu manusia tidak punya hati berkata seperti itu sama aku maksud kamu apa ha!...kamu berani bicara begitu kamu tahu siapa aku, aku Lexza tidak takut pada siapapun termasuk kamu" bentak Lexza mencuri perhatian pengunjung.

__ADS_1


Lexza yang melihat minuman di atas meja langsung di ambilnya dan hendak menumpahkan ke kepala Dinda namun dengan cepat Dinda memutar tangan Lexza dan mulut cangkir mengarah ke kepala Lexza dan minumnya mengenai kepalah sampai bajunya basah.


Lexza yang tidak terimah kembali menyerang Dinda tapi Dinda berikan satu tamparan keras di pipinya bahkan berikan tendangan tepat di perut Lexza, hal itu membuat Lexza tersungkur di tanah dan meringis kesakitan tapi mulutnya tidak bisa diam banyak pengunjung menonton sambil videokan.


__ADS_2